SULSELSATU.com, MAKASSAR – Industri pengolahan di Sulsel diproyeksikan akan mengalami penurunan pada triwulan ketiga 2025.
Hal tersebut disampaikan kepada Bank Indonesia (BI) dalam Sulsel Talk 2025 dengan tema Mendorong Akselerasi Ekonomi Sulsel di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global di Kantor Perwakilan BI Sulsel, Makassar, Selasa (12/8/2025).
Kepala BI Sulsel Rizki Ernadi Wimanda mengatakan, industri pengolahan di Sulsel pada triwulan ketiga 2025 diprediksi akan turun.
Baca Juga : Dibina Rewako, Raja Madu Sulawesi Kini Tembus Pasar Global
“Kondisi ini tidak hanya berlangsung di Sulsel, tapi produsen nikel di Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Maluku Utara mengalami hal yang sama. Kelebihan suplay, harga turun, sementara biaya produksi tinggi,” ujar Rizki kepada media.
Selanjutnya, Rizki menjelaskan, sejumlah smelter yang ada di Sulsel jika tidak beroperasi akan memengaruhi perekonomian.
“Industri pengolahan turun, performa nikel juga mengalami perlambatan sehingga banyak tenaga kerja yang dirumahkan,” kata Rizki.
Baca Juga : Dukung Kajian IMTI 2026, BI Sulsel Dorong Penguatan Pariwisata Ramah Muslim
Tidak hanya industri pengolahan yang mengalami penurunan, sektor pertanian juga mengalami penurunan akibat dari berakhirnya masa panen.
Selanjutnya, untuk menjaga pertumbuhan ekonomi tetap berada di posisi aman, Rizki menyebutkan perlunya melakukan pengoptimalan untuk sektor pertanian yang didalamnya ada perikanan, perkebunan, dan tanaman pangan.
Pada triwulan ketiga kedua ini, ekonomi Sulsel berada diangka 4,94 persen.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar