SULSELSATU.com, MAKASSAR – Sekolah Islam Athirah Bukit Baruga memantapkan penerapan pendidikan berbasis keberlanjutan melalui berbagai program lingkungan.
Program ini melibatkan siswa secara langsung, termasuk pemanfaatan eco brick sebagai bagian dari kegiatan pembelajaran.
Baca Juga : Cetak Prestasi Gemilang, Kalla Toyota Dinobatkan Jadi Role Model Company di KALLA Award 2025
Upaya tersebut menjadi wujud integrasi antara edukasi dan praktik pengelolaan sampah yang terarah.
Melalui pemanfaatan sampah plastik sebagai bahan eco brick, sekolah mendorong terciptanya budaya daur ulang yang terstruktur di lingkungan belajar.
Kawasan Athirah Bukit Baruga sendiri dirancang sebagai lingkungan pendidikan yang menempatkan keberlanjutan sebagai prinsip utama.
Baca Juga : SD Islam Athirah 2 Gelar Trial Class, Diikuti 79 Anak TK
Dengan luas mencapai sekitar lima hektar, area sekolah dipenuhi pepohonan dan ruang hijau yang dimanfaatkan sebagai media pembelajaran alam.
Pengembangan area terbuka dan jalur hijau dilakukan untuk memaksimalkan potensi lingkungan berbukit yang menjadi karakter kawasan tersebut.
Penataan ruang hijau ini sekaligus memperkuat atmosfer sekolah hijau yang diusung Athirah Bukit Baruga.
Baca Juga : BWP Konsisten Gelar Nature Yoga, Hadirkan Kegiatan Produktif di Akhir Pekan
Wakil Direktur Sekolah Islam Athirah Wilayah Bukit Baruga Mas Aman Uppi menyampaikan, perubahan kawasan terjadi melalui program penghijauan berkesinambungan.
“Dulu kawasan ini tidak serindang sekarang karena pepohonannya masih sedikit. Karena itu, kami melihat sekolah harus menjadi tempat yang mengajarkan kepedulian terhadap lingkungan, bukan hanya tempat belajar akademik,” ujarnya.
Ia menambahkan, penerapan pendidikan lingkungan dilakukan melalui pembiasaan sederhana yang diterapkan secara konsisten.
Baca Juga : Program DBS LAZ Hadji Kalla Berhasil Tingkatkan Produktivitas dan Pendapatan Petani
“Lewat kegiatan seperti memilah sampah, menanam pohon, menghemat energi, dan menjaga kebersihan, siswa belajar bahwa perubahan dapat dimulai dari hal-hal kecil. Di sisi lain, guru perlu menjadi pendorong utama dengan memasukkan isu lingkungan ke dalam setiap proses pembelajaran,” jelasnya.
Prinsip keberlanjutan tersebut diterapkan secara menyeluruh di seluruh unit pendidikan, termasuk SD Islam Athirah Baruga yang berada dalam kompleks yang sama.
Unit ini dikenal aktif mengimplementasikan program lingkungan berbasis prinsip Environment, Social, and Governance (ESG).
Baca Juga : Fieldtrip Eksplorasi Sains dan Lingkungan Siswa SMP Islam Athirah Bone Jelajahi Maros
Sebagai hasil dari konsistensi tersebut, SD Athirah Baruga telah meraih penghargaan Adiwiyata tingkat kota. Pengakuan ini menjadi dorongan tambahan bagi sekolah untuk terus memperkuat budaya lingkungan yang telah dibangun.
Kepala Sekolah SD Athirah Bukit Baruga Taswil Mardi menegaskan, pengelolaan sampah menjadi fokus utama dalam pembentukan karakter peduli lingkungan.
“Program yang kami anggap urgen salah satunya adalah sampah. Anak-anak kami ajarkan memilah sampah sesuai jenisnya dan mengolahnya menjadi kompos maupun eco brick,” ungkapnya.
Taswil juga menjelaskan bahwa produk eco brick yang dihasilkan tidak hanya menjadi sarana pembelajaran, tetapi digunakan dalam bentuk karya nyata.
“Eco brick yang dihasilkan siswa dimanfaatkan untuk membuat plang nama sekolah. Kami juga bekerja sama dengan bank sampah pemerintah kota dan sejumlah bank sampah lainnya agar sistem berjalan lebih terarah,” tambahnya.
Sebagai pelengkap edukasi lingkungan, SD Athirah Baruga juga mengoperasikan greenhouse sebagai sarana praktik bercocok tanam.
Fasilitas ini menjadi media bagi siswa untuk memahami pentingnya ekosistem tanaman dan perawatan lingkungan.
Taswil menuturkan bahwa seluruh program lingkungan telah berjalan selama dua tahun dan memberikan pengaruh positif terhadap perilaku siswa.
Pembelajaran berbasis praktik dinilai mampu menumbuhkan kepedulian yang lebih kuat dibandingkan pendekatan teori semata.
Dengan penerapan pendidikan berbasis keberlanjutan yang terintegrasi antara kawasan dan unit sekolah, Athirah Bukit Baruga berharap mampu membentuk generasi yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki karakter peduli lingkungan.
Konsistensi program diharapkan menjadi fondasi kuat bagi terciptanya budaya sekolah yang ramah bumi.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar