Logo Sulselsatu

Serap Capex USD174 Juta, Progres Pembangunan PT Vale IGP Morowali Dukung Pertumbuhan Ekonomi

Sri Wahyu Diastuti
Sri Wahyu Diastuti

Rabu, 02 Oktober 2024 15:30

Progres pembangunan PT Vale IGP Morowali sudah 53 persen. Foto: Istimewa.
Progres pembangunan PT Vale IGP Morowali sudah 53 persen. Foto: Istimewa.

SULSELSATU.com – Hingga September 2024 proyek PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) Indonesia Growth Project (IGP) Morowali dalam fase konstruksi menunjukkan kemajuan signifikan di kuartal ketiga. Laporan terbaru, progres pembangunan keseluruhan mencapai 53 persen.

Industri pertambangan memiliki andil besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Kehadirannya mampu membuka lapangan kerja dan lapangan usaha sehingga mampu menyerap tenaga kerja.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Morowali 2024, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Morowali mencapai 7,5 persen, jauh di atas rata-rata nasional. Kontribusi sektor pertambangan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mencapai 65 persen.

Baca Juga : Ditjen Minerba Apresiasi Kontribusi PNBP Vale Indonesia

Besarnya kontribusi sektor pertambangan tersebut memacu semangat manajemen PT Vale IGP Morowali untuk memaksimalkan target konstruksi yang akan mendukung aktivitas operasional nantinya.

Proyek ini mencakup pembangunan infrastruktur vital seperti pelabuhan, tambang, dan fasilitas perkantoran yang tidak hanya mendukung produktivitas, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan serta pemberdayaan masyarakat.

Progres pembangunan ini menyerap capital expenditure (Capex) PT Vale mencapai 174 juta USD atau setara dengan Rp2,66 triliun dari total investasi sebesar 399 juta USD.

Baca Juga : Vale Indonesia Buka Peluang Vendor Lokal di IGP Pomalaa

Hal ini menegaskan komitmen kuat PT Vale terhadap pengembangan ekonomi berkelanjutan dan kontribusi nyata di Kabupaten Morowali.

Head of Bahodopi Project Wafir mengatakan, proyek IGP Morowali menunjukkan kemajuan besar dalam berbagai aspek infrastruktur.

Hingga saat ini, IGP Morowali telah menyelesaikan perbaikan tanah menggunakan metode Stone Column di area pelabuhan dan jembatan penyeberangan (overpass).

Baca Juga : Dua Warga Luwu TimurTerima Beasiswa S2 PT Vale

Metode Stone Column, berfungsi mencegah likuefaksi dengan mengisi kolom di bawah tanah menggunakan kerikil atau batu pecah, untuk memastikan keberlanjutan proyek, serta memastikan keamanan operasional di masa mendatang.

“Di area pelabuhan, sebanyak 277 tiang pancang di area lepas pantai (offshore) juga telah terpasang. Pembangunan Terminal Khusus (Tersus) di area onshore mencapai 42 persen dan offshore 53 persen. Selain itu, perbaikan jalan utama di area tambang seperti Mine Hauling Road (MHR) 112, MHR 120, dan Workshop Office Compound (WOC) tengah dilakukan untuk memastikan kelancaran operasional yang vital,” ujarnya.

Wafir menjelaskan, perkembangan juga terlihat pada pembangunan Bulk Sampling Test (BST) dan infrastruktur tambang lainnya termasuk Mobile Rush Assay Lab (MRAL), Rompile BST, dan BST office.

Baca Juga : Pendapatan PT Vale Naik 27 Persen, Produksi Capai 18.341 Ton Nikel Matte

Unit operasional MRAL nantinya akan berfungsi dalam pengelolaan prosedur sampling dan pengujian volume sampel grade control, untuk ore yang akan ditambang.

“Sebagai bagian dari komitmen untuk memberdayakan ekonomi lokal, perseroan melibatkan kontraktor lokal secara aktif dalam proyek ini, khususnya pada pemeliharaan akses dan pengelolaan stockpile quarry,” katanya.

Wafir menuturkan, dalam pencapaian target pembangunan konstruksi perseroan senantiasa menekankan pentingnya keamanan dan keselamatan kerja dalam setiap tahap konstruksi.

Baca Juga : PT Vale Fasilitasi Sertifikasi Halal UMKM Morowali

“Kami tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga fondasi masa depan yang aman dan berkelanjutan. Setiap pencapaian adalah bukti dedikasi kami untuk menjaga keselamatan tim dan masyarakat. Kami percaya bahwa dengan kerja keras dan kolaborasi, kita bisa menciptakan lingkungan yang lebih baik untuk generasi mendatang,” tuturnya.

Sebagai wujud komitmen terhadap keberlanjutan, PT Vale IGP Morowali juga sedang membangun fasilitas pusat persemaian (Nursery) yang ditargetkan selesai pada kuartal pertama 2025.

Fasilitas ini diproyeksi akan memproduksi hingga 700 ribu bibit untuk reklamasi lahan pascatambang dan pelestarian lingkungan.

Hingga semester pertama 2024, proses pematangan lahan untuk pembangunan nursery telah selesai.

Pemantauan rutin terhadap dampak lingkungan juga terus dilakukan. Kegiatan ini meliputi pengambilan sampel air di sungai, laut, dan limbah hingga pemantauan udara di seluruh area operasi termasuk area yang bersinggungan dengan masyarakat untuk memastikan bahwa kegiatan operasional tidak berdampak buruk bagi lingkungan sekitar.

“Kami menggunakan teknologi mutakhir untuk memantau kualitas udara agar tetap bersih serta sehat. Selain itu, kegiatan penanaman mangrove, donasi bibit, dan edukasi pengelolaan sampah kepada masyarakat dan sekolah terus kami lakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan komunitas,” jelas Wafir.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Hukum05 November 2026 23:08
Dikawal LBH Anak Rakyat, Santunan Rp150 Juta Ahli Waris Awak Kapal Tuntas Dibayar
SULSELSATU, MAKASSAR – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Anak Rakyat sukses mengawal pemenuhan santunan sebesar Rp150 juta kepada ahli waris almarhum ...
Politik05 November 2026 21:18
Bedah Pemikiran Tjokroaminoto dan Ali Shari’ati, PKB Rumuskan Sosialisme ala Indonesia
SULSELSATU.com, MAKASSAR — Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mulai mengkaji konsep sosialisme Islam sebagai salah satu gagasan untuk membangun sistem ...
Bisnis05 November 2026 19:45
Kalla Transport & Logistics Raih Tiga Penghargaan Toyota
Kalla Transport & Logistics meraih tiga penghargaan dalam ajang Facing Depot Annual Meeting & Logistic Partner Annual Meeting 2026 yang disele...
Ekonomi05 November 2026 19:01
OJK Luncurkan Tiga Pedoman Produk Perbankan Syariah
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meluncurkan tiga pedoman produk perbankan syariah untuk memperkuat pembiayaan sektor riil, termasuk kebutuhan usaha dan r...