Logo Sulselsatu

Riset Kalla Institute Tampil di Konferensi Internasional IRSA ke-20, Tembus Top 5 Besar Nasional

Sri Wahyu Diastuti
Sri Wahyu Diastuti

Minggu, 20 Juli 2025 17:58

Tim peneliti Kalla Institute mempresentasikan hasil riset dalam The 20th IRSA International Conference. Foto: Istimewa.
Tim peneliti Kalla Institute mempresentasikan hasil riset dalam The 20th IRSA International Conference. Foto: Istimewa.

SULSELSATU.com – Tim peneliti Kalla Institute mempresentasikan hasil riset mereka dalam The 20th IRSA International Conference yang berlangsung di Universitas Diponegoro, Semarang pada 14-15 Juli 2025.

Konferensi bergengsi berkala yang diselenggarakan oleh IRSA (Indonesian Regional Science Association) mengangkat tema “Localizing Smart Economy and Infrastructure for Inclusive Growth and Sustainability” dan diikuti oleh ratusan akademik dari seluruh Indonesia.

Riset tim Kalla Institute berhasil masuk 5 besar nasional dari 300 judul penelitian berbagai kampus lainnya dalam ajang kompetitif “Decarbonization for Development (DfD) Lab 2024” dari CSIS (Centre for Strategic and International Studies).

Baca Juga : Kalla Beton Jadi Mitra Proyek IKN, Suplai U-Ditch dan Ready Mix untuk KIPP

Konferensi IRSA sendiri didukung oleh The Asia Foundation, Australian National University – Indonesia Project, KONEKSI (Knowledge Partnership Platform Australia–Indonesia), dan CSIS Indonesia.

Tim peneliti yang terdiri dari Habib Muhammad Shahib, Rahmat Syarif, Muhammad Chaerul dari Universitas Fajar dan Nadya Daulay dari CSIS memaparkan temuan tentang tren pelaporan kebijakan dekarbonisasi oleh pemerintah daerah.

“Temuan kami menunjukkan bahwa tingkat pengungkapan rencana dekarbonisasi secara signifikan lebih tinggi di daerah yang menghadapi konflik sosio-lingkungan yang menjadi konsen publik luas,” jelas Habib selaku ketua tim peneliti.

Baca Juga : MaRI Resmi Mulai Perluasan Mal dan Bangun Apartemen, Target Selesai 2028

Riset ini menjadi bukti nyata komitmen Kalla Institute dalam mengembangkan penelitian yang tidak hanya relevan secara akademis, tetapi juga relevan terhadap isu kebijakan public dan pembangunan berkelanjutan hingga mampu bersaing dan mendapatkan pengakuan dari lembaga kajian publik terkemuka.

“Ini menandakan bahwa pelaporan sering kali didorong oleh kebutuhan untuk menjaga legitimasi pemerintah di tengah sorotan publik, bukan karena inisiatif internal yang murni,” lanjut Rahmat syarif.

Sebagai institusi pendidikan tinggi yang berkomitmen mencetak sumber daya unggul dan inovatif, Kalla Institute terus mendorong dosen dan mahasiswanya untuk menghasilkan riset yang berdampak. Dengan pendekatan kolaboratif, relevan, dan solutif, Kalla Institute berupaya menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan dan ekonomi hijau di Indonesia.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

News03 Mei 2026 21:45
23 Tahun Luwu Timur: Harmoni Pertumbuhan, Industri, dan Keberlanjutan dari Timur Indonesia
Memasuki usia ke-23, Luwu Timur tidak sekadar merayakan perjalanan administratif sejak pemekaran, tetapi menunjukkan transformasi nyata, dari kawasan ...
Sulsel03 Mei 2026 20:21
Tasming Hamid Optimistis CFN dan CFD Dongkrak Ekonomi Lokal di Kawasan Mattirotasi Baru
SULSELSATU.com, PAREPARE – Pelaksanaan Car Free Day (CFD) dan Car Free Night (CFN) di kawasan Jalan Mattirotasi Baru kembali menjadi magnet bagi...
Pendidikan03 Mei 2026 20:05
Ramli Rahim Apresiasi Pelaksanaan Mubes IKA Unhas Berakhir Riang Gembira
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Musyawarah Besar (Mubes) Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin (IKA Unhas) telah berakhir. Mubes 2026 ditutup dalam su...
Hukum03 Mei 2026 17:52
Buruh Pria di Makassar Dihajar Mahasiswa gegara Motor Bersenggolan
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Seorang buruh pria AGB (47) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) dihajar oleh seorang mahasiswa berinisial MAS...