Logo Sulselsatu

Perkuat Investasi Aman Bagi Generasi Muda, APRDI dan OJK Kampanyekan PINTAR Reksa Dana dan #ReksaDanaAja

Sri Wahyu Diastuti
Sri Wahyu Diastuti

Kamis, 16 April 2026 16:34

SOSEDU APRDI 2025 menuju Pekan Reksa Dana. Foto: Sri Wahyu Diastuti / Sulselsatu.com.
SOSEDU APRDI 2025 menuju Pekan Reksa Dana. Foto: Sri Wahyu Diastuti / Sulselsatu.com.

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Industri reksa dana Indonesia mencatat pertumbuhan signifikan sepanjang 2025. Dana kelolaan (asset under management/AUM) meningkat 35,06 persen menjadi Rp679,24 triliun dari Rp502,92 triliun pada akhir 2024. A

Secara total, dana kelolaan investasi menembus Rp1.007,65 triliun atau naik 25,19 persen, tertinggi dalam lima tahun terakhir.

Pertumbuhan ini terutama ditopang reksa dana pendapatan tetap, diikuti pasar uang, terproteksi, dan saham. Sementara reksa dana indeks mengalami kontraksi, mencerminkan kecenderungan investor yang masih konservatif hingga moderat.

Baca Juga : OJK dan Pemkab Pasangkayu Gelar Literasi Keuangan untuk Pelajar hingga UMKM

Dari sisi kinerja, reksa dana saham mencatat imbal hasil tertinggi sebesar 17,23 persen pada 2025, sejalan dengan penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang tumbuh 22,13 persen. Disusul reksa dana campuran 12,48 persen, pendapatan tetap 6,96 persen, dan pasar uang 3,18 persen.

Jumlah investor juga terus meningkat. Data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menunjukkan jumlah investor mencapai 19,2 juta SID pada akhir 2025, naik dari 18,6 juta pada 2024. Mayoritas investor berasal dari generasi muda di bawah 30 tahun yang mencapai 54,24 persen.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (OJK Sulselbar) Moch. Muchlasin menyebut, minat investasi terus meningkat, termasuk di Sulawesi Selatan yang mencatat 569.610 investor reksa dana hingga Februari 2026.

Baca Juga : OJK Perkuat Literasi Keuangan Masyarakat Bantaeng melalui GENCARKAN

“Minat masyarakat terhadap investasi terus meningkat, terutama dari generasi muda. Berdasarkan data BPS, penduduk usia 15–34 tahun mencapai sekitar 88,96 juta jiwa, tetapi investor reksa dana usia muda baru sekitar 12,82 persen. Artinya, ruang peningkatan inklusi investasi masih sangat luas dan perlu didorong secara serius. Karena jika dilihat lebih dalam, potensi tersebut masih sangat besar,” ujar Moch. Muchlasin.

Untuk mendorong partisipasi, akan diluncurkan program nasional Investasi Terencana dan Berkala Reksa Dana (PINTAR Reksa Dana) pada 27 April 2026 di Main Hall Bursa Efek Indonesia mendatang.

Muchlasin juga mengingatkan pentingnya edukasi agar masyarakat memahami risiko investasi dan memastikan legalitas produk sebelum berinvestasi.

Baca Juga : OJK Siapkan Aturan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis Mulai 2027

Selain itu, Moch. Muchlasin juga menyampaikan, penting untuk dipahami bahwa investasi tidak hanya berbicara tentang keuntungan, tetapi juga risiko.

Oleh karena itu, edukasi menjadi kunci utama agar masyarakat dapat berinvestasi secara bijak. Serta juga mengingatkan masyarakat untuk selalu memastikan legalitas produk dan memahami manfaat, risiko hak, dan kewajiban sebelum berinvestasi.

Sementara itu, Dewan Presidium Asosiasi Pelaku Reksa Dana dan investasi Indonesia (APRDI) Marsangap P. Tamba menilai tren positif ini harus diikuti penguatan literasi. Pertumbuhan signifikan industri reksa dana pada 2025 mencerminkan semakin kuatnya kepercayaan masyarakat terhadap instrumen investasi yang dikelola secara profesional.

Baca Juga : OJK dan Kemenkes Perkuat Ekosistem Asuransi Kesehatan, Dorong Biaya Layanan Lebih Efisien

“Momentum ini perlu terus dijaga melalui penguatan literasi dan inklusi, terutama di kalangan generasi muda yang kini mendominasi komposisi investor. Melalui SOSEDU APRDI 2026 dan kampanye #ReksaDanaAja, kami mendorong pendekatan edukasi yang lebih interaktif dan partisipatif agar masyarakat semakin memahami pentingnya investasi yang terencana melalui reksa dana,” ujar Marsangap P. Tamba.

Sebagai bagian dari kampanye, APRDI juga menggelar kompetisi untuk jurnalis dan mahasiswa dengan total hadiah Rp55 juta. Pengumuman pemenang akan dilakukan pada 17 Juni 2026 melalui akun Instagram @ReksaDanaAja.

Di sisi lain, OJK telah membentuk tim kerja bersama pelaku industri untuk memperkuat pengembangan reksa dana dan pasar modal sesuai amanat UU P2SK.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Makassar23 September 2026 20:43
Kalla 10K 2026 Gandeng PASI, 4.500 Pelari Siap Ramaikan Pantai Losari
SULSELSATU.com,cMAKASSAR – Kalla 10K 2026 siap digelar di Anjungan Pantai Losari, Makassar, pada 10–11 Oktober 2026 mendatang. Sebanyak 4.500 pese...
Politik23 September 2026 15:27
Isu Appi Pindah Partai Menguat, Demokrat Sulsel Pilih Tunggu Sikap Resmi
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Partai Demokrat Sulawesi Selatan mulai membuka ruang bagi Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi di tengah m...
OPD23 September 2026 15:22
Andi Tenri Indah Desak Kepastian Gaji ASN Dinsos Sulsel hingga Akhir Tahun
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Persoalan kecukupan anggaran untuk pembayaran gaji aparatur sipil negara (ASN) di Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Sela...
Makassar23 September 2026 15:04
Terima Purnabakti, Andi Syahrum Buka Ruang Kolaborasi untuk Perkuat PDAM Makassar
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Plt Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar, Andi Syahrum, menerima kunjungan perwakilan purnabakti PDAM Makassar ...