Logo Sulselsatu

PT Vale Edukasi Rencana Eksplorasi Blok Tanamalia Lewat Ruang Dialog Bersama Tokoh Masyarakat Loeha Raya

Sri Wahyu Diastuti
Sri Wahyu Diastuti

Minggu, 06 Oktober 2024 16:14

PT Vale dialog bersama masyarakat di Loeha Raya terkait rencana ekspolarsi area tambang. Foto: Istimewa.
PT Vale dialog bersama masyarakat di Loeha Raya terkait rencana ekspolarsi area tambang. Foto: Istimewa.

SULSELSATU.com, LUWU TIMUR – Manajemen PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale), salah satu pengelola nikel berkelanjutan yang berbasis di Sulawesi melakukan dialog terbuka di Aula Kantor Desa Loeha.

Dialog tersebut melibatkan pemerintah desa, Kesatuan Pengelola Hutan Larona dan tokoh masyarakat di Desa Loeha dan Desa Rante Angin yang akan terdampak kegiatan eksplorasi.

Kebebasan berpendapat jadi hak setiap masyarakat di negara demokrasi. Dalam sebuah komunitas, dialog terbuka dan transparan penting untuk dilakukan, agar kesejahteraan masyarakat senantiasa dirasakan. Prinsip ini dipraktikkan oleh PT Vale.

Baca Juga : Vale Indonesia Buka Peluang Vendor Lokal di IGP Pomalaa

Dalam setiap proyeknya, PT Vale membuka ruang agar masyarakat turut terlibat dalam mengawal kegiatan-kegiatan penambangan yang akan dilakukan.

Tak terkecuali di Loeha Raya, Perseroan mengadakan dialog bersama tokoh masyarakat untuk membahas rencana eksplorasi proyek Tanamalia.

Perseroan menilai keberadaan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan sangat penting untuk diperhatikan.

Baca Juga : Dua Warga Luwu TimurTerima Beasiswa S2 PT Vale

Menghadirkan masyarakat yang berdaya dan lingkungan yang terjaga menjadi komitmen sebelum penambangan dijalankan.

Head of External Relations PT Vale Endra Kusuma mengungkapkan, kehadiran perseroan di tengah-tengah masyarakat ingin mendengar masukan, saran, serta keresahan yang ada terhadap aktivitas eksplorasi yang akan dijalankan.

“Perusahaan diberi izin oleh negara untuk melakukan eksplorasi di Tanamalia. Namun, kami tidak mau eksplorasi dijalankan tanpa berdialog dengan masyarakat. Maka dari itu, kami datang untuk bersilaturahmi dan berdiskusi dengan para tokoh masyarakat,” jelas Endra.

Baca Juga : Pendapatan PT Vale Naik 27 Persen, Produksi Capai 18.341 Ton Nikel Matte

Niat silaturahmi dan berdiskusi dengan masyarakat ini juga disampaikan oleh Kepala Desa Loeha Hamka Tandioga.

Hamka bercerita, manajemen PT Vale sering mengadakan rapat dengan kepala desa se-Loeha Raya.

Permintaan perusahaan cuma satu, yakni difasilitasi untuk berdialog dengan masyarakat. Bahkan tokoh masyarakat yang hadir dalam pertemuan ini juga hasil dari rekomendasi kepala desa.

Baca Juga : PT Vale Fasilitasi Sertifikasi Halal UMKM Morowali

“Sebagai kepala desa pekerjaan saya adalah pelayan publik. Ketika perusahaan meminta untuk berdialog dengan masyarakat, saya merasa bertanggung jawab untuk membantu. Selaku pimpinan saya tidak membela perusahaan. Tapi, saya mau kita semua berdiskusi satu sama lain dengan baik,” ujar Hamka.

Dalam diskusi yang berlangsung, manajemen PT Vale memaparkan rencana eksplorasi yang dilakukan akan berpusat di area-area yang tidak mengganggu perkebunan lada masyarakat.

“Selama belum ada kesepakatan mengenai bentuk pertanggungjawaban atas tanaman yang terganggu, kami tidak akan lakukan pengeboran di perkebunan lada masyarakat. Kami paham betul ada keresahan kehilangan mata pencaharian, sehingga kami berkomitmen tidak akan mengganggu tanaman masyarakat selama tidak ada kesepakatan,” ucap Endra.

Baca Juga : Muncul Bela Aliansi di Bungku Timur, Rekam Jejak Irwan Arya Disorot

Para peserta diskusi bergantian memberikan pendapat terhadap rencana eksplorasi yang dilakukan. Tidak semuanya sejalan dengan rencana PT Vale.

Seorang wanita bernama Fatma, perwakilan tokoh perempuan dari Desa Loeha turut menyampaikan aspirasinya. Fatma menyampaikan, dengan penghasilan sebagai petani lada saat ini, mereka mampu menyekolahkan anak-anak hingga ke perguruan tinggi. Jika tambang hadir di Loeha Raya, mereka bisa kehilangan mata pencaharian.

Menanggapi hal tersebut, Endra menegaskan bahwa PT Vale ingin hidup berdampingan dengan masyarakat di Loeha Raya.

PT Vale sangat menghargai aspirasi masyarakat dan memandang bahwa keresahan-keresahan yang muncul ini terjadi karena adanya kesenjangan informasi dan perbedaan pemahaman mengenai kegiatan eksplorasi dan penambangan.

“Perusahaan butuh waktu bertahun-tahun untuk melakukan pengeboran, mengambil sampel tanah dan meneliti potensi nilai ekonominya, sebelum memutuskan untuk melakukan penambangan. Sehingga tidak benar, jika ada yang mengatakan saat kegiatan eksplorasi dilakukan, maka mata pencaharian masyarakat akan hilang,” tutur Endra.

Dia juga menyampaikan pihaknya bisa memahami, jika masyarakat memiliki kekhawatiran terhadap kehilangan sumber mata pencaharian.

Namun, Dia meyakinkan perseroan akan bertanggungjawab atas segala dampak yang ditimbulkan dari kegiatan eksplorasi.

Tidak hanya memikirkan penghidupan masyarakat, Endra juga memaparkan bahwa kegiatan eksplorasi yang dilakukan di wilayah konsesi, akan berdampak terhadap lingkungan hidup.

Untuk itu, PT Vale senantiasa melakukan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup (AMDAL) yang berisi kajian mengenai dampak kegiatan pada lingkungan hidup serta rencana pengelolaan dan pemantauan lingkungan yang dilakukan sebelum dan saat beroperasi, bahkan setelah tutup tambang.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Olahraga02 November 2026 19:04
Fazzio Youth Festival 2026 Berakhir, Ini Daftar Pemenangnya
Sejumlah sekolah di Makassar berhasil meraih gelar juara dalam Fazzio Youth Festival (FYF) 2026 yang digelar PT Suracojaya Abadimotor (SJAM) di GOR Un...
Makassar02 November 2026 16:52
Aset Keuangan Syariah Tembus Rp3.300 Triliun, OJK Siapkan Strategi Penguatan
Industri keuangan syariah Indonesia terus menunjukkan perkembangan di tengah ketidakpastian ekonomi global....
Ekonomi02 November 2026 16:25
PLN Bantu 25 Perempuan Pesisir Paotere Kembangkan Usaha Kerajinan Sisik Ikan
PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sulawesi (UIP Sulawesi) membantu meningkatkan kapasitas usaha Kelompok Perempuan Pesisir Paotere melalui progr...
Bisnis02 November 2026 16:18
Pendapatan Telkom Tembus Rp113,5 Triliun hingga Kuartal III 2026
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp113,5 triliun hingga kuartal III 2026....