Logo Sulselsatu

Rudianto Lallo Desak Polri dan BNN Tingkatkan Upaya Pemberantasan Narkoba di Indonesia

Dedy
Dedy

Kamis, 23 Januari 2025 20:28

Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Nasdem, Rudianto Lallo, desak polri dan BNN serius berantas narkoba di Indonesia (Istimewa)
Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Nasdem, Rudianto Lallo, desak polri dan BNN serius berantas narkoba di Indonesia (Istimewa)

SULSELSATU.com, JAKARTA – Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Rudianto Lallo, meminta Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dan Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk lebih serius dalam memberantas penyalahgunaan narkoba di Indonesia.

Pernyataan ini disampaikan Rudianto dalam rapat kerja Komisi III DPR dengan Kepala BNN Marthinus Hukom, yang digelar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (23/1/2025). Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo yang menyebutkan bahwa narkoba adalah musuh negara.

“Presiden Prabowo selalu menegaskan bahwa narkoba adalah musuh negara. Oleh karena itu, kita harus bisa menurunkan angka penyalahgunaan narkoba di masa yang akan datang. Ini adalah tantangan besar bagi Kepala BNN,” ujar Rudianto.

Rudianto menegaskan bahwa Polri dan BNN memiliki mandat untuk mengatasi peredaran narkoba, namun kenyataannya, penyalahgunaan narkoba justru semakin meluas.

“Polri dan BNN memiliki tanggung jawab besar dalam pemberantasan narkoba, namun mengapa peredaran narkoba justru semakin marak?” ungkap Rudianto.

Rudianto yang berasal dari Dapil Sulawesi Selatan I (Kota Makassar, Kabupaten Gowa, Takalar, Jeneponto, Bantaeng, dan Kepulauan Selayar) itu juga mempertanyakan apa yang menjadi kendala dalam kerja kedua institusi tersebut dalam mengatasi masalah narkoba, terutama di jalur laut.

“Jika pengawasan di jalur laut lemah, apa langkah konkret yang akan diambil untuk menutup akses tersebut? Apakah ada kerjasama dengan instansi lain seperti Bakamla atau polisi laut?” tanyanya.

Rudianto juga menekankan pentingnya fokus pada pemberantasan sindikat besar narkoba dan bukan hanya menyasar pengguna. Penyalahgunaan narkoba, menurutnya, bisa merusak generasi muda Indonesia, sehingga Polri dan BNN harus lebih serius dalam memerangi masalah ini.

Selain itu, Rudianto juga mengangkat isu tentang mekanisme penyimpanan dan pemusnahan barang bukti narkoba. Ia menilai transparansi dalam proses tersebut sangat penting untuk mencegah munculnya dugaan pelanggaran oleh oknum penegak hukum.

“Seringkali muncul persepsi buruk di masyarakat terkait barang bukti yang disita. Apakah barang bukti tersebut benar-benar dimusnahkan atau disalahgunakan?” tandas Rudianto. (*/Ded)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Hukum05 November 2026 23:08
Dikawal LBH Anak Rakyat, Santunan Rp150 Juta Ahli Waris Awak Kapal Tuntas Dibayar
SULSELSATU, MAKASSAR – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Anak Rakyat sukses mengawal pemenuhan santunan sebesar Rp150 juta kepada ahli waris almarhum ...
Politik05 November 2026 21:18
Bedah Pemikiran Tjokroaminoto dan Ali Shari’ati, PKB Rumuskan Sosialisme ala Indonesia
SULSELSATU.com, MAKASSAR — Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mulai mengkaji konsep sosialisme Islam sebagai salah satu gagasan untuk membangun sistem ...
Bisnis05 November 2026 19:45
Kalla Transport & Logistics Raih Tiga Penghargaan Toyota
Kalla Transport & Logistics meraih tiga penghargaan dalam ajang Facing Depot Annual Meeting & Logistic Partner Annual Meeting 2026 yang disele...
Ekonomi05 November 2026 19:01
OJK Luncurkan Tiga Pedoman Produk Perbankan Syariah
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meluncurkan tiga pedoman produk perbankan syariah untuk memperkuat pembiayaan sektor riil, termasuk kebutuhan usaha dan r...