Logo Sulselsatu

Awal Operasi Bahodopi Dorong Kinerja Kuat PT Vale Triwulan Ketiga 2025

Sri Wahyu Diastuti
Sri Wahyu Diastuti

Jumat, 31 Oktober 2025 13:38

Area operasional PT Vale di Luwu Timur. Foto: Istimewa.
Area operasional PT Vale di Luwu Timur. Foto: Istimewa.

SULSELSATU.com, JAKARTAPT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) mencatat kinerja operasional dan keuangan triwulan ketiga tahun 2025 (3T25) serta periode sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2025 (9M25).

PT Vale mencatat kemajuan yang solid di seluruh operasinya selama triwulan ini, didukung oleh peningkatan kinerja produksi dan keberhasilan dimulainya operasi di lokasi Bahodopi.

Produksi nikel dalam matte mencapai 19.391 metrik ton, meningkat 4 persen dibandingkan triwulan sebelumnya. Untuk sembilan bulan pertama 2025, total produksi mencapai 54.975 metrik ton, naik 4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca Juga : PT Vale Perkuat ESG 2025, Investasi Lingkungan Tembus US$43,79 Juta

Hasil yang membaik ini mencerminkan perencanaan pemeliharaan yang proaktif oleh Perseroan di awal tahun, yang memungkinkan proses produksi berjalan lebih lancar dan efisien di paruh kedua tahun ini.

Selain operasi utama nikel matte, PT Vale juga memperkuat portofolio komersialnya dengan penjualan perdana bijih nikel saprolit dari Blok Bahodopi dan Pomalaa.

Pengiriman yang direncanakan pada triwulan keempat, namun tambang Bahodopi berhasil melakukan lebih awal pada Juli 2025.

Baca Juga : PT Vale Operasikan Tiga Blok Tambang, Perkuat Produksi Nikel Nasional

Selama periode sembilan bulan, total penjualan bijih nikel saprolit mencapai 896.263 metrik ton basah, menegaskan kelincahan operasional PT Vale dan responsivitas terhadap peluang pasar.

“Kinerja kami mencerminkan dedikasi tim kami dan ketangguhan operasi kami dalam terus beradaptasi dan memberikan nilai di tengah dinamika pasar. Kami tetap fokus pada keunggulan operasional, keselamatan, dan kontribusi berkelanjutan terhadap pertumbuhan Indonesia,” kata Bernardus Irmanto selaku Presiden Direktur dan Chief Executive Officer PT Vale.

Kinerja Keuangan
PT Vale mencatat pendapatan sebesar AS$278,6 juta pada 3T25, meningkat 27 persen dibandingkan triwulan sebelumnya. Peningkatan ini utamanya didorong oleh volume penjualan yang lebih tinggi dari produk nikel matte dan bijih saprolit.

Baca Juga : PT Vale Catat Laba US$43,6 Juta Triwulan Pertama 2026, Produksi Nikel 13.620 Ton

Harga rata-rata realisasi nikel matte tetap stabil di angka AS$12.272 per ton, mencerminkan kondisi pasar yang stabil meskipun terjadi normalisasi harga secara umum dibandingkan tahun lalu.

Untuk periode sembilan bulan, total pendapatan mencapai AS$705,4 juta, relatif sejalan dengan AS$708,6 juta yang tercatat pada periode yang sama tahun 2024.

Perseroan juga mencatat peningkatan signifikan dalam profitabilitas, dengan EBITDA naik menjadi AS$74,6 juta pada 3T25 dari AS$40,0 juta pada 2T25, dan laba bersih meningkat menjadi AS$27,2 juta dari AS$3,5 juta pada triwulan sebelumnya.

Baca Juga : PT Vale Tingkatkan Layanan Kesehatan Morowali Lewat Service Excellence Program

Direktur dan Chief Financial Officer PT Vale Rizki Putra mengatakan, hasil keuangan PT Vale pada triwulan ini menunjukkan peningkatan profitabilitas yang didorong oleh produksi yang lebih tinggi, peningkatan nilai jual nikel, dan pengendalian biaya yang disiplin.

“Kami juga mulai melihat kontribusi dari penjualan bijih saprolit Bahodopi, yang memperkuat kekuatan portofolio kami yang terdiversifikasi,” kata Rizki.

Efisiensi Operasional dan Pengelolaan Biaya
Selama triwulan ini, PT Vale mencatat peningkatan moderat dalam konsumsi energi seiring dengan meningkatnya aktivitas produksi.

Baca Juga : Pekerja Perempuan di PT Vale Terus Bertambah, Capai 12,37 Persen pada 2026

Di saat yang sama, harga bahan bakar yang lebih rendah dan optimalisasi pengadaan yang berkelanjutan mendukung efisiensi biaya lebih lanjut. Biaya kas per unit penjualan nikel matte turun menjadi AS$9.304 per ton, dibandingkan AS$9.384 per ton pada triwulan sebelumnya.

Efisiensi ini, dikombinasikan dengan operasi yang stabil, menegaskan komitmen PT Vale untuk menjaga daya saing dan mengelola biaya secara bijak dalam lingkungan pasar yang terus berkembang.

Investasi Modal dan Posisi Keuangan
Per 30 September 2025, kas dan setara kas PT Vale tercatat sebesar AS$496,3 juta, dibandingkan AS$506,7 juta pada akhir Juni.

Belanja modal selama periode sembilan bulan mencapai AS$331,4 juta, lebih tinggi dibandingkan AS$200,9 juta pada tahun sebelumnya, mencerminkan percepatan kemajuan proyek Bahodopi dan Pomalaa.

PT Vale terus berinvestasi untuk pertumbuhan jangka panjang, dengan berpedoman pada prinsip pertambangan yang bertanggung jawab dan keunggulan operasional.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Hukum03 Mei 2026 17:52
Buruh Pria di Makassar Dihajar Mahasiswa gegara Motor Bersenggolan
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Seorang buruh pria AGB (47) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) dihajar oleh seorang mahasiswa berinisial MAS...
News03 Mei 2026 15:45
MDA Gandeng Anak Muda Kembangkan SDM Berkualitas Generasi Emas Matappa
PT Masmindo Dwi Area (MDA) menggandeng kalangan pemuda, mahasiswa, dan akademisi melalui forum bertajuk Sinergi Strategis: Membangun Generasi Emas Mat...
Video02 Mei 2026 22:33
VIDEO: Aksi Demo di Flyover Makassar, Tolak Komersialisasi Pendidikan
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Sejumlah mahasiswa di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, turun ke jalan memperingati Hari Pendidikan Nasional, 02 Mei 2...
Sulsel02 Mei 2026 22:29
Peringati Hari Buruh 2026, Wali Kota Parepare Tekankan Peran Vital Pekerja dalam Pembangunan
SULSELSATU.com, PAREPARE – Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, menunjukkan komitmen dan perhatian serius Pemerintah Kota Parepare terhadap para p...