Logo Sulselsatu

Kanwil Kemenkum Sulsel Inventarisasi Potensi Indikasi Geografis di Enrekang

Asrul
Asrul

Kamis, 26 Juni 2025 22:25

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, ENREKANG – Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kanwil Kemenkum) Sulawesi Selatan (Sulsel) melakukan koordinasi dengan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Enrekang untuk menginventarisasi data kekayaan intelektual berupa Indikasi Geografis (IG), Rabu (25/6/2025).

Koordinasi yang dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Pelayanan Kekayaan Intelektual Kemenkum Sulsel, Andi Haris, ini merupakan tindak lanjut instruksi Kepala Kantor Wilayah, Andi Basmal, untuk memberikan perlindungan terhadap potensi indikasi geografis di seluruh Sulawesi Selatan.

“Kami sengaja datang langsung ke Enrekang untuk memberikan perlindungan terhadap potensi indikasi geografis yang ada di daerah Sulawesi Selatan,” ungkap Andi Haris.

Baca Juga : Kanwil Kemenkum Sulsel Ajak Publik Pahami Fungsi Jaminan Fidusia

Tim dari Bidang Pelayanan Kekayaan Intelektual diterima langsung oleh Sekretaris Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Enrekang, M. Amri Rahman.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program unggulan Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) dalam mendorong pengakuan resmi produk-produk unggulan daerah.

Dalam pertemuan tersebut, M. Amri Rahman memaparkan berbagai produk unggulan Kabupaten Enrekang yang berpotensi mendapat perlindungan indikasi geografis.

Baca Juga : Perayaan Natal Oikumene 2026, Kakanwil Kemenkum Sulsel Dorong Semangat Kebersamaan dalam Pelayanan Publik

Produk-produk tersebut antara lain kentang kalosi yang memiliki ciri khas kandungan air tinggi dan mata tunas berwarna merah, bawang merah enrekang, minyak nilam, campe (kacang merah), cabe sallodua, dan dangke.

“Melalui sinergi antar instansi, kami ingin memastikan bahwa potensi produk khas daerah tersebut dapat memperoleh perlindungan hukum yang layak dan berkontribusi pada peningkatan daya saing produk lokal di pasar nasional maupun global,” kata M. Amri Rahman.

Kepala Kantor Wilayah Kemenkum Sulsel, Andi Basmal, menegaskan komitmennya untuk segera melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah dalam menginventarisasi potensi indikasi geografis di Sulawesi Selatan.

Baca Juga : Prestasi Pengelolaan Anggaran, Kanwil Kemenkum Sulsel Terbaik IKPA TA 2025

“Koordinasi ini menjadi langkah awal yang strategis dalam mendorong pemanfaatan kekayaan intelektual sebagai instrumen pembangunan ekonomi daerah, sekaligus memperkuat identitas produk unggulan lokal di tengah kompetisi pasar yang semakin kompetitif,” tegas Andi Basmal.

Indikasi geografis merupakan suatu tanda yang menunjukkan daerah asal suatu barang dan/atau produk yang karena faktor lingkungan geografis termasuk faktor alam, faktor manusia, atau kombinasi dari kedua faktor tersebut memberikan reputasi, kualitas, dan karakteristik tertentu.

Dengan adanya perlindungan indikasi geografis, produk-produk unggulan daerah diharapkan dapat meningkat nilai ekonomisnya dan terlindungi dari pemalsuan atau penyalahgunaan nama daerah asal.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Sulsel24 Agustus 2026 12:15
Asmo Sulsel Touring Merah Putih Bersama Dealer dan Finance Company di Pinrang
Astra Motor Sulawesi Selatan (Asmo Sulsel) sebagai main dealer sepeda motor Honda bersama jaringan dealer di Kabupaten Pinrang dan sejumlah rekanan fi...
News23 Agustus 2026 20:39
PT Vale dan Pemkab Kolaka Perbaiki 6 Rumah, Beri Hunian Layak dan Akses Kesehatan Warga
PT Vale Indonesia Tbk bersama Pemerintah Kabupaten Kolaka dan Kodim 1412/Kolaka memperbaiki enam rumah warga di Kecamatan Baula....
News23 Agustus 2026 17:33
PT Bumi Karsa Tingkatkan Kompetensi BIM untuk Dorong Transformasi Digital Konstruksi
PT Bumi Karsa memperkuat transformasi digital di sektor konstruksi melalui peningkatan kompetensi sumber daya manusia....
Nasional23 Agustus 2026 15:51
Bantu Korban Gempa NTT, BRI Siapkan 3 Posko dan Dapur Umum
BRI memperkuat penanganan pascabencana gempa bumi di sejumlah wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan membangun tiga posko logistik dan satu ...