SULSELSATU.com, MAKASSAR – Kota Makassar kembali dihadapkan pada tantangan cuaca ekstrem. Hujan deras yang mengguyur selama beberapa hari terakhir menyebabkan genangan air di berbagai wilayah, memaksa sebanyak 46 jiwa dari 13 Kepala Keluarga (KK) mengungsi ke Masjid Jabal Nur, Kelurahan Manggala.
Menurut laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar, genangan air tercatat di beberapa lokasi. Di Kelurahan Manggala, ketinggian air mencapai ±45 cm di Jl. Kecaping Raya dan 35 cm di beberapa titik lainnya. Sementara di Kelurahan Pandang, genangan air di Jl. Adhyaksa relatif lebih rendah, berkisar antara 3–5 cm.
BPBD telah mengerahkan 41 personel dan berbagai peralatan pendukung, termasuk 2 unit mobil evakuasi, 18 sepeda motor, dan 2 ambulans, untuk memastikan keselamatan warga terdampak.
Perahu karet, pelampung, dan alat evakuasi lainnya juga disiagakan guna menghadapi kondisi darurat di lapangan.
Kepala BPBD Makassar, Hendra Hakamuddin, menjelaskan bahwa meski jumlah pengungsi terus bertambah, dapur umum belum diaktifkan. “Koordinasi dengan Dinas Sosial masih berjalan untuk memastikan kesiapan logistik bagi para pengungsi,” ujar Hendra, Rabu (11/12/2024).
Pendampingan dan Pemantauan Berlanjut
BPBD terus melakukan pendataan di lokasi rawan banjir, pemantauan warga terdampak, serta evakuasi ke lokasi yang lebih aman.
Saat ini, fokus diarahkan untuk memastikan pengungsi mendapatkan pendampingan yang memadai.
BPBD Makassar membuka layanan darurat 24 jam melalui Call Center 112 atau hotline 0811 417 112. Warga diimbau untuk tetap waspada dan segera melapor jika kondisi semakin memburuk. (*)
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar