SULSELSATU.com, MAKASSAR — Dalam menyiapkan ekosistem kerja inklusif, Kalla Institute menerima dua peserta magang disabilitas melalui program Magang Disabilitas yang difasilitasi Unit Layanan Disabilitas Dinas Ketenagakerjaan Kota Makassar.
Program ini berlangsung hingga akhir Februari 2026 dan menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan pendidikan tinggi yang ramah, setara, dan berkeadilan bagi semua kalangan.
Dua peserta magang tersebut masing-masing ditempatkan di Biro Marketing & Admisi serta Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perpustakaan.
Baca Juga : Kalla Institute Masuk Lima Besar KRISAN Fellowship, Perkuat Kampus Inklusif di Makassar
Selama proses magang, peserta dilibatkan langsung dalam aktivitas operasional harian sesuai dengan bidang dan kompetensinya.
Filemon Aloysius Limba, yang merupakan peserta magang disabilitas lulusan Politeknik Pariwisata Makassar, ditempatkan di UPT Perpustakaan.
Filemon membantu berbagai kegiatan pustakawan, mulai dari administrasi hingga operasional layanan perpustakaan.
Baca Juga : LAZ Hadji Kalla Gelar Tahfidz Camp, Dorong Generasi Qur’ani di Desa Mundan Enrekang
Sementara itu, Mustaqim, lulusan STMIK Kharisma Makassar, bergabung di Biro Marketing & Admisi untuk mendukung kegiatan publikasi kampus serta pembuatan konten visual.
Kepala Biro Umum & Kepegawaian Kalla Institute Aulia Rahmi menyampaikan, program ini merupakan wujud nyata komitmen institusi dalam memberikan ruang yang adil dan inklusif bagi setiap individu.
“Kami berharap teman-teman magang disabilitas dapat berkembang, berkontribusi, dan menunjukkan potensi terbaiknya selama bekerja di Kalla Institute,” ujar Aulia.
Baca Juga : Baruga Market Bukit Baruga Kembali Jadi Ruang Kolaborasi UMKM Bersama Warga
Komitmen inklusivitas Kalla Institute tidak hanya tercermin melalui program magang, tetapi juga dari keberadaan mahasiswa disabilitas yang saat ini menempuh pendidikan di Program Studi Kewirausahaan.
Hal ini menunjukkan bahwa sejak awal, Kalla Institute berupaya membangun ekosistem kampus yang terbuka dan dapat diakses oleh semua golongan.
Di masing-masing unit kerja, peserta magang disabilitas diterima sebagai rekan kerja yang setara. Mereka memperoleh pendampingan kerja, akses fasilitas kampus yang ramah disabilitas, serta kesempatan untuk terlibat aktif dalam berbagai kegiatan.
Baca Juga : Dua Tim SMP Islam Athirah Makassar Wakili Sulsel di OPSI 2026
Pengalaman ini tidak hanya meningkatkan keterampilan kerja, tetapi juga membangun kepercayaan diri peserta.
Kepala Perpustakaan Kalla Institute, Efan Saputra, mengungkapkan bahwa kehadiran peserta magang disabilitas juga memberikan pembelajaran bagi seluruh tim.
“Selain membimbing pekerjaan mereka di perpustakaan, secara tidak langsung saya juga belajar menggunakan bahasa isyarat. Ini menjadi pengalaman baru yang sangat berharga,” ungkap Efan.
Baca Juga : Better Together, Closer Hearts, Brighter Tomorrow Jadi Tema HUT KALLA ke-74
Dari program magang disabilitas ini, Kalla Institute menegaskan bahwa keberagaman bukan sekadar slogan, melainkan langkah nyata menuju perubahan yang lebih baik.
Saat nilai-nilai KALLA dijalankan bersama, ruang kolaborasi menjadi lebih hangat dan inklusif.
Kalla Institute berharap semakin banyak peserta dengan berbagai latar belakang dapat merasakan pengalaman belajar, bekerja yang setara, aman, dan mendukung perkembangan karier mereka di masa depan.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar