Logo Sulselsatu

PKR Unhas dan BRIN Gagas Rumah Singgah Induk Rajungan di Pangkep

Asrul
Asrul

Kamis, 02 Oktober 2025 21:40

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Pusat Kolaborasi Riset (PKR) Kepiting Berkelanjutan Universitas Hasanuddin bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema Inisiasi Pembentukan Rumah Singgah Induk Rajungan (RUSIRA) untuk Mendukung Program Stock Enhancement Rajungan Secara Berkelanjutan.

Kegiatan ini berlangsung di Ruang Pola Bundar Rumah Jabatan Bupati Pangkep, Kamis (2/10/2025).

Ketua panitia, Dr Rachmat Hidayah, menjelaskan bahwa FGD ini melibatkan Unhas, BRIN, Dinas Kelautan dan Perikanan Sulsel, penyuluh perikanan, serta kelompok nelayan. Menurutnya, kolaborasi lintas pihak sangat penting karena nelayan merupakan garda terdepan dalam menjaga keberlanjutan populasi rajungan.

Baca Juga : Sosialisasi SNPMB di Toraja, Unhas Ingatkan Siswa Waspadai Janji Kelulusan

Bupati Pangkep, Dr Muhammad Yusran Lalogau, dalam sambutannya menyoroti praktik penangkapan induk kepiting yang belum bertelur. Ia mengingatkan dampak jangka panjang eksploitasi berlebihan tersebut terhadap ketersediaan rajungan di masa depan.

“Padahal ini induk kepiting belum bertelur tapi sudah ditangkap. Mungkin sekarang kita masih bisa menikmati kepiting, tapi kita tidak tahu apakah anak dan cucu kita masih bisa merasakan hal yang sama,” ujar Yusran.

Pada sesi sosialisasi, Prof Yushinta Fujaya memaparkan konsep Rumah Singgah Induk Rajungan sebagai inovasi untuk menyelamatkan populasi rajungan yang kini terancam overfishing.

Baca Juga : Rektor Unhas Tegaskan SNPMB 2026 Lebih Selektif demi Kualitas Pendidikan

“Ciri-ciri overfishing yaitu rajungan yang didapat semakin kecil. Beberapa perairan di Indonesia sudah mengalami kondisi ini. Kalau tidak ada upaya penyelamatan, lima tahun ke depan populasi rajungan bisa habis,” kata Prof Yushinta.

Menurutnya, menghentikan penangkapan rajungan secara total bukanlah solusi, sebab hal itu menyangkut mata pencaharian masyarakat. Karena itu, perlu ada intervensi ilmu pengetahuan yang dapat menjaga populasi rajungan sekaligus memberi manfaat ekonomi bagi nelayan.

Konsep Crab Sanctuary atau Suaka Kepiting menjadi tawaran solusi. Program ini terdiri dari tiga pilar utama. Pertama, rumah singgah induk kepiting, yaitu tempat nelayan membawa kepiting bertelur. Setelah menetas, larva dilepas kembali ke laut, sedangkan induknya dapat dikembalikan atau dibeli oleh pengelola rumah singgah.

Baca Juga : Pilrek Unhas 2026–2030, Prof Jamaluddin Jompa Unggul Mutlak

Kedua, rumah belajar nelayan, yang berfungsi sebagai pusat pelatihan dan edukasi tentang teknik tangkap ramah lingkungan dan budidaya rajungan.

Ketiga, kawasan edukasi dan wisata lingkungan yang diharapkan dapat menjadi sumber pendanaan untuk konservasi.

“Nanti kami libatkan ahli pariwisata dari Unhas atau BRIN untuk membantu mengelola kawasan ini sebagai destinasi edukasi,” jelas Prof Yushinta yang juga Ketua PKR Kepiting Berkelanjutan Unhas.

Baca Juga : Pemilihan Rektor Unhas periode 2026–2030 Digelar di Jakarta pada 14 Januari

Dengan adanya program ini, diharapkan keberlanjutan rajungan tetap terjaga, nelayan mendapat manfaat ekonomi, dan masyarakat bisa ikut serta dalam pelestarian sumber daya laut.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Video02 Februari 2026 23:12
VIDEO: Pantai Bali Penuh Sampah, Prabowo Tegur Kepala Daerah
SULSELSATU.com – Presiden Prabowo Subianto menyindir Gubernur Bali I Wayan Koster terkait kondisi pantai di Bali yang kotor oleh sampah. Menurut...
Video02 Februari 2026 21:42
VIDEO: Presiden Prabowo Resmi Buka Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026
SULSELSATU.com – Presiden Prabowo Subianto resmi membuka Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di SICC, Bogor, Senin (2/2/2026). Rakornas in...
Makassar02 Februari 2026 19:01
Hotel Royal Bay Makassar Hadirkan “Nostalgia Ramadhan” dengan Dekorasi Pos Kamling dan Sepeda Ontel
SULSELSATU.com MAKASSAR – Menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H, Hotel Royal Bay Makassar resmi meluncurkan paket buka puasa tahunan bertajuk �...
Pendidikan02 Februari 2026 18:54
Unismuh Makassar Dorong Kerja Sama Internasional Berbasis Program, Gandeng Lima Kampus di Kawasan ASEAN
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menegaskan kerja sama internasional tidak boleh berhenti pada penandatang...