SULSELSATU.com – Ahli biokimia Lance Seefeldt dari Utah State University telah mengembangkan metode baru yang memungkinkan tanaman untuk mengubah nitrogen dari udara menjadi pupuk.
Melalui teknologi ini, tanaman dapat menghasilkan nitrogen sendiri tanpa bergantung pada pupuk kimia sintetis yang memerlukan bahan bakar fosil.
Metode ini melibatkan modifikasi genetik pada tanaman sereal seperti jagung dan padi, dengan menambahkan gen baru ke dalam mitokondria dan kloroplas mereka.
Baca Juga : Pupuk Indonesia Dorong Peningkatan Serapan Pupuk Subsidi Organik di Kabupaten Gowa
Hasilnya, tanaman mampu menghasilkan energi yang cukup untuk mendukung proses fiksasi nitrogen, yang biasanya dilakukan oleh bakteri.
Penemuan ini berpotensi mengatasi masalah produksi pangan global di tengah ledakan populasi dan ketergantungan pada pupuk impor, terutama di wilayah seperti Afrika Sub-Sahara yang kekurangan infrastruktur pupuk.
Selain itu, teknologi ini juga mengurangi jejak karbon, karena hampir 2 persen dari bahan bakar fosil dunia digunakan untuk pembuatan pupuk kimia.
Baca Juga : Pupuk Indonesia Dorong Petani Bone Pakai Pupuk Organik Petroganik Tingkatkan Produksi Padi
“Metode ini memungkinkan kita untuk menikmati pasokan pangan yang melimpah dan stabil tanpa dampak lingkungan yang besar,” kata Seefeldt dikutip dari Molanewsid.
Teknologi ini bukan hanya memperbaiki produktivitas pangan, tetapi juga membantu menciptakan sistem pertanian yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Penulis: Nur Hafila (Mahasiswa PPL Jurusan Jurnalistik UIN Alauddin Makassar)
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar