SULSELSATU.com, MAKASSAR – Mal Ratu Indah (MaRI) resmi memulai pengembangan kawasan mixed-use di area proyek eks Hotel Sahid yang ditandai dengan seremoni ground breaking yang digelar pada Selasa (28/4/2026).
Tahap pertama pengembangan MaRI akan mengintegrasikan fungsi komersial dan hunian dalam satu kawasan strategis di pusat Kota Makassar.
Chief Executive Officer KALLA Solihin Jusuf Kalla mengatakan, pengembangan ini menjadi langkah strategis perusahaan dalam memperkuat portofolio properti sekaligus menjaga relevansi MaRI sebagai destinasi utama masyarakat.
Baca Juga : Aston Makassar Donor Darah Jelang HUT ke-14, Kumpulkan 60 Kantong
“Pengembangan ini merupakan langkah yang luar biasa bagi kami, sekaligus menjadi kelanjutan dari Mal Ratu Indah yang kini telah beranjak sangat dewasa. Kami ingin memastikan MaRI terus tumbuh, beradaptasi, dan tetap relevan sebagai destinasi utama masyarakat,” ujarnya.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin turut menyampaikan dukungannya terhadap proyek tersebut.
Menurutnya, pengembangan ini akan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi kota, khususnya dalam penyerapan tenaga kerja.
Baca Juga : 151 Siswa SMAS Islam Athirah Kunjungi Bulukumba, Belajar Sains, Sosial dan Religi
“Pembangunan ini tentu akan memberikan dampak positif, khususnya dalam penyerapan tenaga kerja. Kami berharap dapat melihat peningkatan jumlah angkatan kerja yang terserap dari hadirnya pengembangan Mal Ratu Indah ini. Saat ini Makassar menjadi kota yang semakin dinamis dengan banyaknya pekerja yang datang dari luar daerah, dan kami berharap perluasan MaRI dapat turut memenuhi kebutuhan gaya hidup dan belanja masyarakat,” ujarnya.
Secara resmi, prosesi ground breaking dilakukan oleh jajaran Board of Director KALLA bersama Wali Kota Makassar.
Pengembangan mixed-use MaRI dirancang dalam dua tahap. Tahap pertama difokuskan pada area existing parkir, termasuk perluasan gedung parkir.
Baca Juga : Nature Yoga Spesial Bugis Waterpark Adventure di Hari Kartini, Perpaduan Alam dan Kebugaran
Sementara tahap kedua akan mencakup perluasan area mal dengan konsep ritel dan gaya hidup yang lebih modern dan terintegrasi.
Selain itu, proyek ini juga menghadirkan apartemen dengan 10 lantai hunian dan 9 lantai parkir khusus penghuni.
Fasilitas tersebut dilengkapi ballroom di area rooftop parkir, serta total 230 unit apartemen yang dibangun dalam satu kawasan terpadu.
Baca Juga : Kalla Translog Perkuat Komitmen ESG Lewat Donor Darah dan Pembagian Bibit Pohon
Proyek ini merupakan hasil dari perencanaan strategis jangka panjang yang telah dipersiapkan selama kurang lebih dua tahun, mulai dari desain arsitektur, kajian teknis, hingga pembongkaran eks Hotel Sahid sebagai bagian dari penataan kawasan.
Secara keseluruhan, pengembangan mixed-use MaRI ditargetkan rampung pada 2028 dan diharapkan menjadi bagian penting dalam memperkuat posisi Makassar sebagai pusat aktivitas ekonomi di Indonesia Timur.
Sebagai salah satu pionir pusat perbelanjaan di Indonesia Timur, Mal Ratu Indah juga telah mengantongi Sertifikat Laik Fungsi (SLF) serta sertifikasi bangunan hijau (green building certificate) melalui sistem Greenship Existing Building dengan peringkat Gold.
Baca Juga : Kalla Toyota Catat Kenaikan Pemesanan Mobil Diesel Sampai 40 Persen
Pencapaian ini menegaskan komitmen MaRI terhadap prinsip keberlanjutan dan efisiensi energi.
Melalui pengembangan ini, MaRI diharapkan menjadi destinasi mixed-use terintegrasi yang tidak hanya menghadirkan fungsi komersial, tetapi juga hunian, gaya hidup, dan ruang interaksi masyarakat dalam satu kawasan modern dan berkelanjutan.
Acara tersebut dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, mulai dari unsur pemerintah provinsi dan kota, jajaran Forkopimda, pimpinan instansi vertikal, hingga sektor perbankan dan mitra strategis lainnya.
Kehadiran para stakeholder ini menunjukkan dukungan kuat terhadap transformasi kawasan Mal Ratu Indah sebagai salah satu ikon pengembangan urban di Indonesia Timur.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar