Logo Sulselsatu

Pupuk Indonesia Pastikan Ketersediaan Pupuk Nonsubsidi bagi Petani di Indonesia Timur

Sri Wahyu Diastuti
Sri Wahyu Diastuti

Jumat, 13 Maret 2026 18:46

Gebyar Kios Hebat yang mendistribusikan Pupuk Indonesia. Foto: Istimewa.
Gebyar Kios Hebat yang mendistribusikan Pupuk Indonesia. Foto: Istimewa.

SULSELSATU.com, MAKASSAR – PT Pupuk Indonesia (Persero) terus memperkuat ketersediaan pupuk komersial atau nonsubsidi di wilayah Indonesia Timur.

Upaya ini dilakukan melalui berbagai program promosi bagi distributor dan kios ritel untuk memastikan petani tetap mendapatkan akses pupuk berkualitas guna mendukung swasembada pangan nasional.

General Manager Regional 4 PT Pupuk Indonesia (Persero) Wisnu Ramadhani mengatakan, wilayah Indonesia Timur yang meliputi Sulawesi, Maluku, dan Papua memiliki peran strategis dalam pengembangan sektor pertanian nasional.

Baca Juga : Rembuk Petambak dan Tebus Bersama Pupuk Indonesia Dukung Budidaya Perikanan di Sulsel

“Selain pupuk subsidi, kami juga berupaya senantiasa memastikan ketersediaan pupuk nonsubsidi di kios-kios. Tujuannya untuk memudahkan petani yang tidak tercatat sebagai penerima subsidi dalam mendapatkan pupuk. Dengan kemudahan akses ini produktivitas pertanian dapat terjaga, dan swasembada pangan pun dapat dilanjutkan,” kata Wisnu di Makassar pada Rabu (11/3/2026).

Untuk menjaga ketersediaan pupuk nonsubsidi di wilayah tersebut, perusahaan menjalankan sejumlah program promosi, di antaranya promosi distributor ritel, promo NPK, serta Program Gebyar Kios Hebat yang menyasar kios ritel.

Selama periode promosi distributor ritel pada Agustus hingga November 2025, realisasi penjualan pupuk ritel komersial mencapai 9.456 ton. Angka ini meningkat 39 persen dibandingkan periode yang sama pada 2024.

Baca Juga : Dukung Swasembada Pangan, Pupuk Indonesia Pastikan Stok Pupuk Bersubsidi Aman Saat Panen Raya Barru

Peningkatan penjualan tersebut didorong oleh kontribusi produk Urea sebesar 4.566 ton, diikuti NPK sebanyak 2.033 ton, serta SP-26 sebesar 1.470 ton.

Program promo NPK yang digelar pada Desember 2025 juga berhasil meningkatkan penjualan. Realisasi penjualan pupuk NPK nonsubsidi mencapai 613 ton, atau meningkat 163 ton atau sekitar 37 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Produk dengan kontribusi penjualan terbesar dalam program ini adalah NPK Phonska Plus dengan realisasi 498 ton.

Baca Juga : Pupuk Indonesia Pastikan Penyaluran Pupuk Subsidi di Sulsel Sesuai Prinsip 7T

Sementara itu, Program Gebyar Kios Hebat mencatat realisasi penjualan sebesar 528,9 ton. Capaian ini meningkat signifikan dibandingkan dua bulan sebelum program, dengan kenaikan penjualan 354,3 ton atau sekitar 203 persen.

Produk yang mendominasi penjualan dalam program tersebut adalah ZA Plus dengan realisasi 336 ton, disusul produk SP-26 serta NPK Pelangi.

“Melalui berbagai program promosi yang kami hadirkan, Pupuk Indonesia ingin memberikan stimulus bagi distributor dan kios ritel agar semakin aktif dalam memasarkan produk pupuk nonsubsidi. Program ini tidak hanya mendorong peningkatan penjualan, tetapi juga memperkuat sinergi antara perusahaan, distributor, dan kios dalam memastikan ketersediaan pupuk bagi petani,” ujar Wisnu.

Baca Juga : Pupuk Subsidi di Kecamatan Amali dan Cina Bone Dipastikan Sesuai HET

Ia menambahkan, optimalisasi penjualan pupuk ritel nonsubsidi juga menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk mendukung produktivitas sektor pertanian di wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua.

“Ke depan, Pupuk Indonesia Regional 4 akan terus menghadirkan berbagai program yang inovatif dan berkelanjutan guna memperkuat jaringan distribusi serta memperluas pemanfaatan produk pupuk komersial oleh petani,” ujarnya.

Salah satu distributor pupuk nonsubsidi di Regional 4 menyambut baik program yang digagas perusahaan. Menurutnya, inisiatif tersebut membantu memastikan pupuk tetap tersedia bagi petani di lapangan.

Baca Juga : Pupuk Subsidi Perdana Masuk Rongkong, 627 Petani Luwu Utara Kini Terdaftar

“Kami senang dapat menjadi bagian dari upaya bersama dalam memastikan pupuk tersedia bagi petani. Melalui kerja sama dengan Pupuk Indonesia, kami berupaya memastikan distribusi pupuk dapat menjangkau petani dengan baik,” ujarnya.

Hal serupa juga disampaikan oleh salah satu kios peserta Program Gebyar Kios Hebat. Ia menilai program tersebut memberikan manfaat tidak hanya bagi penjual, tetapi juga bagi petani sebagai pengguna pupuk.

“Programnya sangat positif. Tidak hanya bermanfaat bagi kami sebagai penjual, tetapi juga bagi petani sebagai konsumen yang membutuhkan pupuk,” ungkapnya.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Metropolitan09 Agustus 2026 19:11
PSEL Tamalanrea Terus Dipersoalkan, GERAM PLTSa: Pindahkan Lokasinya
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Ratusan warga yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Menolak PLTSa (GERAM PLTSa) kembali menggelar aksi demonstrasi menolak ...
Sulsel09 Agustus 2026 16:48
Kekeringan Melanda Sidrap, Asmo Sulsel dan FIFGroup Bantu Petani Massappa 3
Kekeringan yang melanda sejumlah lahan persawahan di Kecamatan Watang Sidenreng, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, membuat petani kesulitan mendapat...
Lifestyle09 Agustus 2026 14:18
Alasan Perusahaan Masih Membagikan Tumbler dan Tote Bag, Ternyata Ini Nilai Bisnisnya
Tumbler berlogo perusahaan, tote bag, notebook, pouch, dan berbagai barang promosi lain sudah menjadi pemandangan umum dalam acara bisnis. Barang-bara...
News09 Agustus 2026 08:45
Siasat Licik APL, Premanisme Berkedok “Petani Lada” di Hutan Lindung Loeha Raya
Hukum dan wibawa negara di kawasan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Larona benar-benar dilecehkan....