Logo Sulselsatu

Menjaga Towuti: Biodiversitas sebagai Penopang Kehidupan

Sri Wahyu Diastuti
Sri Wahyu Diastuti

Kamis, 28 Agustus 2025 19:03

Prof. Dr. Ir. Siti Halimah Larekeng. Foto: Istimewa.
Prof. Dr. Ir. Siti Halimah Larekeng. Foto: Istimewa.

Prof. Dr. Ir. Siti Halimah Larekeng, SP, MP
Ketua Puslitbang Natural Heritage & Biodiversity, LPPM Universitas Hasanuddin

SULSELSATU.com – Sebagai akademisi yang meneliti biodiversitas selama puluhan tahun, saya memandang setiap insiden lingkungan bukan hanya sebagai peristiwa teknis, melainkan juga sebagai pengingat betapa rapuh sekaligus berharganya ekosistem yang menopang kehidupan kita.

Kebocoran pipa minyak di kawasan Towuti, Luwu Timur, menjadi salah satu contoh nyata bagaimana aktivitas manusia harus senantiasa ditimbang terhadap keseimbangan alam.

Baca Juga : Pegadaian Kanwil VI Beri Beasiswa untuk 11 Mahasiswa Unhas

Dalam kasus ini, langkah cepat PT Vale Indonesia bekerja sama dengan Pusat Penelitian dan Pengembangan Natural Heritage & Biodiversity Universitas Hasanuddin adalah hal yang patut diapresiasi.

Tim kami segera diturunkan ke lokasi, membawa mandat bukan hanya untuk mengukur kerusakan, tetapi juga untuk memahami dinamika ekologis secara komprehensif.

Sejak 2019, kami telah melakukan long-term biodiversity monitoring di kawasan hutan Towuti, baik di area alami maupun konsesi tambang.

Baca Juga : Tim Pengabdian Unhas Edukasi UMKM Perempuan Minasa Upa Pemasaran Berbasis AI

Basis data ini menjadi kunci: memungkinkan kami membandingkan kondisi flora, fauna, dan bahkan mikroorganisme sebelum dan sesudah insiden. Dengan demikian, analisis dampak dapat dilakukan berbasis bukti, bukan sekadar persepsi.

Biodiversitas ibarat denyut nadi bagi ekosistem. Kehadiran spesies pionir yang tumbuh di lahan bekas tambang, hingga keberlangsungan flora endemik Sulawesi, memberi sinyal tentang tingkat resiliensi alam. Namun, setiap kontaminasi sekecil apapun berpotensi mengganggu rantai ekologis ini.

Oleh karena itu, survei awal kami akan fokus pada beberapa indikator:
• Kondisi vegetasi (apakah terjadi stres fisiologis atau penurunan keanekaragaman).
• Keberadaan fauna kunci seperti burung endemik atau serangga penyerbuk.
• Kualitas air dan mikroba akuatik, mengingat ekosistem perairan Towuti merupakan penyangga kehidupan masyarakat setempat.

Baca Juga : LPS Gandeng Unhas Perkuat Literasi Keuangan dan Kompetensi Generasi Muda di Makassar

Dari pengalaman sebelumnya, kami melihat bahwa langkah-langkah konservasi yang konsisten seperti reklamasi lahan dan rehabilitasi hutan yang mampu meningkatkan biodiversitas di area yang terdampak aktivitas manusia.

Tumbuhnya tanaman endemik di area rehabilitasi Vale adalah salah satu bukti bahwa pemulihan ekologi bukan sekadar wacana, melainkan sesuatu yang bisa diukur.

Insiden di Towuti memang menjadi tantangan, namun juga peluang untuk memperkuat komitmen lintas pihak. Sains, pemerintah, masyarakat, dan industri harus berjalan seiring, memastikan pemulihan yang tidak hanya mengembalikan kondisi, tetapi juga memperkuat ketahanan ekosistem jangka panjang.

Baca Juga : Kembangkan Potensi Talenta Lokal, PT Vale Terima Mahasiswa Kerja Praktik di Area Operasional

Sebagai ilmuwan, saya meyakini bahwa edukasi publik adalah bagian dari solusi. Biodiversitas bukan istilah abstrak; ia adalah fondasi pangan, air bersih, dan udara yang kita hirup.

Peristiwa di Towuti harus menjadi pelajaran bersama: bahwa menjaga alam berarti menjaga kehidupan kita sendiri.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Makassar02 November 2026 21:18
Pelindo Distribusikan Air Bersih ke 8 Kelurahan di Makassar
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 menyalurkan bantuan air bersih kepada warga di delapan kelurahan yang tersebar di Kecamatan Tallo dan Ujun...
Olahraga02 November 2026 19:04
Fazzio Youth Festival 2026 Berakhir, Ini Daftar Pemenangnya
Sejumlah sekolah di Makassar berhasil meraih gelar juara dalam Fazzio Youth Festival (FYF) 2026 yang digelar PT Suracojaya Abadimotor (SJAM) di GOR Un...
Makassar02 November 2026 16:52
Aset Keuangan Syariah Tembus Rp3.300 Triliun, OJK Siapkan Strategi Penguatan
Industri keuangan syariah Indonesia terus menunjukkan perkembangan di tengah ketidakpastian ekonomi global....
Ekonomi02 November 2026 16:25
PLN Bantu 25 Perempuan Pesisir Paotere Kembangkan Usaha Kerajinan Sisik Ikan
PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sulawesi (UIP Sulawesi) membantu meningkatkan kapasitas usaha Kelompok Perempuan Pesisir Paotere melalui progr...