Logo Sulselsatu

Muchlis Misbah Sosialisasikan Perda Pembinaan Anjal Gepeng di Makassar

Asrul
Asrul

Rabu, 26 November 2025 14:37

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Anggota DPRD Kota Makassar, Muchlis Misbah melaksanakan sosialisasi Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2008 tentang Pembinaan Anak Jalanan, Gelandangan, Pengemis, dan Pengamen di Hotel Grand Imawan, pada Rabu (26/11/2025).

Muchlis Misbah menegaskan bahwa penanganan anak jalanan, gelandangan, pengemis, dan pengamen tidak dapat diserahkan hanya kepada pemerintah.

“Persoalan ini membutuhkan dukungan semua pihak. Kita harus melihatnya sebagai tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Baca Juga : Erick Horas Apresiasi Pelaksanaan Pilket RT/RW yang Dinilai Demokratis

Politisi Hanura itu juga menekankan pentingnya peran Dinas Sosial sebagai instansi utama dalam upaya pembinaan.

“Dinas Sosial adalah leading sector, sehingga pembinaan dan penjaringan harus terus dilakukan secara konsisten,” kata anggota Komisi D tersebut.

Baca Juga : Sosper Perda Pajak Makassar, Andi Tenri Uji Minta Warga Lebih Disiplin Bayar Pajak

Muchlis turut mengimbau masyarakat agar tidak memberikan ruang bagi praktik eksploitasi anak yang kerap memicu rasa iba.

“Masyarakat harus menjadikan ini sebagai perhatian. Jangan sampai ada pihak yang memanfaatkan anak-anak demi mendapatkan belas kasih,” katanya.

Perwakilan Dinas Sosial Kota Makassar, La Heru, juga menyampaikan kondisi terbaru terkait keberadaan anak jalanan dan pengemis. Ia mengaku persoalan tersebut masih meresahkan warga.

Baca Juga : Andi Tenri Indah Dorong Evaluasi Menyeluruh Program ASS demi Cegah Pemborosan Anggaran

“Kita sering melihat banyak peminta-minta bahkan sampai ke rumah, ada juga yang menetap di bilangan lampu merah sambil membawa anak balita,” ungkapnya.

La Heru menambahkan bahwa sebagian besar dari mereka yang ditemukan di jalanan merupakan pendatang.

Baca Juga : DPRD dan Pemkot Makassar Sepakat Perkuat Kebijakan Berbasis Aspirasi Lapangan

“Apa yang dikeluhkan masyarakat, pada kenyataannya banyak yang kita temui itu bukan warga asli Kota Makassar,” ucapnya.

Menurut dia, pendatang tersebut datang dari berbagai daerah dengan tujuan mencari nafkah melalui kegiatan mengemis.

“Keresahan yang muncul di Makassar kadang bukan disebabkan oleh penduduk lokal, tetapi oleh mereka yang datang dari luar kota,” jelasnya.

Baca Juga : DPRD Makassar Sepakat Amankan Anggaran Stadion Untia di APBD 2026

Ia menegaskan bahwa Dinas Sosial akan terus melakukan pembinaan dan koordinasi lintas sektor untuk mengatasi masalah tersebut.

“Kami berupaya melakukan langkah-langkah yang terarah agar kondisi ini bisa diminimalisir,” ujarnya.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Bisnis04 Desember 2025 20:56
3Store Makassar Pindah Lokasi, Kini Berdampingan dengan Gerai IM3
, MAKASSAR – Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) terus memperkuat komitmen dalam menghadirkan pengalaman pelanggan terbaik melalui akses la...
Video04 Desember 2025 20:32
VIDEO: Pria yang Tuding Pinjam Mobil ke TNI untuk Bencana Banjir Dipatok Rp2 Juta Minta Maaf
SULSELSATU.com – Seorang pria menyebut ada dugaan pungutan liar saat hendak menyalurkan bantuan untuk korban banjir bandang. Pria itu menuding a...
Pendidikan04 Desember 2025 20:28
Beri Pengalaman Baru, Trial Class SD Islam Athirah 2 Hadirkan Interaksi Lintas Sekolah
SD Islam Athirah 2 Bukit Baruga mengadakan kegiatan Trial Class untuk siswa Makassar Montessori School dan TK Modern Tadika Puri...
News04 Desember 2025 19:20
Program Srikandi Care PLN UIP Sulawesi Salurkan Bantuan Sarana dan Prasarana Posyandu
Srikandi PLN UIP Sulawesi melaksanakan program tanggung jawab sosial bertajuk Srikandi Peduli Sehat: Wujudkan Posyandu Berkelanjutan untuk Lansia, Ibu...