Logo Sulselsatu

Putri Dakka Bongkar Dugaan Penipuan Politik Rp15 Miliar

Asrul
Asrul

Jumat, 20 Maret 2026 19:14

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR — Politisi Partai NasDem, Putri Dakka, mencurahkan kekecewaannya melalui media sosial terkait pengalaman politiknya saat maju sebagai calon anggota legislatif DPR RI pada Pemilu 2024.

Dalam unggahannya, Putri mengaku telah mengeluarkan dana hingga Rp15 miliar untuk jasa sebuah lembaga, namun belakangan merasa justru menjadi korban penipuan.

Dalam curhatnya, Putri mempertanyakan penggunaan dana besar yang telah ia keluarkan. Ia mengaku saat itu memilih bersabar dan menganggap pengorbanan tersebut sebagai bagian dari proses politik yang harus dijalani.

Baca Juga : Putri Dakka Resmi Diusulkan KPU Jadi PAW DPR RI Gantikan Rusdi Masse

“Kasian yah saya posisi waktu itu. Saya bayar lembaga Rp15 miliar. Data semua saya dapat dari tim saya sendiri yang bekerja kumpul satu per satu. Uangku diapakan yah 15 miliar itu? Susah dihubungi,” tulis Putri dalam unggahan di media sosialnya pada Jumat (20/3/2026).

Ia menilai jasa yang dibayar mahal itu tidak sebanding dengan hasil kerja yang diterima. Bahkan, menurutnya, data di lapangan justru dihimpun oleh tim internalnya sendiri, bukan oleh pihak yang disebutnya telah dibayar untuk bekerja secara profesional.

Putri juga mengaku baru menyadari setelah setahun berlalu bahwa dirinya diduga telah dibodohi. Ia menyinggung adanya serangan terhadap dirinya secara masif dan terorganisir, yang menurutnya berkaitan dengan suara yang berhasil diraih berkat kerja timnya sendiri.

Baca Juga : Survei November Pilwalkot Palopo, Farid-Nurhaenih Teratas, Trisal-Ahmad Mengejar

“Ini kerja atau saya dikerjain. Sudah bayar 15 miliar pula,” tulisnya lagi.

Tak hanya itu, Putri bahkan menyatakan akan membuka bukti transfer dana tersebut dan melaporkan persoalan ini secara resmi ke Bareskrim.

Politisi berlatar belakang pengusaha itu juga menyinggung kemungkinan akan mengungkap identitas pihak yang diduga telah menipunya.

Baca Juga : Putri Dakka dan Budiman Belum Tentu Kendarai PDIP Maju Pilkada

“Nanti spil resi transferan Rp15 miliar. Sekalian setelah pelaporan resmi Bareskrim kita spil wajah oknum penipu halus modus politik,” ungkapnya.

Putri Dakka diketahui merupakan calon anggota legislatif DPR RI dari Partai NasDem nomor urut 7 di daerah pemilihan Sulawesi Selatan III pada Pemilu 2024.

Pada pemilu tersebut, Partai NasDem berhasil meraih dua kursi DPR RI dari dapil Sulsel III, masing-masing melalui Rusdi Masse dan Eva Stevani.

Baca Juga : PDIP Jagokan Kader NasDem Putri Dakka di Pilwali Palopo

Belakangan, Rusdi Masse mengundurkan diri sebagai kader Partai NasDem sekaligus melepas kursinya di DPR RI.

“Andai kamu tidak menyerang brutal saya secara masif dan terorganisir, mungkin 15 milliar uang saya tidak ketahuan kamu tipu. Inimi dibilang sebuah kebusukan akan terbongkar ambisi diri, saya yakin banyak korbanmu menipu modus politik,” demikian Putri.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

News05 Agustus 2026 10:27
MIND ID Kawal Proyek Strategis PT Vale di Pomalaa, Fokus pada Hilirisasi Berkelanjutan
Mining Industry Indonesia (MIND ID) menegaskan dukungan penuh terhadap pengembangan Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa milik PT Vale Indonesia Tbk...
Hukum04 Agustus 2026 22:03
Pegawai Ekspedisi di Makassar Polisikan Direktur, Wakil Direktur, dan Admin atas Dugaan Penganiayaan
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Seorang pegawai perusahaan ekspedisi di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), bernama Syahril (34), melaporkan Direktu...
Video04 Agustus 2026 21:45
VIDEO: Viral! Kopdes Merah Putih di Makassar Berdiri di Kawasan TPA Antang
SULSELSATU.com – Sebuah video memperlihatkan koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Kota Makassar viral di media sosial. Kopdes itu diketahui berdiri...
Hukum04 Agustus 2026 21:10
Jaksa Periksa 2 Pengurus KONI Makassar Terkait Penyimpangan Dana Hibah Rp15 M
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Kejaksaan Negeri (Kejari) Makassar memeriksa dua pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Makassar terkait ...