Logo Sulselsatu

Wali Kota Munafri Dampingi Jusuf Kalla Letakkan Batu Pertama Gedung Baru RS Faisal

Muh Jahir Majid
Muh Jahir Majid

Senin, 22 September 2025 12:57

Peletakan batu pertama RS Islam Faisal. Foto: Istimewa.
Peletakan batu pertama RS Islam Faisal. Foto: Istimewa.

SULSELSATU.com MAKASSAR – Upaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Kota Makassar terus digalakkan.

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan medis di setiap fasilitas kesehatan.

Dengan sarana dan prasarana yang dimiliki, RS Islam Faisal diharapkan mampu memberikan layanan yang semakin baik kepada masyarakat, di era modern saat ini, rumah sakit perlu bertransformasi mengoptimalkan pelayanan pasien secara menyeluruh.

Baca Juga : Kalla Transport & Logistics Raih Tiga Penghargaan Toyota

Pesan tersebut disampaikan Munafri saat mendampingi Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Muhammad Jusuf Kalla, dalam prosesi peletakan batu pertama pembangunan gedung baru RS Islam Faisal, Jl. AP Pettarani, Kecamatan Rappocini, Makassar, Senin (22/9/2029).

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran Kalla Group atas inisiasi pembangunan gedung baru Rumah Sakit Islam (RSI) Faisal.

Menurutnya, proyek ini menjadi harapan besar bagi peningkatan kualitas kesejahteraan masyarakat Makassar, khususnya dalam layanan kesehatan yang menjadi fokus utama pemerintah kota.

Baca Juga : Kalla Beton Perluas Kolaborasi Industri Infrastruktur di Konferensi Regional Teknik Jalan ke-16

“Pembangunan RS Faisal ini bukan sekadar menambah bangunan fisik di Makassar, tetapi merupakan proses pembentukan dan penguatan kualitas layanan kesehatan yang ada di kota ini,” kata Munafri saat memberikan sambutan pada groundbreaking pembangunan RS Islam Faisal.

Munafri memaparkan, saat ini di Kota Makassar terdapat 53 rumah sakit, yang terdiri atas 31 rumah sakit ibu dan anak, 14 rumah sakit khusus, serta sejumlah rumah sakit yang dimiliki oleh berbagai instansi, termasuk Kementerian Perhubungan dan Kementerian Agama.

Sehingga, kehadiran RS Islam Faisal, lanjutnya, diharapkan menjadi sinergi yang baik antara pemerintah kota dan pihak swasta untuk bersama-sama meningkatkan mutu layanan kesehatan.

Baca Juga : LAZ Hadji Kalla Dampingi Enam Kelompok UMKM di Bone Perkuat Legalitas

“Kami sangat berkomitmen mendukung pembangunan ini. Apa pun yang bisa kami bantu, baik dari sisi prosedur administrasi maupun perizinan, akan kami support dengan sebaik-baiknya,” tutur Appi.

“Jika ada hal yang perlu kami intervensi, silakan disampaikan, agar proses pembangunan bisa berjalan lancar,” lanjutanya.

Munafri juga menekankan pentingnya keberadaan RS Islam Faisal sebagai salah satu alternatif pusat rujukan kesehatan di Kawasan Indonesia Timur.

Baca Juga : Mahasiswa Kalla Institute Juara 1 SEAHAWK 2026 di Malaysia

Dimana, eksistensi rumah sakit ini diyakini akan menambah ketersediaan tenaga medis dan membuka lapangan kerja baru, sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat sekitar.

“Kami berharap pembangunan RS Islam Faisal dapat selesai sesuai target waktu dan segera memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat Kota Makassar,” tutupnya.

Diketahui, RS Islam Faisal sendiri pertama kali diresmikan pada 24 September 1980 dan berdiri di atas lahan seluas 44.632 meter persegi dengan luas bangunan awal sekitar 4.400 meter persegi.

Baca Juga : MaRIConnected Hadirkan 26 KOL Sambut HUT ke-26 MaRI

Kini, rumah sakit tersebut terus melakukan renovasi dan pengembangan, termasuk pembangunan gedung baru setinggi delapan (8) lantai untuk menambah kapasitas dan meningkatkan mutu pelayanan.

Dalam upaya mewujudkan visi sebagai rumah sakit profesional dan menjadi pilihan utama masyarakat, RS Islam Faisal kini berada di bawah naungan kerja sama dengan PT Kalla Group yang turut mendukung pengembangan layanan kesehatan di Makassar.

Dalam sambutannya saat groundbreaking pembangunan RS Islam Faisal, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia, Muhammad Jusuf Kalla (JK), mengisahkan sejarah awal berdirinya rumah sakit tersebut.

Menurutnya, RS Islam Faisal lahir dari program Sehat Ulama, sebuah inisiatif sosial untuk melayani para ulama yang kala itu banyak menghadapi masalah kesehatan serius.

“Dulu, pendiri rumah sakit ini dimulai dari semangat sosial. Kita berusaha menolong para ulama yang sakit,” jelasnya.

“Namun seiring perkembangan zaman, layanan kesehatan berubah dari semata-mata usaha sosial menjadi bisnis sosial,” tambah JK.

JK, mengajak seluruh pihak untuk menyiapkan manajemen dan pelayanan yang modern dalam pengelolaan rumah sakit, termasuk RS Islam Faisal Makassar yang kini memasuki tahap pembangunan gedung baru.

Ia menekankan bahwa kemajuan teknologi dan meningkatnya kebutuhan pasien kini menimbulkan persaingan besar di dunia layanan kesehatan.

Karena itu, rumah sakit harus dikelola dengan manajemen bisnis yang kuat, didukung tenaga medis profesional dan peralatan kesehatan modern.

“Perbaikan mutu layanan kesehatan hanya bisa dihadapi dengan sistem manajerial yang baik dan visi yang jauh ke depan. Tidak mungkin lagi kita mengandalkan cara-cara lama,” tegasnya.

JK mencontohkan bagaimana Singapura dan Malaysia, mampu menjadi destinasi utama layanan kesehatan di Asia Tenggara.

Banyak pasien Indonesia yang memilih berobat ke luar negeri, padahal sebagian dokter Malaysia dulunya menempuh pendidikan di Indonesia.

Lanjut dia, ang membuat mereka maju bukan hanya dokternya, tetapi sistem, manajemen, dan fasilitasnya.

“Itu yang harus kita tiru. Kita harus menyiapkan rumah sakit dengan standar layanan layaknya hotel dan manajemen penerbangan terbaik,” imbuh tokoh karimatik asal Sulsel itu.

Menurut JK, RS Islam Faisal harus memanfaatkan pembangunan gedung barunya sebagai momentum untuk bertransformasi menjadi rumah sakit rujukan modern di Kawasan Indonesia Timur, sekaligus memberikan layanan kesehatan yang setara dengan standar internasional.

“Kesehatan tetap menjadi tujuan utama, tetapi di balik itu harus ada manajemen bisnis yang kuat agar rumah sakit bisa bersaing,” tutup JK.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Penulis : Andi Baso Mappanyompa
Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Hukum05 November 2026 23:08
Dikawal LBH Anak Rakyat, Santunan Rp150 Juta Ahli Waris Awak Kapal Tuntas Dibayar
SULSELSATU, MAKASSAR – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Anak Rakyat sukses mengawal pemenuhan santunan sebesar Rp150 juta kepada ahli waris almarhum ...
Politik05 November 2026 21:18
Bedah Pemikiran Tjokroaminoto dan Ali Shari’ati, PKB Rumuskan Sosialisme ala Indonesia
SULSELSATU.com, MAKASSAR — Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mulai mengkaji konsep sosialisme Islam sebagai salah satu gagasan untuk membangun sistem ...
Bisnis05 November 2026 19:45
Kalla Transport & Logistics Raih Tiga Penghargaan Toyota
Kalla Transport & Logistics meraih tiga penghargaan dalam ajang Facing Depot Annual Meeting & Logistic Partner Annual Meeting 2026 yang disele...
Ekonomi05 November 2026 19:01
OJK Luncurkan Tiga Pedoman Produk Perbankan Syariah
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meluncurkan tiga pedoman produk perbankan syariah untuk memperkuat pembiayaan sektor riil, termasuk kebutuhan usaha dan r...