SULSELSATU.com, MAKASSAR – Penyaluran kredit oleh perbankan di Sulsel tumbuh sebesar 7,68 persen dari tahun sebelumnya (yoy). Total penyalurannya mencapai Rp162,32 triliun.
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulselbar Darwisman mengatakan, dari sisi penyalurannya, kredit di Sulsel masih didominasi oleh penyaluran kredit produktif sebesar 55,04 persen.
“Berdasarkan sektor ekonomi, kredit paling banyak disalurkan pada sektor perdagangan besar dan eceran dengan porsi sebesar 23,82 persen mencapai Rp38,66 triliun,” kata Darwisman dalam rilis resmi OJK, Selasa (8/10/2024).
Baca Juga : BPD Tetap Tangguh, Aset Tembus Rp1.036 Triliun per Maret 2026
“Penyaluran kredit bank umum tertinggi. Totalnya mencapai Rp159,17 triliun dan bank pengkreditan rakyat (BPR) sebesar Rp3,14 triliun hingga posisi Agustus 2024,” kata Darwisman.
Pertumbuhan kredit didukung dengan kinerja intermediasi perbankan Sulsel yang tetap terjaga dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) 123,72 persen dan tingkat rasio kredit bermasalah berada di level aman 2,98 persen.
Selanjutnya, untuk perbankan Syariah turut menunjukkan pertumbuhan yang lebih tinggi pada posisi Agustus 2024.
Baca Juga : OJK Rombak Aturan Perusahaan Efek dan Manajer Investasi, Ini Poinnya
Hal ini tercermin dari aset perbankan syariah yang tumbuh sebesar 16,86 persen (yoy) menjadi Rp15,54 triliun, dengan penghimpunan DPK yang tumbuh sangat tinggi 21,10 persen menjadi Rp11,26 triliun.
Penyaluran pembiayaan perbankan syariah juga tumbuh sebesar 17,22 persen (yoy) menjadi Rp13,26 triliun.
“Tingkat intermediasi perbankan Syariah juga berada pada level 117,72 persen dengan tingkat NPF pada level aman 2,26 persen,” sebutnya.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar