Logo Sulselsatu

PT Vale Edukasi Siswa di Morowali Kelola Sampah Secara Bijak pada Peringatan HPSN

Sri Wahyu Diastuti
Sri Wahyu Diastuti

Jumat, 13 Februari 2026 19:16

PT Vale edukasi siswa kelola sampah. Foto: Istimewa.
PT Vale edukasi siswa kelola sampah. Foto: Istimewa.

SULSELSATU.com, MOROWALI – Pertumbuhan penduduk dan meningkatnya aktivitas industri juga mendorong peningkatan jumlah sampah di Morowali.

Dalam Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN), PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) yang merupakan anggota holding Industri Pertambangan Indonesia (MIND ID) melaksanakan program “Vale Goes to School” pada 10–11 Februari 2026.

Vale Goes to School hadir di SMPN 2 Bahodopi dan SMPN 3 Bungku Timur sebagai bagian dari komitmen perusahaan pada pendidikan lingkungan yang berkelanjutan di Morowali.

Baca Juga : Ditjen Minerba Apresiasi Kontribusi PNBP Vale Indonesia

Dalam sesi edukasi, para siswa diberikan pemahaman dasar mengenai konsep Reduce, Reuse, dan Recycle (3R), jenis-jenis sampah, serta dampak jangka panjang jika sampah tidak dikelola dengan baik.

Materi ini disampaikan dengan pendekatan visual, demonstratif, dan percakapan interaktif agar mudah dipahami oleh siswa.

Materi yang dibawakan menekankan pengelolaan sampah bukan hanya sekadar membuang pada tempatnya, tetapi melibatkan proses pemilahan, pengolahan, hingga bagaimana setiap individu dapat berperan dalam mengurangi sampah yang dihasilkan.

Baca Juga : Vale Indonesia Buka Peluang Vendor Lokal di IGP Pomalaa

Serta dampak buruk yang ditimbulkan dari sampah bagi lingkungan dan makhluk hidup.

Mengenal Pengelolaan Sampah Lebih Dekat: Kunjungan Inspiratif ke TPS3R
Salah satu bagian paling berkesan bagi siswa adalah kunjungan ke TPS3R Onepute Jaya, fasilitas pengolahan sampah yang dibangun oleh PT Vale Indonesia dan dikelola oleh LPM Valone Jaya.

Di fasilitas ini, siswa dapat menyaksikan langsung bagaimana konsep 3R diterapkan dalam pengelolaan sampah sehari-hari.

Baca Juga : Dua Warga Luwu TimurTerima Beasiswa S2 PT Vale

Para siswa diperlihatkan proses pemilahan antara sampah organik, anorganik, dan residu. Mereka juga menyaksikan bagaimana sampah organik diolah menjadi kompos yang digunakan untuk pengayaan tanah.

Sementara sampah anorganik yang masih bernilai jual seperti plastik, kertas, dan logam dikumpulkan untuk dijual kembali.

Salah satu bagian yang paling menarik perhatian siswa adalah demonstrasi budidaya maggot, sebuah metode pengolahan sampah organik menggunakan larva Black Soldier Fly (BSF).

Baca Juga : Pendapatan PT Vale Naik 27 Persen, Produksi Capai 18.341 Ton Nikel Matte

Metode ini tidak hanya efektif mempercepat penguraian sampah organik, tetapi juga menghasilkan maggot yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak dan bernilai ekonomi tinggi.

Untuk memastikan materi tidak hanya dipahami tetapi juga membekas, siswa diberi games pilah sampah, sebuah permainan edukatif yang mengajak siswa mempraktekkan langsung cara pemilahan sampah.

Dalam permainan ini, siswa berkompetisi untuk mengelompokkan jenis sampah dalam waktu tertentu.

Baca Juga : PT Vale Fasilitasi Sertifikasi Halal UMKM Morowali

Apresiasi Sekolah: Pembelajaran Lingkungan yang Memberi Dampak Nyata
Kepala Sekolah SMPN 2 Bahodopi Misdar menyampaikan apresiasi kepada PT Vale Indonesia. Kegiatan ini sangat penting bagi siswa karena memberikan pengalaman nyata tentang bagaimana sampah harus dikelola.

“Anak-anak jadi lebih memahami apa perbedaan sampah organik dan anorganik. Kami sangat berterima kasih kepada PT Vale atas kepedulian dan kerja sama yang terus terjalin,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMPN 3 Bungku Timur Nurfan memberikan komentar serupa terkait pentingnya kegiatan ini.

“Anak-anak kami mendapat pengalaman yang berharga. Melihat langsung proses pengolahan sampah membuat mereka lebih peduli,” katanya.

Mewakili Manajemen PT Vale Indonesia, Nur Rasyidah Lacinu sekaligus Environment Engineer menegaskan, program ini merupakan bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan, khususnya dalam bidang pendidikan lingkungan, ekonomi sirkular, dan pemberdayaan komunitas.

“Pengelolaan sampah adalah tanggung jawab bersama. Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan bahwa generasi muda memiliki pengetahuan dan kesadaran untuk mengambil peran dalam menjaga lingkungan. HPSN menjadi momentum penting bagi kami untuk menguatkan edukasi langsung kepada siswa,” kata Nur Rasyidah.

Perusahaan berharap kegiatan ini menjadi pemicu lahirnya inisiatif lanjutan di tingkat sekolah, seperti pembentukan bank sampah, kelompok peduli lingkungan, hingga program rutin pengelolaan sampah yang melibatkan siswa dan masyarakat sekitar.

Perusahaan meyakini bahwa perubahan yang nyata dimulai dari sekolah sebagai pusat pembelajaran, kemudian berlanjut ke rumah dan lingkungan sekitar.

Dengan pengetahuan yang diberikan dan pengalaman langsung yang diperoleh, PT Vale berharap siswa dapat menjadi agen perubahan yang mampu mempengaruhi keluarga, teman sebaya, dan masyarakat dalam membangun kebiasaan pengelolaan sampah yang lebih baik.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Hukum05 November 2026 23:08
Dikawal LBH Anak Rakyat, Santunan Rp150 Juta Ahli Waris Awak Kapal Tuntas Dibayar
SULSELSATU, MAKASSAR – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Anak Rakyat sukses mengawal pemenuhan santunan sebesar Rp150 juta kepada ahli waris almarhum ...
Politik05 November 2026 21:18
Bedah Pemikiran Tjokroaminoto dan Ali Shari’ati, PKB Rumuskan Sosialisme ala Indonesia
SULSELSATU.com, MAKASSAR — Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mulai mengkaji konsep sosialisme Islam sebagai salah satu gagasan untuk membangun sistem ...
Bisnis05 November 2026 19:45
Kalla Transport & Logistics Raih Tiga Penghargaan Toyota
Kalla Transport & Logistics meraih tiga penghargaan dalam ajang Facing Depot Annual Meeting & Logistic Partner Annual Meeting 2026 yang disele...
Ekonomi05 November 2026 19:01
OJK Luncurkan Tiga Pedoman Produk Perbankan Syariah
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meluncurkan tiga pedoman produk perbankan syariah untuk memperkuat pembiayaan sektor riil, termasuk kebutuhan usaha dan r...