Logo Sulselsatu

Sekolah Islam Athirah Bukit Baruga Libatkan Siswa Ciptakan Pendidikan Berbasis Keberlanjutan

Sri Wahyu Diastuti
Sri Wahyu Diastuti

Selasa, 09 Desember 2025 15:11

Siswa SD Islam Athirah Bukit Baruga menanta lingkungan sekolah dengan limbah botol plastik. Foto: Istimewa.
Siswa SD Islam Athirah Bukit Baruga menanta lingkungan sekolah dengan limbah botol plastik. Foto: Istimewa.

SULSELSATU.com, MAKASSARSekolah Islam Athirah Bukit Baruga memantapkan penerapan pendidikan berbasis keberlanjutan melalui berbagai program lingkungan.

Program ini melibatkan siswa secara langsung, termasuk pemanfaatan eco brick sebagai bagian dari kegiatan pembelajaran.

Baca Juga : LAZ Hadji Kalla Gelar Tahfidz Camp, Dorong Generasi Qur’ani di Desa Mundan Enrekang

Upaya tersebut menjadi wujud integrasi antara edukasi dan praktik pengelolaan sampah yang terarah.

Melalui pemanfaatan sampah plastik sebagai bahan eco brick, sekolah mendorong terciptanya budaya daur ulang yang terstruktur di lingkungan belajar.

Kawasan Athirah Bukit Baruga sendiri dirancang sebagai lingkungan pendidikan yang menempatkan keberlanjutan sebagai prinsip utama.

Baca Juga : Baruga Market Bukit Baruga Kembali Jadi Ruang Kolaborasi UMKM Bersama Warga

Dengan luas mencapai sekitar lima hektar, area sekolah dipenuhi pepohonan dan ruang hijau yang dimanfaatkan sebagai media pembelajaran alam.

Pengembangan area terbuka dan jalur hijau dilakukan untuk memaksimalkan potensi lingkungan berbukit yang menjadi karakter kawasan tersebut.

Penataan ruang hijau ini sekaligus memperkuat atmosfer sekolah hijau yang diusung Athirah Bukit Baruga.

Baca Juga : Dua Tim SMP Islam Athirah Makassar Wakili Sulsel di OPSI 2026

Wakil Direktur Sekolah Islam Athirah Wilayah Bukit Baruga Mas Aman Uppi menyampaikan, perubahan kawasan terjadi melalui program penghijauan berkesinambungan.

“Dulu kawasan ini tidak serindang sekarang karena pepohonannya masih sedikit. Karena itu, kami melihat sekolah harus menjadi tempat yang mengajarkan kepedulian terhadap lingkungan, bukan hanya tempat belajar akademik,” ujarnya.

Ia menambahkan, penerapan pendidikan lingkungan dilakukan melalui pembiasaan sederhana yang diterapkan secara konsisten.

Baca Juga : Better Together, Closer Hearts, Brighter Tomorrow Jadi Tema HUT KALLA ke-74

“Lewat kegiatan seperti memilah sampah, menanam pohon, menghemat energi, dan menjaga kebersihan, siswa belajar bahwa perubahan dapat dimulai dari hal-hal kecil. Di sisi lain, guru perlu menjadi pendorong utama dengan memasukkan isu lingkungan ke dalam setiap proses pembelajaran,” jelasnya.

Prinsip keberlanjutan tersebut diterapkan secara menyeluruh di seluruh unit pendidikan, termasuk SD Islam Athirah Baruga yang berada dalam kompleks yang sama.

Unit ini dikenal aktif mengimplementasikan program lingkungan berbasis prinsip Environment, Social, and Governance (ESG).

Baca Juga : Field Trip Science Athirah Ajak 133 Siswa Tanam Mangrove di Puntondo

Sebagai hasil dari konsistensi tersebut, SD Athirah Baruga telah meraih penghargaan Adiwiyata tingkat kota. Pengakuan ini menjadi dorongan tambahan bagi sekolah untuk terus memperkuat budaya lingkungan yang telah dibangun.

Kepala Sekolah SD Athirah Bukit Baruga Taswil Mardi menegaskan, pengelolaan sampah menjadi fokus utama dalam pembentukan karakter peduli lingkungan.

“Program yang kami anggap urgen salah satunya adalah sampah. Anak-anak kami ajarkan memilah sampah sesuai jenisnya dan mengolahnya menjadi kompos maupun eco brick,” ungkapnya.

Taswil juga menjelaskan bahwa produk eco brick yang dihasilkan tidak hanya menjadi sarana pembelajaran, tetapi digunakan dalam bentuk karya nyata.

“Eco brick yang dihasilkan siswa dimanfaatkan untuk membuat plang nama sekolah. Kami juga bekerja sama dengan bank sampah pemerintah kota dan sejumlah bank sampah lainnya agar sistem berjalan lebih terarah,” tambahnya.

Sebagai pelengkap edukasi lingkungan, SD Athirah Baruga juga mengoperasikan greenhouse sebagai sarana praktik bercocok tanam.

Fasilitas ini menjadi media bagi siswa untuk memahami pentingnya ekosistem tanaman dan perawatan lingkungan.

Taswil menuturkan bahwa seluruh program lingkungan telah berjalan selama dua tahun dan memberikan pengaruh positif terhadap perilaku siswa.

Pembelajaran berbasis praktik dinilai mampu menumbuhkan kepedulian yang lebih kuat dibandingkan pendekatan teori semata.

Dengan penerapan pendidikan berbasis keberlanjutan yang terintegrasi antara kawasan dan unit sekolah, Athirah Bukit Baruga berharap mampu membentuk generasi yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki karakter peduli lingkungan.

Konsistensi program diharapkan menjadi fondasi kuat bagi terciptanya budaya sekolah yang ramah bumi.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Pendidikan23 September 2026 08:10
LAZ Hadji Kalla Gelar Tahfidz Camp, Dorong Generasi Qur’ani di Desa Mundan Enrekang
Lembaga Amil Zakat (LAZ) Hadji Kalla terus mendorong pembinaan generasi Qur’ani melalui program keislaman di desa binaan. Salah satunya melalui Tahf...
Video22 September 2026 21:42
VIDEO: Utang BLBI Rp218,3 Triliun Lunas
SULSELSATU.com, JAKARTA – Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengungkapkan pemerintah telah melunasi seluruh utang obligasi BLBI kepada Bank Indonesia...
Olahraga22 September 2026 19:41
Astra Motor Racing Team Borong 9 Podium, Resky YH Kunci Juara Nasional IJTC U-15
Astra Motor Racing Team (ART) mengoleksi sembilan podium pada Mandalika Racing Series (MRS) ronde keempat yang berlangsung pada 19 dan 20 September 20...
News22 September 2026 15:57
HUT ke-21, LPS Pemeriksaan Kesehatan Gratis di 5 Daerah Sulsel
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menutup rangkaian road show pemeriksaan kesehatan gratis dan donor darah dalam rangka memperingati HUT ke-21 di Kota P...