SULSELSATU.com – Lembaga Amil Zakat (LAZ) Hadji Kalla terus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat pesisir melalui program budidaya kerang mutiara di Desa Kamama Mekar, Kecamatan Gu, Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara.
Kelompok petani binaan berhasil menuntaskan panen siklus pertama dan kini melanjutkan ke tahap penyuntikan implan siklus kedua secara mandiri sejak April 2026.
Panen tersebut turut dihadiri Bupati Buton Tengah Dr. Azhari bersama kelompok petani setempat.
Baca Juga : Tanggapi Seruan Aksi Dukungan untuk Jusuf Kalla, KALLA: Agar Semua Pihak Menahan Diri
Field Fasilitator LAZ Hadji Kalla di Desa Kamama Mekar Andi Aria menjelaskan, total budidaya pada siklus pertama mencapai 3.000 ekor kerang mutiara jenis mabe.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.683 ekor berhasil dipanen, terdiri dari 500 ekor Grade A dengan harga Rp15.000 per ekor dan 1.100 ekor Grade B seharga Rp10.000 per ekor. Sementara 83 ekor mati akibat serangan ikan pari dan faktor usia bibit.
Pendapatan kotor dari panen tahap pertama tercatat Rp18.500.000, dengan total keseluruhan mencapai Rp42.175.000.
Baca Juga : Liburan Hemat Akhir Pekan dengan Promo Funventure Weekend Special Bugis Waterpark Adventure
Setelah dikurangi modal awal sebesar Rp25.000.000, kelompok memperoleh keuntungan bersih Rp17.175.000.
“Alhamdulillah, panen siklus pertama sudah selesai seluruhnya. Saat ini masyarakat sudah masuk tahap penyuntikan implan siklus kedua sebanyak 4.500 ekor, dan seluruh prosesnya dilakukan secara mandiri menggunakan modal dari hasil keuntungan panen sebelumnya dari LAZ Hadji Kalla,” ujar Aria.
Bupati Buton Tengah Dr. Azhari mengapresiasi capaian tersebut.
Baca Juga : Delapan Dosen Kalla Institute Raih Pendanaan Riset dan Pengabdian 2026
“Program seperti ini sangat baik karena tidak hanya meningkatkan pendapatan masyarakat, tetapi juga membangun keterampilan dan semangat mandiri warga pesisir. Kami berharap budidaya kerang mutiara ini dapat terus berkembang dan menjadi salah satu potensi ekonomi unggulan Buton Tengah,” ujarnya.
Salah satu petani, Ramuli, mengaku merasakan langsung manfaat program pendampingan.
“Awalnya kami masih belajar dan banyak bergantung pada bantuan program. Sekarang kami sudah paham proses budidaya sampai panen, bahkan sudah bisa lanjut ke siklus kedua dengan modal sendiri. Ini sangat membantu ekonomi keluarga kami,” ungkapnya.
Baca Juga : MaRI Raih Dua Sertifikasi Sekaligus, Tegaskan Standar Keamanan dan Keberlanjutan
Program Manager Community and Development LAZ Hadji Kalla Erny Rachmi Nurdin menyebut, capaian ini sebagai indikator keberhasilan program pemberdayaan berbasis kemandirian.
“Ini adalah tujuan utama program pemberdayaan LAZ Hadji Kalla. LAZ Hadji Kalla sebagai inisiator pengembangan potensi ekonomi lokal memberikan pelatihan peningkatan kapasitas kelompok binaan, kemudian dilanjutkan dengan pendampingan budidaya hingga panen,” jelasnya.
Ia menambahkan, keberhasilan siklus pertama hingga berlanjut ke penyuntikan 4.500 ekor pada siklus kedua menunjukkan model pendampingan berbasis penguatan kapasitas berjalan efektif.
Baca Juga : Bumi Karsa dan LAZ Hadji Kalla Salurkan Paket Pendidikan di Gowa
Program ini menjadi bukti bahwa pendekatan pemberdayaan tidak hanya memberikan bantuan awal, tetapi juga mendorong masyarakat mengembangkan usaha produktif secara berkelanjutan.
Melalui siklus kedua yang kini berjalan, budidaya kerang mutiara di Desa Kamama Mekar diharapkan semakin berkembang dan menjadi salah satu penguat ekonomi masyarakat pesisir di Kabupaten Buton Tengah.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar