SULSELSATU.com, MAKASSAR – Orotitas Jasa Keuangan (OJK) Sulselbar mencatat pertumbuhan kinerja perbankan di Sulsel yang baik. Aset perbankan di Sulsel tumbuh 7,23 persen hingga September 2024.
Dengan pertumbuhan tersebut, total aset perbankan di Sulsel mencapai Rp199,36 triliun. Dibading Desember 2023 kemarin, aset perbankan naik 10,10 persen dari total RP192,17 triliun.
Kepala OJK Sulselbar Darwisman menjelaskan, dari total aset perbankan, masih didominasi oleh bank konvensional.
Baca Juga : Aset Keuangan Syariah Tembus Rp3.300 Triliun, OJK Siapkan Strategi Penguatan
“Aset bank konvensional hingga September 2024 mencapai Rp183,20 triliun. Sementara bank syariahnya mencapai Rp16,16 triliun,” kata Darwisman dalam Journalist Update OJK Sulselbar, Jumat (15/11/2024).
Dari persentasenya, aset bank mencapai 91,89 persen dan syariah hanya 8,11 persen.
Namun, Darwisman menjelaskan jika bank syariah memiliki potensi yang besar untuk tetap tumbuh. Apalagi, Indonesia khususnya di Sulsel didominasi masyarakat muslim.
Baca Juga : OJK Luncurkan PELITA Syariah, Libatkan Tokoh Agama Perluas Literasi Keuangan
“Pertumbuhan aset perbankan juga didukung dengan meningkatnya dana pihak ketiga (DPK) hingga 8,71 persen dibanding tahun sebelumnya,” kata Darwisman.
Total DPK di perbankan mencapai Rp133,76 triliun. Tumbuh 8,71 persen dari September 2023 lalu yang sebesar Rp127,67 triliun.
Himpunan DPK juga masih didominasi pada bank konvensional. Persentasenya mencapai 91,38 persen dengan total dana Rp122,23 triliun.
Baca Juga : OJK Catat 27,23 Juta Rekening Baru Selama BIK 2026
“Sementara itu DPK bank syaraiah masih 8,62 persen dengan total nilai ang dihimpun mencapai Rp11,53 triliun,” ujarnya.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News






Komentar