SULSELSATU.com, MAKASSAR — Ketua DPW PPP Sulawesi Selatan, Ilham Ari Fauzi, menekankan pentingnya konsolidasi struktur dan kesiapan verifikasi partai dalam menghadapi Pemilu, saat membuka Musyawarah Cabang (Muscab) serentak DPC PPP se-Sulsel secara virtual, Sabtu (25/4/2026).
Dalam arahannya, Ilham menegaskan bahwa kekuatan PPP saat ini masih bertumpu pada basis di tingkat kabupaten/kota, khususnya melalui keberadaan fraksi di DPRD.
“Sebagai partai yang pernah berjaya di Senayan, PPP masih memiliki kekuatan besar di daerah. Ini yang harus dijaga oleh kepengurusan selanjutnya,” ujarnyaujarnya di Kantor DPW PPP Sulsel Jalan Sungai Saddang, Sabtu (25/4/2026).
Baca Juga : Usai Lantik Pengurus Baru, Mardiono Langsung Pasang Target Ambisius untuk PPP Sulsel
Ia mengingatkan bahwa Muscab bukan sekadar ajang perebutan posisi Ketua, Sekretaris, dan Bendahara, tetapi momentum untuk menghadirkan kepemimpinan yang mampu merangkul seluruh elemen partai. Para calon pengurus inti, kata dia, wajib menandatangani pakta integritas sebagai komitmen membangun soliditas internal.
Selain itu, Ilham juga menyoroti tantangan berat PPP menjelang Pemilu. Menurutnya, partai berlambang Ka’bah itu tidak hanya menghadapi ujian dalam meraih suara, tetapi juga harus lolos sebagai peserta pemilu melalui tahapan verifikasi yang ketat.
“Ujian kita dua kali, bukan hanya mencari suara, tapi juga memastikan partai memenuhi syarat sebagai peserta pemilu,” jelasnya.
Baca Juga : Dari Doa Orang Tua hingga Takdir, Kisah Ilham Ari Fauzi Resmi Nakhodai PPP Sulsel
Ia merinci sejumlah syarat penting yang harus dipenuhi oleh kepengurusan DPC, mulai dari keberadaan kantor PAC, jumlah kader, hingga struktur organisasi yang lengkap dan siap diverifikasi oleh KPU.
Dalam kesempatan itu, Ilham juga memperkenalkan konsep kepemimpinan yang disebutnya sebagai “earn”, yakni prinsip timbal balik atas kerja keras, usaha, dan prestasi kader. Konsep ini, menurutnya, menjadi dasar dalam pengelolaan sumber daya dan anggaran partai di Sulsel.
“Kita punya sumber anggaran seperti dana fraksi dan bantuan politik. Pengelolaannya harus tepat sasaran, adil, dan seimbang sesuai kontribusi kader,” katanya.
Baca Juga : Pelantikan DPW PPP Sulsel Akan Dirangkaikan Penyerahan 21 SK Ketua DPC se-Sulawesi Selatan
Terkait dinamika Muscab, Ilham mengungkapkan bahwa terdapat sejumlah daerah yang ketua DPC-nya tidak lagi mencalonkan diri, termasuk di Kota Makassar. Namun, keputusan akhir tetap berada di tangan tim formatur.
“Walaupun ada yang menyatakan tidak maju, tetap akan dipertimbangkan oleh formatur dan DPW,” ujarnya.
Ia juga menyebut adanya sejumlah daerah yang membuka peluang bagi figur eksternal untuk memimpin DPC, seperti di Kabupaten Selayar dan Maros.
Baca Juga : Pengurus DPW PPP Sulsel Dilantik Mardiono 20 Juni, Ilham Ari Fauzi Siapkan Kejutan
Untuk memastikan komitmen pengurus terpilih, DPW PPP Sulsel menetapkan tenggat waktu tiga bulan bagi Ketua, Sekretaris, dan Bendahara terpilih untuk memenuhi seluruh syarat yang telah dijanjikan dalam pakta integritas.
“Kalau dalam tiga bulan tidak terpenuhi, tentu ada evaluasi dan diskresi dari partai,” tegasnya.
Secara keseluruhan, Muscab serentak PPP di Sulsel diikuti sekitar 20 DPC, sementara beberapa daerah seperti Toraja, Toraja Utara, Maros, dan Selayar memiliki mekanisme khusus dalam penentuan kepengurusan.
Baca Juga : PPP Sulsel Segera Gelar Muscab Serentak, Calon Ketua DPC Harus Siap Struktur hingga Finansial
Melalui Muscab ini, DPW PPP Sulsel berharap lahir kepengurusan baru yang solid, siap menghadapi verifikasi partai, serta mampu meningkatkan kekuatan PPP di Pemilu mendatang.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar