Logo Sulselsatu

Tarif Mahal dan Layanan Stagnan, Telkom Dikecam DPR dalam RDP

Asrul
Asrul

Jumat, 04 Juli 2025 10:29

Telkomsel siap ajukan banding kasus nomor cantik di PN Makassar. Foto: Istimewa.
Telkomsel siap ajukan banding kasus nomor cantik di PN Makassar. Foto: Istimewa.

SULSELSATU.com, MAKASSAR — PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk mendapat kritik tajam dari Komisi IV DPR RI dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) baru-baru ini. Sorotan publik terhadap mahalnya tarif Telkomsel dan kualitas layanan yang dinilai tidak mengalami perbaikan menjadi fokus utama perdebatan.

Anggota DPR RI asal Sulawesi Selatan dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Ismail Bachtiar, menjadi salah satu legislator yang menyampaikan kritik paling keras. Ia mempertanyakan arah transformasi digital Telkom dan menyoroti kurangnya transparansi dalam kebijakan tarif yang diterapkan.

“Mohon maaf, Telkomsel saat ini jadi operator dengan tarif tertinggi di pasar. Tapi kualitas layanannya sama saja seperti yang lain,” ujar Ismail.

Baca Juga : Telkomsel Optimalkan Jaringan Hadapi Lonjakan Trafik, Siagakan Layanan RAFI 24 Jam

Ia juga menyayangkan penurunan pendapatan Telkom sebesar 2,1 persen secara tahunan, yang menurutnya dijelaskan dengan alasan-alasan normatif.

“Direksi hanya menyebut faktor pasar. Jawaban seperti itu terlalu biasa, tidak mencerminkan perbaikan strategi,” tambahnya.

Ismail mendesak agar Telkom, khususnya Telkomsel sebagai anak usaha utama, segera melakukan evaluasi total terhadap struktur tarif dan mutu layanan. Menurutnya, audit terbuka dibutuhkan untuk mencegah potensi penyalahgunaan dominasi pasar.

Baca Juga : Telkomsel Area Pamasuka Pastikan Kesiapan Jaringan Selama Nataru, Buka 39 Posko Siaga

“Kalau memang pendapatan turun, harusnya ada langkah konkret efisiensi. Misalnya, berani menurunkan gaji direksi. Kalau itu dilakukan, kami bisa apresiasi,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menyinggung persoalan konektivitas di daerah-daerah, termasuk di wilayah pemilihannya, yang menurutnya belum menikmati infrastruktur digital secara merata. Ismail menyoroti gap besar antara data performa layanan yang disampaikan Telkom melalui dashboard internal dengan kenyataan di lapangan.

“Banyak puskesmas dan sekolah yang belum terkoneksi internet memadai. Padahal laporan Telkom menyebut semua berjalan lancar. Ini persoalan validitas data yang harus disikapi serius,” tegasnya.

Baca Juga : Ismail Bachtiar Tekankan Pesan Presiden PKS Agar Kader Fokus pada Pengabdian

Menurut Ismail, kondisi tersebut menandakan perlunya verifikasi langsung di lapangan serta pelibatan masyarakat dalam menilai performa BUMN digital terbesar Indonesia itu.

Kritik terhadap Telkom, kata Ismail, bukan semata soal tarif mahal, tetapi menyangkut kepercayaan publik terhadap transformasi digital yang tengah digalakkan. Ia menuntut langkah perbaikan nyata dalam 100 hari pertama kepemimpinan direksi baru.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Olahraga03 Agustus 2026 20:20
Stylix Padel Challenge 2026 Kalla Toyota Kembali Digelar, Diikuti 25 Komunitas dan 32 Media
Antusiasme olahraga padel terus berkembang di Makassar mendorong Kalla Toyota kembali menghadirkan Stylix Padel Challenge: Raize The Game....
Makassar03 Agustus 2026 19:01
Munafri Tawarkan Makassar sebagai Hub Investasi Indonesia Timur di Forum APINDO 2026
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menjadi pembicara dalam Business Investment Forum yang digelar di Hotel Claro ...
Makassar03 Agustus 2026 18:59
UNM Mulai Tahapan Pilrek, Panitia Dibentuk, Kandidat Mulai Mengemuka
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Pelaksana Tugas (Plt) Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM), Prof. Farida Patittingi, memastikan proses Pemilihan ...
News03 Agustus 2026 18:21
PLN Dukung Kelestarian Ekosistem Pesisir Donggala Lewat Program Konservasi Penyu
PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi melalui program PLN Peduli menyalurkan bantuan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) beru...