Logo Sulselsatu

Penguatan Rantai Pasok Global, PT Vale IGP Pomalaa Catat Penjualan Perdana Bijih Nikel

Sri Wahyu Diastuti
Sri Wahyu Diastuti

Minggu, 01 Maret 2026 20:47

Pengangkutan Ore Nikel di IGP Pomalaa. Foto: Istimewa.
Pengangkutan Ore Nikel di IGP Pomalaa. Foto: Istimewa.

SULSELSATU.comPT Vale Indonesia Tbk (PT Vale), bagian dari Mining Industry Indonesia (MIND ID), mencatat penjualan perdana bijih nikel dari Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa.

Capaian ini menandai fase penting dalam transisi proyek dari tahap konstruksi menuju fase operasional yang menghasilkan pendapatan (revenue-generating phase), sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global mineral kritis.

Lebih dari sekadar milestone operasional, penjualan perdana ini merupakan langkah strategis dalam proses project de-risking, validasi kesiapan sistem produksi, serta penguatan fundamental pertumbuhan jangka panjang Perseroan.

Baca Juga : Dari Air Limpasan Tambang ke Air Terolah, Menelusuri Peran LGS PT Vale

nikel merupakan komponen kunci dalam baterai lithium-ion, khususnya untuk katoda berkadar nikel tinggi yang digunakan pada kendaraan listrik (EV) dan sistem penyimpanan energi.

Seiring percepatan elektrifikasi global dan transisi energi, permintaan terhadap nikel diproyeksikan terus meningkat dalam dekade mendatang.

Indonesia, sebagai salah satu pemilik cadangan nikel terbesar di dunia, memainkan peran strategis dalam ekosistem tersebut.

Baca Juga : PT Vale Integrasikan Pengelolaan Alam dan Inovasi Rendah Karbon untuk Perkuat Ketahanan Energi

IGP Pomalaa menjadi bagian dari agenda hilirisasi nasional yang bertujuan meningkatkan nilai tambah domestik melalui integrasi pertambangan dan pengolahan.

Dengan nilai investasi terintegrasi sekitar Rp74,44 triliun (±US$4,43 miliar), IGP Pomalaa merupakan salah satu proyek strategis yang memperkuat fondasi industri nikel nasional sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di pasar global.

Penjualan perdana ini dimungkinkan melalui aktivasi area oresell di Pit PB5 dan Pit PB1, yang dirancang untuk mengoptimalkan arus material dan menjaga stabilitas produksi.

Baca Juga : Program Pangan dan Kemaritiman PT Vale Raih Dua Gold Awards InTechSEA 2026

Kedua pit tersebut memiliki kapasitas penampungan hingga 4 juta wet metric ton (Mwmt) bijih limonit, memberikan fleksibilitas inventori yang signifikan serta menjamin keberlanjutan suplai menuju fasilitas pengolahan di Pomalaa.

Director and Chief Project Officer PT Vale Indonesia TbknMuhammad Asril menyampaikan, peresmian area oresell di Pit PB5 dan PB1 merupakan langkah strategis untuk menjaga ritme produksi dan memastikan distribusi material berjalan optimal.

“Dengan dukungan infrastruktur yang terus kami percepat, kami memastikan pencapaian target IGP Pomalaa tetap sejalan dengan prinsip operational excellence dan praktik pertambangan berkelanjutan,” ucapnya.

Baca Juga : Catut Nama Adat untuk Palang Seba-seba, Gusti Riadi Terancam Hukuman 14 Tahun

Aktivasi kapasitas stockpile skala besar ini memperkuat stabilitas pasokan bahan baku,ketahanan logistik di tengah volatilitas pasar komoditas,dan kesiapan menuju fase produksi penuh.

Memasuki Maret 2026, IGP Pomalaa menargetkan produksi sebesar 300.000 ton limonit per bulan, atau sekitar 9.677 ton per hari. Strategi ramp-up ini dilakukan secara disiplin untuk memastikan keberlanjutan operasional serta optimalisasi kapasitas produksi.

Dengan kapasitas penyimpanan 4 Mwmt dan target produksi bulanan, proyek ini memiliki inventory buffer yang memadai untuk menjaga konsistensi suplai sekaligus mengurangi risiko gangguan operasional.

Baca Juga : Direktur Keamanan PT TRK Pimpin Blokade Total PSN Pomalaa, Tantang dan Maki Aparat TNI

Progres Infrastruktur dan Efisiensi Modal Percepatan pembangunan infrastruktur menjadi prioritas untuk menjaga efisiensi dan capital discipline.

Hingga Januari 2026, progres konstruksi keseluruhan IGP Pomalaa telah mencapai 65,76 persen, menunjukkan eksekusi proyek yang on track.

Sementara itu, pembangunan Main Haul Road (MHR) to stockpile telah mencapai 40 persen. Jalur ini menjadi tulang punggung distribusi material dari area tambang menuju fasilitas pengolahan dan pelabuhan, yang pada akhirnya akan meningkatkan produktivitas hauling dan menurunkan potensi logistics bottleneck.

Perkembangan ini memperkuat profil capital efficiency proyek serta meningkatkan visibilitas arus kas jangka menengah dan panjang.

Langkah ini juga sejalan dengan strategi nasional hilirisasi, yang mendorong pengolahan domestik dan integrasi industri dari hulu ke hilir guna menciptakan nilai tambah yang lebih tinggi di dalam negeri.

Sebagai bagian dari MIND ID, PT Vale terus berkomitmen menghadirkan pertumbuhan industri nikel yang kompetitif, terintegrasi, dan berkelanjutan sekaligus menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

News18 September 2026 15:15
PLN Sosialisasikan Kompensasi Lahan SUTT 150 kV ACN–Bungku di Morowali
PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi melalui Unit Pelaksana Proyek Sulawesi Tenggara terus melakukan sosialisasi dan musyawarah bers...
News18 September 2026 14:32
Trafik Penumpang Pelindo Regional 4 Naik 12,9 Persen hingga Agustus, Capai 6,02 Juta Orang
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 mencatat pertumbuhan pada sejumlah indikator operasional selama Januari hingga Agustus 2026....
OPD17 September 2026 20:12
Dinilai Lalai Melakukan Pengawasan ke RSIA Paramaount, Ismail Minta Kadinkes Makassar Dievaluasi
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Ketua Komisi B DPRD Kota Makassar Ismail menyoroti lemahnya pengawasan Dinas Kesehatan terhadap operasional Rumah Sak...
Metropolitan17 September 2026 18:33
TPA Tamangapa Berbenah, Gunungan Sampah Mulai Tertata hingga Sapi Disiapkan Ranch
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Wajah Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Tamangapa, Antang, Kecamatan Manggala, perlahan mulai berubah total. Kawasan yang...