Logo Sulselsatu

Gandeng DKPTO, DJKI Perkuat Kolaborasi Paten Melalui Pelatihan Pemeriksa Paten

Asrul
Asrul

Selasa, 02 September 2025 22:08

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, JAKARTA – Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum kembali memperkuat kerja sama dengan Danish Patent and Trademark Office (DKPTO) melalui penyelenggaraan Pelatihan Pemeriksa Paten secara daring.

Kegiatan yang berlangsung pada 1 September 2025 ini merupakan bagian dari komitmen bilateral antara Indonesia dan Denmark untuk memajukan sistem kekayaan intelektual (KI), khususnya di bidang paten.

Pelatihan ini merupakan kelanjutan dari kegiatan serupa yang telah sukses dilaksanakan pada Juni 2025. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kemampuan para pemeriksa paten di Indonesia, seiring dengan dinamika peraturan dan teknologi global.

Baca Juga : Kanwil Kemenkum Sulsel Ajak Publik Pahami Fungsi Jaminan Fidusia

Dalam sambutannya, Direktur Paten, Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu (DTLST), dan Rahasia Dagang (RD) Sri Lastami, menyampaikan pentingnya peran pemeriksa paten dalam keberlangsungan sistem kekayaan intelektual (KI).

“Pemeriksa paten berada di garda terdepan untuk memastikan sistem paten yang adil dan kredibel. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas seperti ini sangat penting agar mereka siap menghadapi tantangan global yang semakin kompleks,” ujar Sri Lastami.

Lastami melanjutkan bahwa pada pelatihan kali ini, cakupan topik yang dibahas antara lain praktik pemeriksaan paten di DJKI dan DKPTO, metodologi pemeriksaan, penilaian kebaruan, serta manajemen mutu. Lastami juga menekankan pentingnya interaksi dua arah dalam pelatihan ini.

Baca Juga : Perayaan Natal Oikumene 2026, Kakanwil Kemenkum Sulsel Dorong Semangat Kebersamaan dalam Pelayanan Publik

“Saya mendorong para pemeriksa paten DJKI untuk tidak hanya belajar, tetapi juga berani berbagi pengalaman yang telah kita kembangkan di Indonesia. Dengan demikian, pelatihan ini bukan hanya wadah pembelajaran, tetapi juga ruang komunikasi untuk membangun pemahaman bersama,” tambahnya.

Menanggapi kegiatan pelatihan tersebut, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Selatan, Andi Basmal, mengapresiasi inisiatif kolaborasi internasional dalam penguatan sistem paten Indonesia.

Menurutnya, kerja sama dengan Denmark yang memiliki reputasi baik dalam pengelolaan kekayaan intelektual akan memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas pelayanan paten di Indonesia, termasuk di wilayah Sulawesi Selatan.

Baca Juga : Prestasi Pengelolaan Anggaran, Kanwil Kemenkum Sulsel Terbaik IKPA TA 2025

“Pelatihan semacam ini sangat strategis untuk meningkatkan kompetensi para pemeriksa paten kita. Di Sulsel, kami melihat potensi besar dari berbagai inovasi teknologi dan penelitian yang dihasilkan perguruan tinggi dan industri lokal. Dengan pemeriksa yang lebih kompeten, proses pemeriksaan paten akan semakin berkualitas dan dapat mendorong lebih banyak inventor untuk melindungi karyanya,” ujar Andi Basmal.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Nasional24 Agustus 2026 18:10
PT Vale Kirim Bantuan Kebutuhan Pokok dan Obat-obatan untuk Korban Bencana NTT
PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan tersebut berup...
News24 Agustus 2026 17:59
Komunitas Honda CBR Ambon Kopdar dan City Rolling, Kampanyekan #Cari_Aman
Sekitar 15 anggota komunitas Honda CBR di Kota Ambon mengikuti kopdar dan city rolling yang digelar Dealer Aneka Motor Ambon...
Opini24 Agustus 2026 17:03
OPINI: Siap Mengawal Anggaran Pengangkatan PPPK Menjadi ASN
Oleh: Kamrussamad (Juru Bicara Partai Gerindra) Sehari setelah peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, pemerintah dan DPR menyepakati ara...
Sulsel24 Agustus 2026 17:01
KKI 2026 Buka Peluang Ekspor, UMKM Sulsel Kantongi Potensi Transaksi Rp380,75 Juta
Tujuh usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) asal Sulawesi Selatan membukukan potensi transaksi ekspor lebih dari Rp380,75 juta melalui Business Matc...