Logo Sulselsatu

Penelitian Phinisi di Bulukumba Tegaskan Identitas Budaya Maritim Sulsel

Muh Jahir Majid
Muh Jahir Majid

Senin, 27 April 2026 17:00

istimewa
istimewa

SULSELSATU. com, ‎MAKASSAR – Penelitian mengenai kapal tradisional Phinisi Kabupaten Bulukumba menegaskan posisinya sebagai salah satu identitas budaya utama Sulawesi Selatan. Kajian ini dilakukan oleh Muh. Alif Alim Arifki melalui program Dana Abadi Kebudayaan Kementerian Kebudayaan.

‎Penelitian dilakukan dengan pendekatan dokumentasi lapangan di Desa Tanah Beru, pusat pembuatan Phinisi. Tim peneliti merekam secara langsung proses pembangunan kapal oleh para perajin atau Panrita Lopi, mulai dari penyusunan rangka hingga tahap akhir sebelum peluncuran.

‎Alif panggilan akrabnya menjelaskan, Phinisi tidak hanya dipahami sebagai produk budaya berupa kapal, tetapi juga sebagai sistem pengetahuan maritim yang hidup dan diwariskan secara turun-temurun dalam masyarakat.

‎“Phinisi bukan sekadar artefak, tetapi identitas. Di dalamnya ada pengetahuan, nilai, dan cara hidup masyarakat pesisir Sulawesi Selatan yang terus bertahan hingga hari ini,” ujarnya.

‎Menurutnya, proses pembuatan Phinisi mencerminkan praktik budaya yang kompleks, mulai dari teknik konstruksi tradisional hingga ritual yang menyertainya. Pengetahuan tersebut ditransmisikan secara lisan dan melalui praktik langsung, bukan melalui sistem pendidikan formal.

‎Hasil penelitian ini didokumentasikan dalam bentuk fotografi dokumenter yang akan disusun menjadi buku sebagai arsip visual. Dokumentasi tersebut diharapkan dapat memperkuat upaya pelestarian sekaligus menjadi referensi bagi generasi mendatang dalam memahami warisan maritim daerah.

‎Sementara itu, pemerintah melalui program Dana Abadi Kebudayaan terus mendorong penelitian dan pengembangan budaya di daerah. Pada tahun 2026, sebanyak 67 pelaku budaya di Makassar tercatat menerima pendanaan untuk berbagai proyek seni dan budaya.

‎Wakil Menteri Kebudayaan RI, Giring Ganesha, menyatakan bahwa program tersebut merupakan bagian dari strategi nasional dalam memperkuat ekosistem kebudayaan.

‎“Pendanaan ini ditujukan untuk mendukung inisiatif kebudayaan, termasuk penelitian yang mengangkat identitas lokal seperti Phinisi,” ujarnya.

‎Program Dana Abadi Kebudayaan atau Dana Indonesiana Raya merupakan skema hibah non-APBN dan non-APBD dengan nilai pengelolaan mencapai sekitar Rp6 triliun, sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga dan mengembangkan warisan budaya bangsa.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Penulis : Andi Baso Mappanyompa
Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Makassar07 Juni 2026 17:00
Perbaikan Pipa PDAM di Perintis Kemerdekaan, PDAM Imbau Pelanggan Tampung Air
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Makassar Melakukan Pengerjaan kebocoran pada pipa distribusi utama berdiameter 40...
Video06 Juni 2026 19:34
VIDEO: DPR, BI dan Pemerintah Perkuat Koordinasi Jaga Stabilitas Rupiah
SULSELSATU.com – DPR, Bank Indonesia dan pemerintah sepakat memperkuat koordinasi fiskal dan moneter. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga stabi...
Hukum06 Juni 2026 17:38
Kakanwil Baru Ditjenpas Sulsel Diuji, Berani Bongkar Mafia Jabatan atau Tidak?
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Pergantian Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal dan Pemasyarakatan (Kanwil Ditjen) Sulawesi Selatan dari Rudy ...
News06 Juni 2026 16:10
Pelindo dan PJM Dorong Budaya Keselamatan untuk Dukung Arus Logistik Nasional
PT Pelindo Jasa Maritim (PJM) Unit Samarinda menegaskan komitmennya memperkuat budaya keselamatan operasional sebagai fondasi utama dalam pelayanan pe...