Logo Sulselsatu

Wakil Presiden Direktur PT Vale Berbagi Cara Jitu Jadi Tenaga Kerja Berkompeten dan Siap Kerja

Sri Wahyu Diastuti
Sri Wahyu Diastuti

Kamis, 05 September 2024 13:59

Seminar Nasional Sertifikasi Kompetensi Kerja untuk Mendukung Penyiapan Tenaga Kerja Kompeten yang digelar Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Unhas. Foto: Istimewa.
Seminar Nasional Sertifikasi Kompetensi Kerja untuk Mendukung Penyiapan Tenaga Kerja Kompeten yang digelar Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Unhas. Foto: Istimewa.

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Di tengah tingginya gejolak ekonomi dunia dan tantangan dunia usaha, Indonesia mendapat bonus demografi yang besar.

Dunia kerja pun semakin ketat, sehingga sumber daya manusia yang dibutuhkan bukan cuma mereka yang mengantongi ijazah sekolah atau sarjana. Bukti kompetensi juga sangat diperlukan.

Dalam Seminar Nasional Sertifikasi Kompetensi Kerja untuk Mendukung Penyiapan Tenaga Kerja Kompeten yang digelar Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Universitas Hasanuddin, Wakil Presiden Direktur sekaligus Chief Operation and Infrastructure Officer (COIO) PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) Abu Ashar mengungkapkan aspek lain yang tak kalah penting adalah attitude atau sikap dan perilaku di dunia kerja.

Baca Juga : Vale Indonesia Buka Peluang Vendor Lokal di IGP Pomalaa

“Sikap atau attitude ini sangat penting, karena ini yang men-drive kemampuan lain, baik itu knowledge dan skill untuk sukses di dunia kerja. Ini yang saya rasakan setelah 32 tahun berkarier di PT Vale,” ucap Abu Ashar saat menjadi pemateri di Hotel Unhas Makassar, Rabu (4/9/2024).

Abu Ashar mewakili PT Vale sekaligus alumni Universitas Hasanuddin diundang menjadi pemateri dengan tujuan mendorong semua lulusan universitas untuk punya kompetensi yang siap kerja itu.

Terkait dunia industri dan pertambangan, Abu Ashar menyampaikan, PT Vale melakukan pengembangan kompetensi, dengan berdasarkan pada tujuan PT Vale yakni meningkatkan kualitas hidup dan membangun masa depan yang lebih baik.

Baca Juga : Dua Warga Luwu TimurTerima Beasiswa S2 PT Vale

“Dengan tujuan PT Vale ini, maka jika melihat learning model approach perusahaan, 70 persen program pengembangan karyawan kita melalui pendekatan pengalaman. Seperti memberi penugasan khusus, mengikuti proses rotasi. Sebanyak 20 persen melalui social learning dan mentoring, dan 10 persen pembelajaran formal ‘in-class session’,” paparnya.

Lebih lanjut, Abu Ashar mengungkapkan, attitude atau sikap adalah aspek yang paling penting, karena bisa mendrive kemampuan lain, seperti keterampilan, pengalaman dan pengetahuan.

“Dengan sikap dan perilaku yang baik, itu bisa memacu produktivitas, inovasi dan lebih kreatif. Perusahaan pun bisa bekerja lebih efisien, karena tenaga kerjanya lebih mandiri. Perusahaan juga punya daya saing tinggi, karena tenaga kerjanya bisa mewujudkan target-target perusahaan lebih baik,” ungkapnya.

Baca Juga : Pendapatan PT Vale Naik 27 Persen, Produksi Capai 18.341 Ton Nikel Matte

Abu Ashar pun berharap, sharing materi yang dia bagikan sebagai praktisi di dunia pertambangan, bisa menjadi masukan bagi Universitas, sehingga mampu melahirkan sarjana-sarjana yang berkompeten di dunia industri.

Tak lupa, salah satu direksi PT Vale yang asli Sulsel itu menyampaikan, ada tiga proyek besar PT Vale Indonesia.

Pertama, Indonesia Growth Project (IGP) di Morowali yang akan memproduksi 73 ribu ton feronickel, proyek IGP Pomalaa yang akan memproduksi 120 ribu ton nikel dalam bentuk mixed hydroxide precipitate (MHP).

Baca Juga : PT Vale Fasilitasi Sertifikasi Halal UMKM Morowali

Terakhir proyek Sorowako Limonite. Ketiga proyek besar tersebut tentunya akan menyerap tenaga kerja yang besar dan berkompeten.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unhas Prof drg Muhammad Ruslin MKes PhD SpBM(K) menyampaikan apresiasi ke PT Vale karena selama ini menjadi perusahaan yang selalu berkolaborasi dengan Universitas Hasanuddin.

Lebih lanjut, menurut dia, LSP Universitas Hasanudddin yang berdiri sejak 2022, dibentuk atas tindak lanjut Perpres Nomor 68 Tahun 2022 tentang revitalisasi pendidikan vokasi dan pelatihan vokasi.

Baca Juga : Muncul Bela Aliansi di Bungku Timur, Rekam Jejak Irwan Arya Disorot

“Lewat LSP ini, kita mendorong mahasiswa untuk tidak kuliah lama-lama. Kita mendesain program sarjana cuma 7 semester, tapi punya standar kompeten dan berhak memperoleh sertifikat kompetensi,” ungkap dia.

Sehingga, LSP nantinya bertugas memberi sertifikasi kompetensi mahasiswa, berdasarkan hasil pengujian.

Pemberian sertifikat kompetensi bisa dilakukan dengan melihat mata kuliah tertentu yang diikuti oleh mahasiswa tersebut, maupun melalui proses pelatihan dari Unhas dan diuji oleh LSP.

Adapun Kepala Pusat Sertifikasi Profesi/Lembaga Sertifikasi Profesi Universitas Hasanuddin Ir Mukti Ali menyampaikan, seminar nasional ini menghadirkan para pimpinan lembaga, fakultas, prodi, hingga para assessor eksternal sebagai peserta.

“Tujuannya supaya kebutuhan tenaga kerja yang kompeten bisa tersosialisasi ke seluruh masyarakat. Sehingga, selain kemampuan umum, mahasiswa juga bisa memiliki skill yang sudah teruji oleh LSP, dan menjadi salah satu persyaratan untuk diterima di dunia kerja,” pungkasnya.

Pada kegiatan tersebut hadir Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Hasanuddin yang juga Ketua Dewan Pengarah LSP Universitas Hasanuddin, Prof drg Muhammad Ruslin MKes PhD SpBM(K) sekaligus memberi sambutan, Komisioner Badan Nasional Sertifikasi Profesi Nurwijoyo Satrio Aji Martono, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Selatan, Dr Jayadi Nas SSos MSi, dan Praktisi DUDI Saleh ST MM, sebagai pemateri.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Makassar02 November 2026 21:18
Pelindo Distribusikan Air Bersih ke 8 Kelurahan di Makassar
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 menyalurkan bantuan air bersih kepada warga di delapan kelurahan yang tersebar di Kecamatan Tallo dan Ujun...
Olahraga02 November 2026 19:04
Fazzio Youth Festival 2026 Berakhir, Ini Daftar Pemenangnya
Sejumlah sekolah di Makassar berhasil meraih gelar juara dalam Fazzio Youth Festival (FYF) 2026 yang digelar PT Suracojaya Abadimotor (SJAM) di GOR Un...
Makassar02 November 2026 16:52
Aset Keuangan Syariah Tembus Rp3.300 Triliun, OJK Siapkan Strategi Penguatan
Industri keuangan syariah Indonesia terus menunjukkan perkembangan di tengah ketidakpastian ekonomi global....
Ekonomi02 November 2026 16:25
PLN Bantu 25 Perempuan Pesisir Paotere Kembangkan Usaha Kerajinan Sisik Ikan
PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sulawesi (UIP Sulawesi) membantu meningkatkan kapasitas usaha Kelompok Perempuan Pesisir Paotere melalui progr...