SULSELSATU.com, MAKASSAR – Kasus dugaan penipuan berkedok kerja sama pengiriman barang mencuat di Kota Makassar. Sejumlah warga mengaku menjadi korban setelah tergiur tawaran bisnis dengan iming-iming keuntungan besar.
Modus yang digunakan pelaku berupa penawaran kerja sama distribusi berbagai jenis barang ke wilayah Merauke, Papua. Barang yang disebutkan dalam skema tersebut antara lain seprai, sajadah, mukena, karpet asal Malaysia, bahan otomotif, hingga pakaian wanita.
Para korban dijanjikan keuntungan hingga 50 persen dari setiap transaksi pengiriman. Namun, setelah sejumlah uang disetorkan, keuntungan yang dijanjikan tak kunjung terealisasi.
Baca Juga : Ahli Soroti Sprindik Lama dan Alat Bukti Berulang, Penetapan Tersangka Kedua Bahtiar Dinilai Cacat Hukum
Total korban dalam kasus ini tercatat sebanyak 14 orang dengan nilai kerugian mencapai Rp616.444.000. Salah satu korban mengaku telah menyetorkan dana dalam jumlah besar kepada pelaku.
“Saya sudah memasukkan lebih dari Rp200 juta,” ujarnya, Jumat, 17 April 2026.
Kasus ini telah dilaporkan ke Polda Sulawesi Selatan. Laporan tersebut teregister dalam Surat Tanda Penerimaan Laporan (STTLP) Nomor STTLP/B/388/IV/2026/SPKT/Polda Sulsel tertanggal 15 April 2026.
Baca Juga : Ahli Sebut Kasus Pengadaan Bibit Nanas Tak Berkaitan dengan Jabatan Pj Gubernur Sulsel
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sulsel, Kombes Pol Setiadi Sulaksono, membenarkan adanya laporan tersebut dan menyatakan pihaknya akan segera menindaklanjuti.
“Laporan sudah kami terima. Akan segera kami cek dan tindak lanjuti,” katanya.
Dalam laporan yang diajukan para korban, disebutkan satu nama terlapor, yakni Sri Rahayu Nur.
Baca Juga : Polda Sulsel Larang Personel dan Pegawai Isap Vape Cegah Penyalahgunaan Narkotika
Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman untuk mengungkap lebih lanjut dugaan penipuan tersebut.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News






Komentar