Logo Sulselsatu

Wali Kota Munafri Instruksikan Camat-Lurah Atur Ulang Jam Angkut Sampah

Muh Jahir Majid
Muh Jahir Majid

Senin, 06 April 2026 14:27

istimewa
istimewa

SULSELSATU. com, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, meminta seluruh camat dan lurah bergerak cepat menata ulang sistem pengangkutan sampah, khususnya pengaturan waktu buang dan angkut agar lebih sinkron.

Instruksi tersebut disampaikan Munafri dalam Rapat Koordinasi pengelolaan sampah di Ruang Sipakatau, Balai Kota Makassar, Senin (6/4/2026). Ia menegaskan, persoalan sampah menjadi prioritas utama yang harus ditangani secara serius dan terintegrasi.

“Produksi sampah di Makassar telah mencapai sekitar 800 ton per hari, sementara kapasitas pengangkutan baru sekitar 67 persen. Artinya, masih ada lebih dari 200 ton sampah yang berpotensi tidak terangkut setiap hari,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi tersebut tidak bisa dibiarkan karena berpotensi menimbulkan penumpukan sampah di berbagai titik. Karena itu, ia menekankan pentingnya sinkronisasi antara waktu pembuangan oleh masyarakat dengan jadwal pengangkutan armada.

Munafri meminta camat dan lurah menyusun pola pengelolaan yang terukur, termasuk membuat alur atau diagram sistem pengangkutan yang lebih efektif. “Jangan sampai sampah dibuang pagi, tapi diangkut siang atau sore. Jeda waktu ini yang menyebabkan penumpukan,” tegasnya.

Selain pengaturan jadwal, ia juga menyoroti masih adanya praktik pembuangan sampah di trotoar dan sudut jalan. Ia meminta pelaku usaha, terutama sektor komersial seperti rumah makan, untuk menempatkan sampah di dalam area masing-masing dan mengikuti jadwal penjemputan.

Munafri juga memberi perhatian khusus pada kawasan dengan volume sampah tinggi, seperti pusat aktivitas ekonomi. Ia menilai pengelolaan di wilayah tersebut harus lebih disiplin dan terjadwal.

Di sisi lain, ia menekankan perlunya evaluasi sistem retribusi sampah, khususnya dari sektor komersial. Menurutnya, masih terdapat ketimpangan antara volume sampah yang dihasilkan dengan iuran yang dibayarkan.

“Jangan sampai sampahnya banyak, tapi bebannya ditanggung pemerintah. Harus ada perhitungan yang jelas dan transparan,” katanya.

Pemkot Makassar, lanjutnya, akan melakukan pendataan ulang kawasan komersial serta mendorong penerapan sistem pembayaran retribusi berbasis digital guna meningkatkan akuntabilitas.

Tak hanya itu, Munafri juga meminta pembaruan data penerima subsidi iuran sampah agar tepat sasaran. Ia menilai kebijakan pembebasan iuran bagi masyarakat kurang mampu perlu didukung dengan data yang valid.

Di internal, ia juga menginstruksikan verifikasi ulang data petugas kebersihan untuk memastikan tidak ada data fiktif yang berpotensi menimbulkan kebocoran anggaran.

Munafri menegaskan, pembenahan sistem persampahan membutuhkan komitmen dan konsistensi seluruh pihak. “Kalau ini dijalankan bersama, kebersihan kota pasti akan meningkat secara signifikan,” pungkasnya.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Penulis : Andi Baso Mappanyompa
Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Video05 Agustus 2026 22:59
VIDEO: Viral, Mobil Dikejar dan Dirusak Massa di Pattontongan Maros
SULSELSATU.com – Sebuah mobil dirusak massa di Jalan Pattontongan, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros, Selasa (4/8/2026). Berdasarkan informasi yang ...
News05 Agustus 2026 18:54
Ketegangan Jalur Hauling Pomalaa, Bupati Amri: Jangan Ada Premanisme Industrial
Ketegangan akibat aksi blokade jalur logistik (hauling) di kawasan Proyek Strategis Nasional (PSN) PT Indonesia Pomalaa Industry Park (IPIP) memantik ...
Ekonomi05 Agustus 2026 18:29
APERSI Sulsel Gelar APEX 2026, Targetkan Transaksi Rp60 Miliar Dukung Program 3 Juta Rumah
SULSELSATU.com, MAKASSAR – DPD Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI) Sulawesi Selatan akan menggelar APERSI Proper...
News05 Agustus 2026 18:04
PLN UIP Sulawesi Perkuat Sinergi dengan Kejati Sultra Dukung Proyek Strategis Ketenagalistrikan
PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi memperkuat sinergi dengan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara guna mendukung percepatan...