Logo Sulselsatu

Kampung Hijau Energi LAZ Hadji Kalla Dorong Penguatan Ketahanan Iklim di Sulselbar

Sri Wahyu Diastuti
Sri Wahyu Diastuti

Kamis, 12 Februari 2026 14:04

Kelompok tani di Kampung Hijau Energi LAZ Hadji Kalla. Foto: Istimewa.
Kelompok tani di Kampung Hijau Energi LAZ Hadji Kalla. Foto: Istimewa.

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Program Kampung Hijau Energi yang digagas oleh Lembaga Amil Zakat (LAZ) Hadji Kalla menjadi salah satu upaya memperkuat ketahanan lingkungan dan menghadapi dampak perubahan iklim.

Program yang dijalankan di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat ini menjadi salah satu ikhtiar berbasis komunitas dalam menjawab tantangan krisis lingkungan sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Kampung Hijau Energi mengintegrasikan pertanian organik, peternakan, dan pengolahan limbah menjadi energi terbarukan dalam satu siklus berkelanjutan.

Baca Juga : Kalla Aspal Perkuat Hubungan dengan Pelanggan di Hari Pelanggan Nasional 2026

Melalui pendekatan ini, masyarakat didorong untuk mengelola sumber daya lokal secara efisien, ramah lingkungan, dan bernilai ekonomi.

Kampung Hijau Energi merupakan program kolaboratif yang dilaksanakan di sejumlah wilayah, antara lain Kabupaten Polewali Mandar dan Kabupaten Majene di Sulawesi Barat serta Kabupaten Maros, Pinrang, dan Kota Parepare di Sulawesi Selatan.

Di wilayah-wilayah tersebut, masyarakat menerapkan praktik siklus yang saling terhubung dari hulu hingga hilir.

Baca Juga : Tiket Weekday Funventure Bugis Waterpark Adventure Mulai Rp50 Ribu

Tanaman organik yang dibudidayakan warga dimanfaatkan sebagai pakan ternak sapi. Selanjutnya, limbah ternak diolah menggunakan teknologi biogas untuk menghasilkan energi api biru serta pupuk organik cair.

Energi biogas digunakan untuk kebutuhan rumah tangga, sehingga mengurangi ketergantungan pada kayu bakar dan LPG.

Sementara itu, pupuk organik cair dikembalikan ke lahan pertanian untuk meningkatkan kesuburan tanah dan produktivitas tanaman.

Baca Juga : Penjualan Naik 5 Persen, Toyota Hilux Rangga Kuasai 51,4 Persen Pasar Pick Up Medium di Sulawesi

Praktik ini tidak hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga menciptakan efisiensi biaya produksi bagi petani dan peternak.

Program Manager Humanity and Environment LAZ Hadji Kalla Sapril Akhmady menyebutkan, LAZ Hadji Kalla berkolaborasi dengan Yayasan Forum Komunitas Hijau dalam program ini.

Selain memperkuat ekonomi warga, Kampung Hijau Energi berkontribusi langsung pada mitigasi perubahan iklim dengan menekan emisi metana dari limbah ternak serta mendorong praktik pertanian rendah karbon. Pendekatan sirkular ekologis berdampak sebagai kunci keberhasilan program ini.

Baca Juga : Kalla Institute Masuk Lima Besar KRISAN Fellowship, Perkuat Kampus Inklusif di Makassar

“Ketahanan iklim berbicara tentang kapasitas suatu wilayah untuk menghadapi gangguan iklim seperti kekeringan, banjir, kenaikan suhu, atau ketidakpastian musim yang secara nyata berdampak pada kondisi sosial dan lingkungan,” kata Sapril.

Sapril menjelaskan, Kampung Hijau Energi merupakan salah satu instrumen praktis di tingkat komunitas yang secara langsung membangun kapasitas tersebut melalui pendekatan energi terbarukan, pengelolaan limbah biomassa, dan penguatan ekonomi lokal.

“Program ini membangun ekosistem yang saling menguntungkan. Limbah tidak lagi menjadi masalah, tetapi sumber nilai tambah bagi petani dan peternak sekaligus menjaga lingkungan,” ujarnya.

Baca Juga : LAZ Hadji Kalla Gelar Tahfidz Camp, Dorong Generasi Qur’ani di Desa Mundan Enrekang

Senada dengan itu, Sekretaris Yayasan Forum Komunitas Hijau, Hamzah, menilai Kampung Hijau Energi sebagai contoh nyata adaptasi dan mitigasi perubahan iklim di tingkat tapak.

“Ketahanan lingkungan harus dibangun dari komunitas. Kampung Hijau Energi menunjukkan bahwa perubahan dimulai dari pola pikir dan praktik sehari-hari masyarakat,” katanya.

Melalui kolaborasi multipihak, Program Kampung Hijau Energi membuktikan bahwa solusi lingkungan berkelanjutan dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Ketua Kelompok Tani Ternak, Desa Benteng Paremba, Kecamatan Lembang, Pinrang Muhajir mengungkapkan tantangannya dalam membangun gagasan ini hingga mendapat dukungan dari LAZ Hadji Kalla yang bekerjasama dengan Yayasan Forum Komunitas Hijau.

“Bagi saya, tekanan dari warga dan keluarga serta tokoh tokoh adat akibat dari minimnya informasi menjadi cermin betapa gagasan baru sering dianggap ancaman ketika lahir di ruang yang belum siap berdialog. Di titik inilah saya menyadari, banyak ide baik di desa gugur bukan karena salah, tetapi karena berjalan sendirian. Maka saya memilih bertahan, bukan dengan melawan, melainkan dengan merajut jejaring,” jelasnya.

Untuk mengetahui informasi terbaru mengenai LAZ Hadji Kalla, masyarakat dapat berkunjung ke Instagram, Facebook dan Twitter dengan nama akun @yayasankalla. Dapat pula mengunjungi website resmi di www.yayasanhadjikalla.co.id atau menghubungi hotline Kalla Care di nomor Whatsapp 0811 4414 030 dan nomor 0411 300 0103.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Ekonomi25 September 2026 23:21
PINTU Perkenalkan VIP Private dan Perluas Akses Aset Tokenisasi
PT Pintu Kemana Saja (PINTU) memperkenalkan layanan Pintu VIP Private sekaligus memperluas akses investor Indonesia terhadap aset dunia nyata yang dit...
Ekonomi25 September 2026 21:02
OJK Dorong Inklusi Keuangan Petani Rumput Laut Lewat e-Seaweed, 200 Petani Telah Terdaftar
Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) bersama International Labour Organization (ILO) dan sejum...
Bisnis25 September 2026 19:52
Kalla Aspal Perkuat Hubungan dengan Pelanggan di Hari Pelanggan Nasional 2026
Kalla Aspal memperingati Hari Pelanggan Nasional 2026 dengan mengunjungi beberapa pelanggan dan mitra khususnya di kota Manado, Sulawesi Utara, serta ...
Makassar25 September 2026 18:45
Yamaha GEAR ULTIMA Jadi Teman Piknik Keluarga di Makassar
Puluhan keluarga pengguna Yamaha GEAR ULTIMA berkumpul piknik bersama dalam acara ULTIMA FAMILY PICNIC di Makassar...