SULSELSATU.com, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Kementerian Agama Republik Indonesia meluncurkan Buku Edukasi Keuangan Berbasis Agama (ESA) 2026.
Peluncuran buku SEA dilakukan saat penutupan Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) 2026 di Jakarta. BUku ini menjadi bagian dari penguatan literasi dan inklusi keuangan syariah di Indonesia.
Buku saku ESA hadir sebagai panduan praktis bagi masyarakat. Buku ini membantu masyarakat memahami pengelolaan keuangan, termasuk keuangan syariah. Pendekatannya menggunakan nilai-nilai agama yang mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Baca Juga : Sosialisasi dan Edukasi Reksa Dana APRDI dan OJK Sasar Lima Kampus di Makassar
Menteri Agama RI Nasaruddin Umar menilai perilaku ekonomi syariah di Indonesia masih perlu ditingkatkan.
Ia menyoroti kesenjangan antara jumlah populasi muslim dan tingkat pemanfaatan ekonomi syariah.
“Jadi mestinya peningkatannya jauh lebih tinggi. Tapi apapun namanya, itu jauh lebih baik daripada datar seperti selama ini. Saya melihat ada kurvanya naik, saya juga mengikuti perkembangan tahun lalu dibandingkan dengan tahun ini ada peningkatan, dan ini juga apresiasi saya kepada Ibu Kiki,” kata Nasaruddin.
Baca Juga : Perkuat Investasi Aman Bagi Generasi Muda, APRDI dan OJK Kampanyekan PINTAR Reksa Dana dan #ReksaDanaAja
Ia menyebut populasi muslim di Indonesia mencapai sekitar 244 juta jiwa. Namun, perilaku ekonomi syariah baru sekitar 7,6 persen. Angka ini masih tertinggal dibandingkan Malaysia yang telah mencapai 67 persen.
OJK berharap buku ESA dapat menjangkau masyarakat secara luas. Buku ini menyasar berbagai latar belakang agama dan kepercayaan. Tujuannya untuk meningkatkan literasi keuangan dan kemampuan mengelola keuangan secara bijak.
Sejumlah pejabat turut hadir dalam peluncuran ini. Di antaranya Deputi Komisioner OJK Rizal Ramadhani dan Deden Firman Hendarsyah, serta Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Abu Rokhmad. Hadir pula Ketua Badan Pelaksana Harian DSN-MUI Cholil Nafis.
Baca Juga : OJK Perbaharui SLIK Mendukung Akselerasi Pembiayaan Program 3 Juta Rumah
Selain itu, kegiatan ini melibatkan berbagai lembaga seperti Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI), dan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES).
Melalui GERAK Syariah 2026 dan peluncuran Buku ESA, OJK menegaskan komitmennya. OJK terus mendorong literasi dan inklusi keuangan syariah. Upaya ini dilakukan melalui sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi yang hadir dalam penutupan menyatakan, sektor keuangan syariah memiliki potensi besar untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.
Baca Juga : Dorong Ekonomi Daerah, OJK Sinergi IJK dan PT Comextra Majora Edukasi dan Survei Kakao di Wotu
“Fondasi ekonomi dan keuangan syariah yang sudah baik tersebut, tentunya juga menjadi fondasi kita yang kuat bagi perekonomian Indonesia. Peluang tersebut tidak luput dari berbagai peluang yang kita miliki saat ini. Potensi demografis, sosial, dan ekonomi masyarakat, yang didukung dengan basis populasi muslim sebesar 244,7 juta orang. Ini luar biasa tentu potensinya,” ujarnya.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar