SULSELSATU.com, MAKASSAR — PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) menyatakan kesiapan penuh menghadapi periode Angkutan Lebaran 2026 yang berlangsung mulai 6 Maret hingga 6 April 2026. Perusahaan pelayaran pelat merah ini memproyeksikan puncak arus mudik terjadi pada 18 Maret 2026.
Direktur Utama PELNI, Tri Andayani, mengungkapkan bahwa jumlah penumpang selama musim Lebaran tahun ini diperkirakan mencapai 641 ribu orang. Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, PELNI mengoperasikan 55 armada yang terdiri atas 25 kapal penumpang dan 30 kapal perintis.
“Total ketersediaan tiket selama masa angkutan Lebaran 2026 mencapai 751.555 tiket, dengan kapasitas keseluruhan 56.069 seat termasuk dispensasi dari otoritas terkait. Kami memastikan kapal PELNI dapat mengangkut masyarakat untuk mudik aman dan berbagi harapan,” ujar Tri Andayani dalam keterangan resminya.
Baca Juga : Pengguna Baru 67 Persen, PELNI Makassar Gencarkan Aplikasi untuk Lawan Calo
Ia menegaskan, kesiapan armada tahun ini mengacu pada tiga prinsip utama, yakni keselamatan sebagai prioritas, nihil kecelakaan, dan pelayanan prima. Seluruh awak kapal juga dipastikan telah mengantongi sertifikasi wajib sesuai standar internasional guna menjamin keamanan pelayaran.
“Kami telah melaksanakan ramp check bersama Kementerian Perhubungan pada seluruh kapal penumpang untuk memastikan kelaiklautan. Termasuk memastikan ketersediaan BBM, air tawar, logistik, serta fasilitas bagi penumpang dan kru,” jelasnya.
Selain penguatan aspek teknis, PELNI juga menggelar workshop keselamatan bagi awak kapal, membuka posko terpadu, serta melakukan pemantauan cuaca bekerja sama dengan BMKG. Penyesuaian rute dan jadwal pelayaran turut dilakukan, disertai penambahan personel pengamanan internal maupun eksternal di kapal dan pelabuhan.
Baca Juga : 14 Kapal Disiapkan, PELNI Makassar Target Layani 49 Ribu Pemudik
Tri Andayani mengimbau masyarakat memesan tiket lebih awal melalui kanal resmi guna menghindari antrean dan kepadatan di pelabuhan.
“Kami mengingatkan calon penumpang untuk membeli tiket jauh hari melalui channel resmi. Seluruh kapal dan ABK PELNI siap melayani masyarakat dengan sepenuh hati,” katanya.
Adapun lima pelabuhan keberangkatan terpadat diproyeksikan berada di Makassar, Balikpapan, Batam, Ambon, dan Bau-Bau. Sementara lima pelabuhan kedatangan dengan lonjakan tertinggi diperkirakan terjadi di Kumai, Makassar, Surabaya, Balikpapan, dan Ambon.
Baca Juga : PELNI Bersama Polri Kirim Bantuan dan Logistik Bencana ke Sumatera
Untuk rute terpadat, PELNI memprediksi jalur Batam–Belawan dan Belawan–Batam menjadi yang paling ramai, disusul Balikpapan–Surabaya, Kumai–Semarang, serta Makassar–Surabaya.
Tiket kapal dapat diperoleh melalui berbagai kanal, mulai dari aplikasi dan situs resmi PELNI, contact center 162, hingga jaringan perbankan, ritel modern, dan agen perjalanan yang telah bekerja sama.
Sistem pembayaran juga didukung berbagai layanan virtual account dan platform pembayaran digital guna memudahkan transaksi masyarakat.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar