Logo Sulselsatu

Gowa Perkuat Pengolahan Sampah Jadi Energi, Target 150 Ton per Hari

Sri Wahyu Diastuti
Sri Wahyu Diastuti

Minggu, 05 April 2026 11:17

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama pembangunan Instalasi Pengolah Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL). Foto: Istimewa.
Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama pembangunan Instalasi Pengolah Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL). Foto: Istimewa.

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa memperkuat skema pengolahan sampah berbasis energi melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) pembangunan Instalasi Pengolah Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL).

Kesepakatan ini melibatkan Pemerintah Provinsi Sulsel, Pemkab Gowa, Pemerintah Kabupaten Maros, dan Pemerintah Kota Makassar. Penandatanganan berlangsung di Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan, Sabtu (4/4/2026).

Kerja sama lintas wilayah ini menjadi langkah strategis untuk mengonversi timbulan sampah regional menjadi energi listrik berbasis teknologi ramah lingkungan.

Baca Juga : Dikaitkan Kasus Dugaan Korupsi hingga Usulan Pemakzulan, Benarkah Bupati Gowa Tak Lagi Dipercaya oleh Sejumlah Bawahannya?

Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang menegaskan kerja sama ini merupakan intervensi penting dalam manajemen persampahan daerah.

Melalui skema ini, Pemkab Gowa menargetkan pengalihan 150 ton sampah per hari untuk diolah menjadi energi.

“Kerja sama ini membantu kita menyelesaikan sebagian persoalan sampah di Gowa. Sebanyak 150 ton per hari nantinya akan kita transfer untuk dikelola menjadi energi listrik. Ini langkah konkret, meski belum menyelesaikan keseluruhan persoalan,” ujarnya.

Baca Juga : BKN Bakal Panggil BKD Gowa Usai 16 Pejabat Eselon II Dinonaktifkan oleh Bupati

Ia juga menyoroti tingginya produksi sampah di wilayah Gowa, khususnya di kawasan perkotaan. Menurutnya, pengawasan terhadap tata kelola lingkungan harus terus diperkuat agar dampaknya langsung dirasakan masyarakat.

“Gowa adalah salah satu kabupaten yang produksi sampahnya besar. Untuk daerah perkotaan, kita masih perlu melakukan pengawasan ketat bagaimana pengelolaan sampah berdampak langsung kepada masyarakat Kabupaten Gowa,” tambahnya.

Selain fokus pada pengolahan di hilir, Pemkab Gowa juga mendorong penguatan sistem dari hulu melalui edukasi masyarakat.

Baca Juga : Daftar 15 Pejabat Eselon II Pemkab Gowa yang Dinonaktifkan Sementara Bupati Husniah

Upaya ini dilakukan dengan mengembangkan pemilahan sampah berbasis ekonomi sirkular di tingkat desa dan kelurahan.

“Masyarakat tetap kita edukasi untuk memilah sampah yang bisa dimanfaatkan, seperti sampah anorganik dan organik. Ini bisa kita manfaatkan agar masyarakat bisa menghasilkan pendapatan dari pengolahan sampah yang ada di tiap desa dan kelurahan nantinya,” tegas Husniah.

Kebijakan ini sejalan dengan arahan Menteri Lingkungan Hidup RI Hanif Faisol Nurofiq. Ia menekankan pentingnya pendekatan Waste to Energy yang diimbangi dengan pengurangan sampah dari sumber.

Baca Juga : PSEL Tamalanrea Terus Dipersoalkan, GERAM PLTSa: Pindahkan Lokasinya

“TPA kita rata-rata sudah berumur 17 tahun dengan sisa kapasitas yang terbatas. Tahun 2026 ditargetkan praktik open dumping dihentikan secara nasional. Karena itu, pengurangan dari sumber harus berjalan paralel agar beban di hilir tidak terus meningkat,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Gowa, Azhari Azis, menegaskan keberhasilan kerja sama ini bergantung pada konsistensi suplai dan tata kelola di daerah.

Pemkab Gowa ditargetkan menyuplai minimal 150 ton sampah per hari ke fasilitas pengolahan.

Baca Juga : Investasi Rp1,3 Triliun, Perusahaan Kanada Bakal Bangun Pengolahan Sampah Modern di Gowa

“Pemilahan harus dimulai dari rumah tangga. Sistem pengolahan akan jauh lebih efisien jika sampah yang masuk sudah terklasifikasi. Kami terus mendorong sosialisasi secara berkelanjutan agar kesadaran masyarakat meningkat,” ungkapnya.

Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Wakil Bupati Maros Andi Muetazim Mansyur, serta Sekretaris Provinsi Sulawesi Selatan Jufri Rahman.

Kolaborasi lintas daerah ini diharapkan mampu mempercepat reformasi pengelolaan sampah berbasis sistem dan teknologi, sekaligus mendukung transisi menuju energi terbarukan di wilayah Sulawesi Selatan.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Pendidikan24 September 2026 11:20
Asmo Sulsel Perkuat Pendidikan Vokasi Lewat Astra Motor School, Siapkan Siswa Masuk Industri
Astra Motor Sulawesi Selatan (Asmo Sulsel) memperkuat kontribusinya di bidang pendidikan melalui Astra Motor School, program kelas industri yang diran...
Ekonomi23 September 2026 23:25
HIMA BISDIG FEB UNM Kunjungi BI Sulsel Lewat Company Visit Analytica Journey 2.0
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Himpunan Mahasiswa Bisnis Digital (HIMA BISDIG), Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Makassar melaksanakan...
Makassar23 September 2026 20:43
Kalla 10K 2026 Gandeng PASI, 4.500 Pelari Siap Ramaikan Pantai Losari
SULSELSATU.com,cMAKASSAR – Kalla 10K 2026 siap digelar di Anjungan Pantai Losari, Makassar, pada 10–11 Oktober 2026 mendatang. Sebanyak 4.500 pese...
Politik23 September 2026 15:27
Isu Appi Pindah Partai Menguat, Demokrat Sulsel Pilih Tunggu Sikap Resmi
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Partai Demokrat Sulawesi Selatan mulai membuka ruang bagi Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi di tengah m...