SULSELSATU.com, MAKASSAR – Kasus yang menimpa selebgram NR memasuki babak baru setelah sang ibu, Andi Sri Rahayu, mengungkap adanya figur berinisial CD yang disebut-sebut sebagai “pencabut nyawa polisi” dan diduga terlibat dalam kebocoran hasil visum dari RS Bhayangkara Makassar.
Andi Ayu sapannya mengaku mendapat informasi langsung dari seorang oknum polisi saat melaporkan kasus penyerobotan di Polrestabes Makassar.
“Saya mendengar langsung dari seorang oknum polisi bahwa Saudara CD, yang disebut sebagai ‘pencabut nyawa polisi’, memiliki pengaruh besar untuk memengaruhi mutasi atau penempatan polisi. Hal ini menimbulkan kekhawatiran bagi kami. Oleh karena itu, kami meminta gelar perkara khusus di Polrestabes Makassar agar penyelidikan berjalan transparan,” ujarnya kepada wartawan di Makassar pada Jumat (29/8/2025).
Baca Juga : Pengacara Selebgram NR Somasi RS Bhayangkara dan Laporkan Puluhan Akun Medsos ke Polisi
Selain itu, Andi Ayu menyoroti laporan Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) yang ia ajukan di Polrestabes Makassar. Ia menilai proses visum di RS Bhayangkara justru mencederai keadilan karena hasil pemeriksaan medis anaknya bocor ke publik.
“Foto visum anak saya tersebar di media sosial, disertai rumor dan berita yang seolah dirancang untuk menyudutkan anak saya. Kami menduga ada keterlibatan Saudara CD, karena inisial ‘NR’ yang digunakan dalam rumor itu merupakan panggilan khusus yang hanya digunakan oleh CD saat masih berhubungan dengan anak saya,” jelasnya.
Andi Ayu juga menyinggung peristiwa di ruang pemeriksaan saat visum dilakukan. Menurutnya, ada tiga hingga empat orang di ruangan, termasuk seorang pria yang disebut dokter serta beberapa petugas perempuan. Ia sempat mempertanyakan alasan anaknya difoto dalam kondisi sensitif.
Baca Juga : Apdesi Sulsel Gelar Simulasi Makan Siang Bergizi di Makassar, Dukung Program Nasional Prabowo Subianto
“Dokter menjelaskan bahwa foto diambil untuk keperluan visum dan menjamin tidak akan bocor. Namun, foto itu akhirnya tersebar. Saat itu tidak ada polisi di ruangan, hanya petugas rumah sakit,” terang Andi saat sesi tanya jawab dengan media.
Akibat kebocoran tersebut, NR dikatakan mengalami trauma berat hingga tiga kali mencoba bunuh diri.
“Kami merasa seperti semut melawan gajah. Tapi saya percaya Bapak Kapolri dan Kapolda Sulsel akan memberikan keadilan,” tambahnya.
Baca Juga : VIDEO: Terekam CCTV, Selebgram Ari Pratama Sempat Minta Tolong ke Resepsionis
Andi Ayu menegaskan bahwa permintaan maaf dari pihak rumah sakit tidak cukup. Ia menuntut jawaban jelas atas poin-poin somasi yang telah disampaikan termasuk mengungkap dalangnya sehingga bisa bocor ke publik.
Pihaknya juga mendesak aparat kepolisian memastikan proses hukum berjalan transparan tanpa intervensi pihak manapun.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar