Logo Sulselsatu

Warga Sulsel Diimbau Waspada Dampak Kemarau

Muh Jahir Majid
Muh Jahir Majid

Minggu, 28 Juli 2024 16:39

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Puncak musim kemarau diprediksi bakal mulai terjadi pada Agustus 2024 mendatang. Salah satu musibah yang kerap terjadi adalah kebakaran.

Olehnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulsel, mengimbau masyarakat untuk mengantisipasi dampak kemarau tahun ini.

Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulsel, Amson Padolo mengatakan, antisipasi dampak kemarau tentu sudah harus dilakukan sedini mungkin.

Ia tak menampik kebakaran hutan memang sulit untuk ditangani karena beberapa pertimbangan seperti jarak yang acapkali susah dijangkau secara langsung dengan masyarakat.

Hanya saja kata dia, beberapa kejadian seperti kebakaran hutan di Malino-Gowa dan Luwu Timur pada tahun sebelumnya itu bisa menjadi pelajaran masyarakat untuk hati-hati dalam mengelola proses pembersihan lahan pertanian masyarakat yang kerap menggunakan cara pembakaran.

“Jadi Kita mengimbau kepada masyarakat untuk mengatasi kemarau agar berhati-hati untuk tidak melakukan namanya tindakan seperti pembakaran untuk pembukaan lahan. Kita juga mengimbau agar segera ke pemerintah setempat apabila melihat adanya potensi kebakaran,” tuturnya.

Ia juga mengatakan, BPBD Sulsel sendiri juga terus meningkatkan koordinasi bersama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) seluruh jajaran untuk memperhatikan kondisi wilayah untuk dapat memberikan tindakan yang sesuai dengan pengalaman masing-masing instansi.

“Kita mengaktifkan bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan jajaran terkait agar tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan,” ujarnya.

Sebelumnya, BMKG memperkirakan puncak musim kemarau terjadi pada Agustus 2024.

Prakirawan BMKG Wilayah IV Makassar, Rizky mengatakan, saat ini sudah terdapat beberapa wilayah yang sudah memasuki musim kemarau. Sampai pada bulan juli ini, daerah yang sudah mengalami kemarau itu sebagian wilayah Parepare sampai Jeneponto.

“Untuk wilayah yang sudah memasuki kemarau itu wilayah barat dan selatan Sulsel, itu mulai dari sebagian Parepare hingga Jeneponto,” tuturnya.

Ia menjelaskan, di Sulsel yang lebih dulu mengalami kemarau adalah wilayah selatan yang meliputi, Kabupaten Bulukumba dan sekitarnya. Lalu bergerak ke wilayah barat Sulsel yaitu Makassar dan sekitarnya. “Kemudian akan bergerak ke wilayah timur Sulsel,” ujarnya.

Ia mengutarakan, prediksi puncak musim kemarau itu berada pada bulan Agustus, jumlah curah hujan yang akan turun itu diperkirakan jauh akan lebih sedikit dari bulan biasanya.

“Jadi puncak kemarau itu bulan agustus diperkirakan akan bergeser ke wilayah Timur Sulsel (Bone dan Sekitarnya) dan bagian utara Sulsel (Luwu Raya),” paparnya.

Ia mengatakan, pemerintah, masyarakat dan stakeholder lainnya diharapkan melakukan dan persiapkan antisipasi potensi kekeringan yang bisa saja terjadi. (*)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

News05 November 2026 13:19
Pajak MBLB Overburden Pemkab Luwu Timur Dinilai Memberatkan Perusahaan Tambang
Langkah Pemerintah di sejumlah daerah yang gencar mengejar pemasukan tanpa memperhatikan keberlangsungan dunia usaha dan aturan perpajakan, menjadi so...
Pendidikan05 November 2026 11:11
YBM PLN Bantu Biaya Pendidikan 15 Mahasiswa Unismuh
Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi menyalurkan bantuan pendidikan kepada 15 mahasiswa Universitas Muhammadiyah (Unism...
Metropolitan05 November 2026 10:23
HUT ke-419 Makassar, Pemkot Hadirkan Pasar Murah Jangkau Kecamatan
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Pemerintah Kota Makassar, terus menghadirkan program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat dalam menyemarakkan...
Makassar05 November 2026 10:10
MTQ Makassar Buka Audisi se-Sulsel, Hadiah Capai Rp1,4 Miliar
Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Kota Makassar 2026 telah menarik lebih dari 1.200 pendaftar hingga awal November. Jumlah tersebut hampir dua k...