Logo Sulselsatu

OJK Tutup 8.271 Pinjol Ilegal

Muh Jahir Majid
Muh Jahir Majid

Jumat, 09 Agustus 2024 16:47

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Sebanyak 8.271 pinjaman online (pinjol) ilegal berhasil ditutup oleh Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal atau Satgas PASTI. Data tersebut dihimpun dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Juli 2024.

Analis Eksekutif Departemen Perlindungan Konsumen OJK Satgas PASTI, Irhamsah mengatakan pinjol ilegal berbahaya karena seluruh data yang berada di HP dapat diakses seperti, kontak, foto, multimedia.

“Tingkat bunga pinjaman dan denda sangat tinggi, perilaku debt collector yang mengancam, data pribadi terancam tersebar, risiko dipermalukan di seluruh kontak, serta bisa terjebak dalam utang berkepanjangan,” ucap Irhamsah saat membawakan materi di Media Gathering yang diselenggarakan OJK, Kamis (9/8/2024).

Di sisi lain, dirinya tak menafikan keberadaan pinjol legal yang dinilai justru dapat bermanfaat jika digunakan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan.

“Dari data perjuli tahun 2024 pinjol legal yang diawasi oleh OJK itu sebanyak 98, termasuk 7 platform dengan sistem syariah,” jelas Irhamsah.

Sementara, akumulasi rekening peminjam mencapai 129,26 juta dengan rekening aktif sebesar 17,74 juta. Akumulasi rekening pemberi pinjaman mencapai 1,46 juta dengan rekening aktif sebesar 330,28 ribu, dan jumlah pinjaman bermasalah kurang dari 3% dari total pinjaman.

Dia juga menjelaskan jika pinjol legal sangat bermanfaat untuk mendorong sektor produktif bagi UMKM, karena dapat bersaing dengan industri jasa keuangan umum lainnya.

Selain itu, pinjol legal juga bisa menjadi alternatif untuk pendanaan UMKM yang tidak dapat diakses oleh bank dan kurang terlayani.

“Pinjol legal dapat melayani serta menyediakan pendanaan secara cepat dan mudah bagi UMKM,” tuturnya.

Irhamsah menekankan bahwa pinjol legal akan terus diawasi oleh OJK dan akan memberikan perlindungan kepada seluruh konsumen agar data mereka digunakan sesuai dengan tujuan yang telah disepakati.

Proses penagihan pinjol legal juga dilakukan sesuai norma yang berlaku di masyarakat dan peraturan perundang undangan.

“Tenaga penagihan harus bersertifikat dan wajib menaati ketentuan penagihan dalam code of conduct AFPI,” tegasnya.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Penulis : Andi Baso Mappanyompa
Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Hukum05 November 2026 14:54
Rudianto Lallo Desak Kejati Bongkar Mafia Alsintan Rp243 Miliar, Gowa dan Takalar Jadi Sorotan
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Anggota Komisi III DPR RI, Rudianto Lallo, mendesak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan menuntaskan penyelidikan d...
Bisnis05 November 2026 14:45
Asmo Sulsel Hadirkan Promo Honda, Hemat Sampai Rp8 Juta
Astra Motor Sulawesi Selatan (Asmo Sulsel) menghadirkan program promo pembelian sepeda motor Honda sepanjang November 2026....
News05 November 2026 13:19
Pajak MBLB Overburden Pemkab Luwu Timur Dinilai Memberatkan Perusahaan Tambang
Langkah Pemerintah di sejumlah daerah yang gencar mengejar pemasukan tanpa memperhatikan keberlangsungan dunia usaha dan aturan perpajakan, menjadi so...
Pendidikan05 November 2026 11:11
YBM PLN Bantu Biaya Pendidikan 15 Mahasiswa Unismuh
Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi menyalurkan bantuan pendidikan kepada 15 mahasiswa Universitas Muhammadiyah (Unism...