Logo Sulselsatu

Fakta Kasus Mahasiswi Asal Nunukan Diduga Disekap di Makassar, Bermula dari Lowongan Babysitter

Asrul
Asrul

Kamis, 14 Mei 2026 15:42

Ilustrasi kekerasan terhadap perempuan (dokumen: internet)
Ilustrasi kekerasan terhadap perempuan (dokumen: internet)

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Seorang mahasiswi berinisial MR (20) asal Nunukan, Kalimantan Utara, diduga menjadi korban penyekapan hingga pemerkosaan oleh seorang pria berinisial DR (30) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), setelah melamar pekerjaan babysitter melalui Facebook.

Korban disebut tergiur dengan tawaran gaji sebesar Rp 3 juta per bulan.

Seorang saksi berinisial I mengungkapkan bahwa korban awalnya mengetahui lowongan pekerjaan babysitter dari media sosial Facebook yang dipasang oleh terduga pelaku. Korban kemudian tertarik melamar setelah dijanjikan gaji sebesar Rp3 juta per bulan.

Baca Juga : Ditetapkan Tersangka, Penasehat Hukum Korban Minta Polisi Segera Tahan Oknum Guru Penganiaya Murid di Jeneponto.

“Iye di Facebook alasannya toh itu pelaku. Dia (terduga pelaku) pasang di sosmed butuh baby sitter di janjikan (Rp) 3 juta (korban),” kata seorang saksi berinisial I kepada wartawan, Kamis (14/5/2026).

Korban kemudian tergiur dengan tawaran pekerjaan yang dipasang terduga pelaku di Facebook. Menurut saksi, korban saat itu sedang membutuhkan uang untuk membayar biaya kuliahnya sehingga tertarik menerima pekerjaan tersebut.

“Tertarik mi si korban (pekerjaan Babysitter karena gaji Rp 3 Juta) karena dia butuh uang bayar kuliah,” ungkapnya.

Baca Juga : 20 Motor Berknalpot Brong di Manggala Makassar Disita Polisi

Kanit Reskrim Polsek Tamalate Iptu Andi Latif mengungkapkan, peristiwa dugaan penyekapan dan pemerkosaan itu terjadi di sebuah perumahan elite di Kelurahan Barombong, Kecamatan Tamalate, Makassar. Korban diduga disekap sejak Jumat (8/5), namun kasus tersebut baru diketahui pada Minggu (10/5/2026).

Latif menjelaskan, rumah yang dijadikan lokasi kejadian diketahui merupakan rumah sewaan yang ditempati terduga pelaku. Korban disebut baru bisa keluar setelah pemilik rumah datang mengecek kondisi kontrakan karena masa sewanya telah habis.

“Korban akhirnya bisa keluar dari rumah setelah pemilik kontrakan datang memeriksa rumah karena masa sewanya telah habis. Saat pemilik rumah mengetuk pintu, korban kemudian muncul dari dalam rumah,” ujar Latif kepada wartawan, Rabu (13/5/2026).

Baca Juga : Bupati Gowa Husniah Tersangka Korupsi PBG Tak Ditahan Karena Dianggap Kooperatif

Dari hasil pemeriksaan sementara, korban mengaku awalnya melamar pekerjaan melalui media sosial. Setelah dinyatakan diterima, korban kemudian diarahkan datang ke rumah yang diduga menjadi lokasi penyekapan.

“Menurut keterangan korban, awal mula kejadian bermula saat korban melamar pekerjaan melalui media sosial. Setelah dinyatakan lulus, korban diarahkan untuk datang ke rumah yang menjadi lokasi kejadian,” jelas Latif.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Penulis : Zulkarnaim
Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Pendidikan27 Oktober 2026 21:47
OJK Bekali 500 Pelajar Sekolah Rakyat Literasi Keuangan dan Keterampilan Digital
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membekali sekitar 500 pelajar Sekolah Rakyat dengan literasi keuangan dan keterampilan digital melalui program OJK Digicl...
Makassar27 Oktober 2026 21:16
KMI 2026 di Makassar Bahas Royalti dan AI, Fadli Zon Dorong Musik Jadi Kekuatan Ekonomi
SULSELSATU.com, MAKASSAR — Persoalan royalti dan pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) menjadi salah satu isu yang dibahas...
News27 Oktober 2026 20:38
PLN UIP Sulawesi Perkuat Infrastruktur demi Pemerataan Listrik
PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi memperingati Hari Listrik Nasional (HLN) ke-81 melalui upacara di Kantor PLN UIP Sulawesi, Sela...
News27 Oktober 2026 18:59
PATSI UMI Gandeng Waskita–Adhi KSO, Siapkan SDM Konstruksi Muda melalui Program Magang Fresh Graduate
SULSELSATU, MAKASSAR — Dewan Pengurus Pusat Persatuan Alumni Teknik Sipil Universitas Muslim Indonesia (DPP PATSI UMI) mulai merealisasikan komitmen...