SULSELSATU.com, MAROS – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) terus mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah di kalangan generasi muda.
Upaya ini dilakukan melalui kegiatan edukasi keuangan syariah yang digelar di Aula Sekolah Putri Darul Istiqamah, Kabupaten Maros pada Jumat (6/3/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Gerakan Nasional Literasi Keuangan Syariah (GERAK Syariah) sekaligus mendukung program Ekosistem Pesantren Inklusif Keuangan Syariah (EPIKS).
Baca Juga : OJK Perpanjang Waktu Kewajiban Pelaporan SLIK Perusahaan Asuransi
Sebanyak 300 peserta yang terdiri dari pengajar dan pelajar mengikuti kegiatan tersebut. Para peserta mendapatkan materi tentang prinsip dasar keuangan syariah, cara mengelola keuangan secara bijak, serta pengenalan produk dan layanan perbankan syariah.
Acara ini dibuka langsung oleh Kepala OJK Sulselbar Moch. Muchlasin. Turut hadir Dewan Pembina SPIDI Female Boarding School dan SADIQ, M. Safwan, serta Regional CEO PT Bank Syariah Indonesia Tbk Makassar, Sukwa Dwie Priardi.
Moch. Muchlasin menegaskan pentingnya memahami nilai-nilai syariah dalam mengelola keuangan sejak usia muda.
Baca Juga : LPS Perkuat Sinergi Perbankan di Sulsel, Dorong Penerapan GRC untuk Inklusi Keuangan
“keuangan syariah mengajarkan nilai kejujuran, keadilan, dan keberkahan. Dalam Islam, mengelola harta bukan hanya tentang mencari keuntungan, tetapi juga tentang tanggung jawab dan kemanfaatan. Dengan memahami perbankan dan produk keuangan syariah, para santri diharapkan dapat menjadi generasi yang cerdas secara finansial sekaligus taat pada nilai-nilai syariah,” ujar Muchlasin.
Pada kesempatan yang sama, Regional CEO PT Bank Syariah Indonesia Tbk Makassar Sukwa Dwie Priardi menilai literasi masyarakat terhadap perbankan syariah masih perlu ditingkatkan agar pemanfaatan layanan keuangan syariah semakin luas.
“Literasi terhadap bank syariah masih relatif kecil karena masih banyak masyarakat yang belum memahami produk dan layanan yang tersedia. Industri perbankan syariah terus berproses dan diawasi oleh Dewan Syariah Nasional serta OJK,” ujar Sukma.
Baca Juga : OJK Luncurkan Program PINTAR Reksa Dana, Dorong Inklusi Keuangan dan Pendalaman Pasar
Melalui kegiatan ini, OJK berharap para santri tidak hanya memahami konsep keuangan syariah secara teori.
Ppeserta juga diharapkan mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam mengelola keuangan pribadi secara bijak sesuai prinsip syariah.
Ke depan, OJK bersama berbagai pemangku kepentingan akan terus memperluas program edukasi keuangan syariah di berbagai lapisan masyarakat, terutama di lingkungan pesantren dan lembaga pendidikan.
Baca Juga : Sosialisasi dan Edukasi Reksa Dana APRDI dan OJK Sasar Lima Kampus di Makassar
Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat ekosistem keuangan syariah nasional sekaligus melahirkan generasi muda yang memiliki literasi keuangan yang baik, berdaya secara ekonomi, serta berlandaskan nilai-nilai syariah.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar