SULSELSATU.com, MAKASSAR – Sekolah Islam Athirah menegaskan komitmennya terhadap pendidikan karakter melalui penerapan budaya sekolah yang positif.
Salah satu bentuk nyata komitmen tersebut diwujudkan dalam kegiatan pembiasaan bertajuk “Sapa Pagi”.
Setiap harinya, para guru dan pegawai sekolah menyambut kedatangan siswa dengan salam, senyum, dan sapaan.
Baca Juga : New Veloz Hybrid EV Dongkrak Penjualan Toyota di Segmen Low MPV
Kegiatan itu bukan sekadar tradisi penyambutan, melainkan bagian dari strategi pembentukan karakter dan iklim sekolah yang inklusif.
Wakil Direktur Sekolah Islam Athirah Wilayah Bukit Baruga Mas Aman Uppi mengatakan, kegiatan tersebut diterapkan di seluruh unit Sekolah Islam Athirah, mulai dari jenjang TK hingga SMA.
Menurutnya, pendekatan yang menitikberatkan pada relasi sosial dan emosional ini terbukti efektif memperkuat karakter siswa.
Baca Juga : Penjualan Kendaraan Hybrid Kalla Toyota Naik 137 Persen
“Kita ingin membangun kedekatan dengan siswa. Selain karakter, ada beberapa hal yang diharapkan terbentuk lewat Sapa Pagi, seperti semangat belajar dan rasa percaya diri. Anak-anak yang merasa disambut dengan baik akan lebih siap mengikuti pembelajaran dan berinteraksi secara positif,” katanya, Kamis (9/10/2025).
Pendekatan tersebut sejalan dengan prinsip pendidikan holistik yang diterapkan Sekolah Islam Athirah, yakni mengembangkan potensi siswa secara menyeluruh dibidang akademik, spiritual, dan sosial emosional.
Melalui Sapa Pagi, sekolah berupaya menciptakan lingkungan yang mendorong tumbuhnya rasa nyaman, keterhubungan, dan tanggung jawab bersama.
Baca Juga : Toyota Serbu di TSM Makassar, Kalla Toyota Siapkan Promo dan 74 Hadiah
Kepala SD Islam Athirah Bukit Baruga Taswil menjelaskan, kegiatan ini dilaksanakan secara konsisten setiap pagi sebelum proses pembelajaran dimulai.
Ia menilai, suasana positif yang tercipta dari interaksi sederhana ini berdampak langsung pada motivasi belajar siswa.
“Melalui pembiasaan ini, kami ingin menanamkan nilai sopan santun dan semangat belajar sejak awal hari. Siswa yang disambut dengan ramah biasanya lebih bersemangat dan fokus dalam mengikuti pelajaran,” jelasnya.
Baca Juga : Bukit Baruga Kembangkan Urban Farming Terintegrasi, Berpeluang Jadi Percontohan di Makassar
Taswil menambahkan, Sapa Pagi juga menjadi sarana efektif dalam membangun komunikasi dua arah antara guru dan siswa.
“Kami bisa mengetahui kondisi emosional siswa sejak mereka datang. Hal ini membantu guru memberikan pendekatan yang tepat selama pembelajaran berlangsung,” tambahnya.
Dengan penerapan pembiasaan sederhana ini, Sekolah Islam Athirah berupaya menghadirkan praktik pendidikan yang menekankan keseimbangan antara pengetahuan dan pembentukan karakter.
Baca Juga : Kalla Toyota Padukan Kearifan Lokal dan Kepedulian Lingkungan di Hari Pelanggan Nasional
Melalui Sapa Pagi, nilai-nilai islami seperti ramah, peduli, dan menghormati sesama diwujudkan secara konkret dalam aktivitas sehari-hari di lingkungan sekolah.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar