Logo Sulselsatu

PT Vale dan Pemkab Morowali Kolaborasi Kembangkan Desa Wisata Unsongi

Sri Wahyu Diastuti
Sri Wahyu Diastuti

Senin, 10 Agustus 2026 21:13

Peluncuran Desa Wisata Unsongi kolaborasi PT Vale dan Pemkab Morowali. Foto: Istimewa.
Peluncuran Desa Wisata Unsongi kolaborasi PT Vale dan Pemkab Morowali. Foto: Istimewa.

SULSELSATU.com, MOROWALI – Desa Unsongi, Kecamatan Bungku Timur, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah mulai dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis masyarakat.

Pengembangan ini dilakukan PT Vale Indonesia Tbk melalui Indonesia Growth Project (IGP) Morowali bersama Pemerintah Kabupaten Morowali dan Pemerintah Desa Unsongi.

Peluncuran Desa Wisata Unsongi menjadi langkah awal untuk mengoptimalkan potensi alam, budaya, dan ekonomi masyarakat setempat.

Baca Juga : Hasil Uji Laboratorium Padi Terdampak Tumpahan MFO di Towuti Aman Dikonsumsi

Salah satu potensi yang menjadi daya tarik desa adalah tradisi tenun lokal yang masih dipertahankan hingga kini.

Selain mengandalkan kekayaan budaya, pengembangan desa wisata juga diarahkan untuk membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Pelaku UMKM lokal didorong menjadi bagian dari pengalaman wisata melalui produk seperti kain tenun dan kuliner khas Desa Unsongi.

Baca Juga : PT Vale Indonesia Dorong Ekonomi Lokal Lewat Koperasi dan UMKM

Konsep tersebut menempatkan masyarakat bukan sekadar sebagai penerima manfaat, tetapi sebagai pelaku utama dalam pengelolaan destinasi. Pendekatan ini diterapkan melalui konsep Community-Based Tourism (CBT) atau pariwisata berbasis komunitas.

Community Development Officer IGP Morowali PT Vale Salwa mengatakan, pengembangan pariwisata perlu berjalan beriringan dengan pemberdayaan masyarakat dan pelestarian lingkungan.

“Bagi kami, pengembangan ekonomi masyarakat melalui pariwisata tidak bisa dipisahkan dari upaya menjaga kelestarian lingkungan sekitar. Keduanya harus berjalan beriringan karena pariwisata yang berkelanjutan hanya dapat tumbuh dari lingkungan yang terjaga dengan baik,” ujarnya.

Baca Juga : PT Vale Dukung 127 UMKM di Luwu Timur, 74 Tembus Pasar Ritel

Menurut Salwa, Desa Wisata Unsongi menjadi contoh kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, masyarakat, dan perusahaan dalam mengembangkan potensi lokal.

“Pengembangan Desa Wisata Unsongi merupakan hasil kerja sama antara pemerintah daerah, pemerintah desa, masyarakat, dan PT Vale. Kami percaya bahwa kolaborasi menjadi kunci untuk menciptakan destinasi wisata yang berdaya saing, berkelanjutan, dan mampu memberikan manfaat ekonomi jangka panjang bagi masyarakat,” tambahnya.

Dalam pengembangannya, masyarakat Unsongi akan mendapatkan penguatan kapasitas untuk mendukung aktivitas pariwisata. Program tersebut mencakup pelatihan pemandu wisata dan manajemen homestay.

Baca Juga : Tidak Semua Menolak, Arpa Jaska: Mayoritas Warga Dukung Jalur Pipa Minyak PT Vale

Produk UMKM lokal juga menjadi bagian penting dalam konsep wisata yang dikembangkan. Kain tenun dan kuliner khas desa diarahkan menjadi produk yang dapat diperkenalkan kepada wisatawan sekaligus membuka peluang pendapatan bagi masyarakat.

Dengan demikian, kunjungan wisatawan tidak hanya memberikan pengalaman menikmati alam dan budaya Unsongi. Diharapkan juga menciptakan perputaran ekonomi yang lebih besar di tingkat masyarakat.

Pengembangan Desa Wisata Unsongi juga dibarengi dengan edukasi pengelolaan sampah. PT Vale menghadirkan booth interaktif yang menyasar masyarakat, pelajar, dan pengunjung kegiatan.

Baca Juga : PT Vale Indonesia Tekankan Kepemimpinan Berdampak di Makassar Leadership Summit 2026

Edukasi tersebut mencakup pemilahan sampah organik dan anorganik, penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), serta dampak sampah terhadap lingkungan dan kesehatan.

Peserta juga mendapatkan demonstrasi pengolahan sampah organik menjadi kompos dan pemanfaatan sampah menjadi produk bernilai ekonomi.

Permainan dan praktik sederhana turut digunakan untuk memperkenalkan pengelolaan sampah kepada anak-anak dan pelajar.

Langkah tersebut menjadi bagian dari persiapan pengembangan destinasi wisata. Meningkatnya aktivitas masyarakat dan kunjungan wisatawan berpotensi meningkatkan volume sampah sehingga pengelolaan lingkungan perlu dibangun sejak awal.

Pengembangan Desa Wisata Unsongi pada akhirnya tidak hanya berbicara mengenai penciptaan destinasi baru di Morowali.

Program ini juga menjadi upaya menghubungkan potensi budaya, UMKM, lingkungan, dan partisipasi masyarakat dalam satu ekosistem ekonomi lokal.

Kolaborasi PT Vale, Pemerintah Kabupaten Morowali, Pemerintah Desa Unsongi, dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat kapasitas desa dalam mengelola potensi yang dimiliki secara mandiri.

Dengan pendekatan tersebut, Desa Unsongi berpeluang berkembang sebagai destinasi wisata yang memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjaga warisan budaya dan lingkungan.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

News18 Oktober 2026 17:47
8.000 Orang Meriahkan Honda Bikers Day 2026 di Makassar
Honda Bikers Day (HBD) 2026 Regional Sulawesi di Pantai Akkarena, Makassar, Sabtu (17/10/2026) dihadiri sekitar 3.000 bikers dan lebih dari 5.000 masy...
Metropolitan18 Oktober 2026 15:48
Dari Komisariat Menuju Panggung Nasional, Dr Fahri Bachmid Berbagi Pesan Intelektual kepada Calon Kader HMI Hukum UMI
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Masa Perkenalan Calon Anggota (MAPERCA) Angkatan 115 Basic Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Hukum Universita...
Pendidikan18 Oktober 2026 15:11
BRI Peduli Dukung Gerai CERDAS PeKA, Perkuat Literasi Keuangan Mahasiswa
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui program BRI Peduli mendukung kehadiran Gerai CERDAS PeKA di Universitas Airlangga (UNAIR), Surabaya, un...
News18 Oktober 2026 09:40
Sinyal Bahaya di Balik Panggilan Tak Dikenal
Penipuan digital dapat menyusup ke aktivitas sehari-hari, mulai dari transaksi usaha kecil hingga panggilan telepon yang tampak biasa. Di tengah ancam...