Logo Sulselsatu

Pagar Bambu Tutup Akses Alfa Midi, Pemilik Lahan Lapor Polrestabes Makassar

Asrul
Asrul

Jumat, 12 Desember 2025 23:03

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Sengketa lahan kembali memanas di Kota Makassar. Kali ini terjadi di kawasan Hertasning, tepatnya di area yang kini berdiri gerai Alfa Midi di samping Masjid Al Jharatul Khadra.

Lahan seluas 600 meter persegi tersebut tiba-tiba diklaim sebagai milik ahli waris Syamsuddin Bin Saning. Meski selama puluhan tahun tak pernah menguasai lokasi itu, pihak pengklaim langsung memasang pagar bambu dan kawat besi, menutup akses masuk ke toko ritel tersebut.

Padahal, lahan itu telah ditempati oleh pemilik sebelumnya sekitar 30 tahun sebelum disewakan kepada Alfa Midi. Pemilik sah, Andi Masri, disebut memegang Sertifikat Hak Milik lengkap beserta Akta Jual Beli yang terdaftar di Badan Pertanahan Negara (BPN).

Baca Juga : Ditetapkan Tersangka, Penasehat Hukum Korban Minta Polisi Segera Tahan Oknum Guru Penganiaya Murid di Jeneponto.

“Ada sertifikatnya ini, lengkap bersama AJB,” ujar anak pemilik lahan, Andi Sulfana, Jumat (12/12/2025).

Ulfa—sapaan Andi Sulfana—mengaku dirinya sudah beberapa kali diteror oleh seseorang yang mengklaim memiliki hak atas tanah itu. Ia memilih tidak menggubris dan meminta pihak tersebut menempuh jalur hukum bila merasa benar.

“Dia pernah minta mediasi, tapi saya pikir mediasi begitu saja tidak ada ujungnya, hanya debat kusir. Lebih baik bapak melapor atau gugat perdata, itu lebih jelas,” katanya.

Baca Juga : 20 Motor Berknalpot Brong di Manggala Makassar Disita Polisi

Ulfa menilai tindakan pemasangan pagar secara sepihak adalah pelanggaran hukum dan merugikan pihak penyewa lahan.

“Jangan langsung main pagar saja, dia tutup jalan masuknya Alfa. Kasihan juga mereka yang mengontrak,” ucapnya.

Ia juga menyoroti peran kuasa hukum pihak pengklaim yang dinilai justru membiarkan tindakan tersebut terjadi.

Baca Juga : Bupati Gowa Husniah Tersangka Korupsi PBG Tak Ditahan Karena Dianggap Kooperatif

“Semua ada aturan hukumnya. Kuasa hukumnya seharusnya memberi solusi hukum, bukan mewakili untuk melakukan tindakan pelanggaran hukum dengan menyewa preman-preman. Kuasa hukum harusnya tahu itu,” tegasnya.

Atas insiden itu, Ulfa telah melaporkan tindakan penutupan akses lahan ke Polrestabes Makassar.

“Sudah saya laporkan ke Polres subuh tadi, sekitar pukul 02.30,” jelasnya.

Baca Juga : Bupati Gowa Husniah Dicekal Polda Sulsel ke Luar Negeri Usai Tersangka Korupsi

Hingga berita ini diturunkan, pihak ahli waris Syamsuddin Bin Saning belum memberikan tanggapan terkait laporan tersebut.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Hukum02 November 2026 16:07
Polda Sulsel Larang Personel dan Pegawai Isap Vape Cegah Penyalahgunaan Narkotika
SULSELSATU, MAKASSAR – Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) melarang seluruh personel kepolisian dan Pegawai Negeri pada Polri (PNPP), menggunakan ro...
Lifestyle02 November 2026 15:19
AHM Ajak Anak Muda Peduli Lingkungan Lewat Green Act Fest 2026
PT Astra Honda Motor (AHM) mengajak generasi muda menerapkan gaya hidup berkelanjutan melalui Green Act Fest (GAF) 2026 di Warkopolim, Bogor, Sabtu (3...
Olahraga02 November 2026 15:02
SMAN 2 Raha Raih Juara Tiga AXIS Nation Cup 2026
Tim futsal SMAN 2 Raha, Sulawesi Tenggara, meraih juara ketiga kategori putra AXIS Nation Cup (ANC) 2026 setelah mengalahkan MAN 2 Samarinda dengan sk...
News02 November 2026 12:22
OJK Luncurkan PELITA Syariah, Libatkan Tokoh Agama Perluas Literasi Keuangan
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meluncurkan Buku Panduan Literasi dan Referensi Dakwah Keuangan Syariah (PELITA Syariah) untuk memperluas edukasi keuanga...