SULSELSATU.com, JENEPONTO – Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Jeneponto, AKBP Widi Setiawan, mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga situasi yang aman dan kondusif setelah pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Jeneponto.
Hal tersebut disampaikan Widi Setiawan usai dua pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Jeneponto saling mengklaim kemenangan setelah pemungutan suara pada 27 November 2024.
“Saya mengimbau kepada semua pihak agar tetap menjaga kondusivitas daerah kita untuk menciptakan situasi yang aman. Jika ada yang menemukan pelanggaran terkait Pilkada, silakan laporkan kepada pihak berwenang,” ujar AKBP Widi Setiawan, Sabtu (30/11/2024).
Sementara itu, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jeneponto, Asming Syarif, juga meminta semua pihak untuk menghargai proses yang sedang berjalan di KPU Jeneponto dan tidak terburu-buru mengklaim kemenangan berdasarkan hasil hitung cepat (quick count).
Permintaan ini disampaikan Asming Syarif terkait klaim kemenangan yang disampaikan oleh dua pasangan calon, yakni pasangan nomor urut 2, Paris-Islam, dan pasangan nomor urut 3, Sarif-Qalby, yang sama-sama mengklaim kemenangan berdasarkan hasil hitung cepat yang diperoleh masing-masing tim.
“Kami berharap seluruh masyarakat, stakeholder, serta tim dan simpatisan masing-masing pasangan calon agar dapat menghargai proses yang sedang berlangsung dan menunggu hasil rekapitulasi berjenjang dari PPK hingga tingkat Kabupaten,” ujar Asming Syarif.
Sebelumnya, kedua pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Jeneponto, Paris-Islam (nomor urut 2) dan Sarif-Qalby (nomor urut 3), masing-masing mengklaim kemenangan dalam Pilkada Jeneponto berdasarkan hasil hitung cepat, yang dilaksanakan pada Rabu (27/11/2024).
Klaim kemenangan ini terlihat dari beredarnya video yang menunjukkan ribuan simpatisan Paslon nomor urut 2 yang merayakan kemenangan di posko pemenangan mereka di Jalan Pahlawan. Di sisi lain, ribuan simpatisan Paslon nomor urut 3 juga melakukan euforia kemenangan di posko pemenangan mereka di Jalan Lanto Dg Pasewang, berdasarkan hasil hitung cepat yang diperoleh masing-masing tim.
Menurut hasil quick count yang dipublikasikan oleh Lembaga Script Survei Indonesia (SSI), dengan data yang masuk 100 persen, Paslon Sarif-Qalby (nomor urut 3) meraih 42,15 persen suara, sementara Paslon Paris-Islam (nomor urut 2) memperoleh 41,38 persen suara.
Berbeda dengan pihak Paslon nomor urut 2, Paris-Islam, berdasarkan hitung cepat internal mereka, menunjukkan bahwa mereka unggul dengan perolehan 88.589 suara, sementara Paslon nomor urut 3, Sarif-Qalby, meraih 87.748 suara dari total 567 TPS.
Penulis: Dedi Jentak
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar