Logo Sulselsatu

Pupuk Indonesia Ajak Petani Takalar Tebus dan Sosialisasi Aturan Baru Pupuk Bersubsidi

Sri Wahyu Diastuti
Sri Wahyu Diastuti

Kamis, 26 Juni 2025 11:35

Pupuk Indonesia ajak petani sosialisasi aturan baru pupuk subsidi. Foto: Istimewa.
Pupuk Indonesia ajak petani sosialisasi aturan baru pupuk subsidi. Foto: Istimewa.

SULSELSATU.com, MAKASSARPupuk Indonesia dalam kegiatan “Rembuk Tani dan Tebus Bersama 2025” mengajak petani di Kabupaten Takalar, Sulsel untuk mengoptimalkan penyerapan pupuk bersubsidi yang alokasinya telah ditambah.

Dalam kegiatan di Alun-alun Aula Baruga Panrannuangku, Rabu (24/6/2025) ini, Pupuk Indonesia juga menyosialisaikan aturan baru pupuk bersubsidi yang semakin memudahkan petani.

Pupuk Indonesia menggelar rembuk tani berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Takalar dan Asosiasi Distributor Pupuk Indonesia (ADPI) Sulawesi Selatan.

Baca Juga : Rembuk Petambak dan Tebus Bersama Pupuk Indonesia Dukung Budidaya Perikanan di Sulsel

Kegiatan ini sekaligus menjadi wadah Pupuk Indonesia untuk silaturahmi dan serap aspirasi dalam rangka mengetahui permasalahan di lapangan terkait pertanian hususnya pupuk bersubsidi.

Kegiatan ini dihadiri oleh kurang lebih 500 petani, 62 kios, penyuluh, distributor, serta para pemangku kepentingan sektor pertanian.

“Bagi kami, bertemu langsung dengan petani adalah kebanggaan dan bagian dari komitmen Pupuk Indonesia untuk memperkuat distribusi hingga pelosok. Ini bukan hanya soal tebus hari ini, tapi komitmen jangka panjang untuk mendukung ketahanan pangan nasional,” demikian disampaikan General Manager Regional 4 PT Pupuk Indonesia (Persero) Wisnu Ramadhani.

Baca Juga : Dukung Swasembada Pangan, Pupuk Indonesia Pastikan Stok Pupuk Bersubsidi Aman Saat Panen Raya Barru

Ia mengungkapkan, tahun 2025 ini Pemerintah menambahkan alokasi pupuk bersubsidi bagi petani Takalar sebesar 26 persen, dari sekitar 23 ribu ton tahun 2024 menjadi 29 ribu ton tahun ini.

Sementara hingga Juni 2025, realisasi penyerapan pupuk bersubsidi sekitar 9.200 ton atau 31 persen dari alokasi.

Wisnu berharap melalui wadah ini petani terdaftar di Takalar mengoptimalkan alokasi yang ditambahkan Pemerintah, dalam upaya mendukung cita-cita Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam Asta Cita.

Baca Juga : Lepas Kontingen Porsenijar, Bupati Takalar Targetkan Tembus 7 Besar Sulsel

Ia pun menegaskan, serapan ini juga akan mempengaruhi alokasi yang akan disiapkan Pemerintah di tahun berikutnya.

“Kegiatan rembuk tani ini menjadi upaya Pupuk Indonesia bersama stakeholder untuk akselerasi penyerapan pupuk bersubsidi di lapangan. Kegiatan serupa akan kami selenggarakan di kabupaten/kota lainnya. Kami akan terus berkomitmen mendampingi petani Indonesia Timur menuju pertanian yang lebih mandiri, produktif, dan berkelanjutan,” tandas Wisnu.

Adapun dalam kegiatan ini, petani melakukan penebusan pupuk bersubsidi sebanyak 70,15 ton yang terdiri dari 28,98 ton Urea, 32,56 ton NPK Phonska, 8,39 ton Petroganik, dan 0,2 ton NPK Kakao.

Baca Juga : RSKD Pertiwi Perluas Layanan Adminduk Bayi Baru Lahir ke Empat Kabupaten

Ini menunjukkan antusiasme petani terhadap program penebusan terpadu yang dilaksanakan bersama produsen, pemerintah daerah, dan distributor.

Wisnu menambahan, rembuk tani ini juga menjadi media bagi Pupuk Indonesia untuk menyosialisaikan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 15 Tahun 2025 telah banyak melakukan perbaikan tata kelola penyaluran pupuk bersubsidi.

Ia pun berharap petani mengoptimalkan transformasi ini dalam rangka meningkatkan produktivitas pertanian.

Baca Juga : Takalar Diproyeksikan Jadi Pusat Ekonomi Biru, Pemkab Gandeng Unhas

Acara dibuka secara resmi oleh Bupati Takalar, Muhammad Firdaus Daeng Manye. Bupati menjelaskan kegiatan ini merupakan upaya nyata Pemerintah Daerah dalam mewujudkan swamandiri pangan melalui distribusi pupuk bersubsidi yang tepat sasaran dan efisien.

“Pemerintah menargetkan petani untuk bisa panen tiga kali dalam setahun. Maka, pemenuhan pupuk menjadi sangat penting. Kita harus pastikan pupuk tersedia agar produktivitas tidak terganggu,” ujar Bupati singkat.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Metropolitan09 Agustus 2026 19:11
PSEL Tamalanrea Terus Dipersoalkan, GERAM PLTSa: Pindahkan Lokasinya
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Ratusan warga yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Menolak PLTSa (GERAM PLTSa) kembali menggelar aksi demonstrasi menolak ...
Sulsel09 Agustus 2026 16:48
Kekeringan Melanda Sidrap, Asmo Sulsel dan FIFGroup Bantu Petani Massappa 3
Kekeringan yang melanda sejumlah lahan persawahan di Kecamatan Watang Sidenreng, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, membuat petani kesulitan mendapat...
Lifestyle09 Agustus 2026 14:18
Alasan Perusahaan Masih Membagikan Tumbler dan Tote Bag, Ternyata Ini Nilai Bisnisnya
Tumbler berlogo perusahaan, tote bag, notebook, pouch, dan berbagai barang promosi lain sudah menjadi pemandangan umum dalam acara bisnis. Barang-bara...
News09 Agustus 2026 08:45
Siasat Licik APL, Premanisme Berkedok “Petani Lada” di Hutan Lindung Loeha Raya
Hukum dan wibawa negara di kawasan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Larona benar-benar dilecehkan....