Logo Sulselsatu

PHRI Sulsel Gelar Rakerda II 2026, Dorong Regulasi dan Pariwisata Berkelanjutan

Sri Wahyu Diastuti
Sri Wahyu Diastuti

Senin, 26 Januari 2026 18:03

Rakerda II PHRI Sulsel di Claro Makassar. Foto: Istimewa.
Rakerda II PHRI Sulsel di Claro Makassar. Foto: Istimewa.

SULSELSATU.com, MAKASSAR — Badan Pimpinan Daerah Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (BPD PHRI) Sulsel menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) II Tahun 2026 di Claro Makassar, Jumat (24/1/2026).

Rakerda ini dihadiri Asisten I Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan Dr. dr. M. Ishaq Iskandar yang mewakili Gubernur Sulsel, Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar Achmad Hendra, perwakilan Forkopimda Provinsi Sulsel dan Kota Makassar, serta para ketua asosiasi industri pariwisata se-Sulsel.

Ketua BPD PHRI Sulsel Anggiat menyampaikan, empat hal utama yang didorong PHRI kepada pemerintah di tengah dinamika industri pariwisata saat ini.

Baca Juga : PHRI Bersama IHGMA Sulsel Galang Rp30,35 Juta untuk Korban Gempa NTT

Pertama, mendorong diversifikasi kegiatan pariwisata di Sulawesi Selatan guna mewujudkan rumusan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).

Kedua, PHRI meminta pemerintah memberikan regulasi khusus terhadap apartemen yang menyediakan sewa harian. Menurutnya, praktik tersebut menimbulkan ketimpangan usaha karena tidak dibebani pajak seperti hotel.

“Kami para hotel di Makassar resah dengan apartemen yang menjual harian. Hunian yang mereka jual tidak dikenakan pajak PPh, sementara hotel di Sulawesi Selatan, khususnya Makassar, paling patuh membayar pajak. Jangan salahkan kami jika PAD dari pajak hotel menurun, karena masyarakat kini lebih memilih apartemen harian yang lebih murah dan tidak kena pajak,” ujar Anggiat.

Baca Juga : HUT RI ke-81, Claro Makassar Tekankan Toleransi dan Peduli Lingkungan

Ketiga, PHRI meminta pemerintah menertibkan Online Travel Agent (OTA) yang mempromosikan dan menjual hunian tidak sesuai izin peruntukannya, seperti apartemen harian dan rumah kos.

“Beberapa Online Travel Agent saat ini sudah menjual unit apartemen harian dan kos-kosan yang tidak sesuai izin,” katanya.

Keempat, PHRI meminta adanya intervensi pemerintah terkait tingginya biaya sertifikasi halal bagi hotel dan restoran.

Baca Juga : Nobar Piala Dunia 2026 di Claro Makassar, Babak Penyisihan Bisa Nonton Gratis

“Hotel dan restoran sangat mendukung program sertifikasi halal nasional, tetapi saat ini banyak pelaku usaha kesulitan karena biaya sertifikasi yang tinggi,” lanjut Anggiat.

Melalui Rakerda II Tahun 2026 ini, BPD PHRI Sulsel berharap dapat menjadi stimulus bagi penguatan industri pariwisata, sejalan dengan tema kegiatan yaitu Membangun Pariwisata Berkelanjutan Melalui Inovasi dan Kolaborasi dalam Menghadapi Dinamika Ekonomi Nasional.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Makassar30 Oktober 2026 23:55
Arifin Manggau Optimistis Suara Senat Cukup untuk Melaju ke Putaran Kedua Pilrek UNM
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Negeri Makassar (UNM), Dr Arifin Manggau, optimistis dapat m...
Pendidikan30 Oktober 2026 22:12
Mahasiswa Kalla Institute Juara 1 SEAHAWK 2026 di Malaysia
Mahasiswa Kalla Institute Uwais Abdullah meraih juara pertama kategori Qabaq Style dalam ajang SEAHAWK (Southeast Asian Horseback Archery Warrior Knig...
Bisnis30 Oktober 2026 21:59
Pendapatan PT Vale Naik 27 Persen, Produksi Capai 18.341 Ton Nikel Matte
PT Vale Indonesia Tbk (INCO) membukukan pendapatan sebesar US$896,07 juta atau meningkat 27 persen sepanjang Januari hingga September 2026....
Pendidikan30 Oktober 2026 21:58
Prodi Hukum Bisnis UNM dan Indolaw Bedah Peluang dan Tantangan Carbon Trading
SULSELSATU, MAKASSAR – Program Studi Hukum Bisnis Universitas Negeri Makassar (UNM) bersama Indolaw Office menggelar seminar nasional yang memba...