SULSELSATU.com, MAKASSAR — Universitas Hasanuddin terus memperluas jaringan kerja sama internasional, khususnya di bidang kesehatan global dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia.
Upaya tersebut diperkuat melalui pertemuan strategis bersama Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Peter M. Haymond, yang berlangsung di Stanford US–Unhas Center, Kampus Tamalanrea, Makassar.
Pertemuan tersebut menjadi forum untuk membahas arah kolaborasi yang lebih strategis, terutama dalam menghadapi tantangan kesehatan global, termasuk kesiapsiagaan terhadap ancaman penyakit serta penguatan sistem kesehatan masyarakat yang adaptif terhadap perubahan global.
Baca Juga : Ketat, Hanya 10,5 Persen Pendaftar SNBP Unhas 2026 yang Diterima
Rektor Unhas, Prof. Jamaluddin Jompa, menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menghasilkan riset, inovasi, dan sumber daya manusia yang mampu menjawab tantangan kesehatan di masa depan. Ia juga menekankan pentingnya pendekatan planetary health, yang mengaitkan kesehatan manusia dengan kondisi lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.
Menurutnya, Unhas ingin mengambil peran sebagai penghubung yang mendorong integrasi antara kebijakan, riset, dan implementasi program, khususnya untuk memperkuat kontribusi kawasan Indonesia Timur dalam agenda kesehatan global.
“Melalui berbagai program strategis yang dikembangkan, Unhas berkomitmen untuk terus meningkatkan kontribusinya secara optimal,” ujar Prof. Jamaluddin Jompa.
Baca Juga : Dukung Program Prabowo, Unhas Bangun Dapur MBG Berbasis Riset
Ia juga menyoroti bahwa pengembangan ilmu pengetahuan dan riset di Indonesia masih banyak terpusat di Pulau Jawa. Karena itu, kolaborasi internasional menjadi langkah penting untuk memperluas peran perguruan tinggi di daerah dalam ekosistem akademik global.
Sementara itu, Dubes AS Peter M. Haymond menilai kerja sama dengan Unhas memiliki arah yang jelas dan dapat segera diimplementasikan melalui sejumlah program prioritas yang berorientasi pada hasil dan keberlanjutan jangka panjang.
“Unhas memiliki kapasitas untuk menjadi penggerak yang dapat melibatkan universitas lain. Kami melihat peluang besar bagi Unhas untuk memimpin kolaborasi dan menjadi rujukan dalam pengembangan riset akademik di kawasan ini,” ujarnya.
Baca Juga : Unhas Gelar Halal Bihalal, Dorong Kolaborasi Menuju Kampus Kelas Dunia
Salah satu fokus kerja sama yang akan terus diperkuat adalah kolaborasi dengan U.S. Centers for Disease Control and Prevention (US CDC), khususnya melalui program Field Epidemiology Training Program (FETP).
Program tersebut telah berperan dalam mencetak epidemiolog serta memperkuat kapasitas respons kesehatan masyarakat di Indonesia.
Selain itu, kerja sama juga diarahkan pada pengembangan skema hibah untuk mendorong kemitraan antara institusi pendidikan di Amerika Serikat dengan perguruan tinggi di Indonesia, dengan Unhas sebagai penggerak utama dalam memperluas jaringan kolaborasi.
Baca Juga : Perkuat Pembinaan Atlet Kampus, Unhas Resmi Kerja Sama dengan Brimob Polda Sulsel
Melalui berbagai inisiatif tersebut, Unhas menargetkan penguatan konektivitas global, peningkatan kualitas riset dan pendidikan, serta pembangunan kapasitas institusi yang berkelanjutan dalam menghadapi tantangan kesehatan, baik di tingkat nasional maupun global.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar