Logo Sulselsatu

Polisi Bongkar Sindikat Pembobol Rumah Kosong di Sulsel, Beraksi di 33 TKP

Asrul
Asrul

Kamis, 11 Juni 2026 19:51

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, MAKASSAR – Sindikat pembobol rumah kosong yang telah beraksi di 33 rumah di wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel) berhasil dibongkar aparat kepolisian. Dari aksi para pelaku, total kerugian yang dialami para korban ditaksir mencapai Rp4,6 miliar.

Dirkrimum Polda Sulsel, Kombes Feby Dapot P. Hutagalung, mengatakan bahwa kasus tersebut terungkap setelah pihaknya menerima informasi mengenai dugaan transaksi jual beli emas ilegal yang berlangsung pada periode 29 Mei hingga 2 Juni 2026.

Emas yang diperdagangkan itu diduga merupakan hasil kejahatan pencurian rumah yang selama ini terjadi di sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan.

Baca Juga : Ditetapkan Tersangka, Penasehat Hukum Korban Minta Polisi Segera Tahan Oknum Guru Penganiaya Murid di Jeneponto.

“Dari informasi masyarakat terkait penjualan emas ilegal, tim melakukan penyelidikan dan menemukan bahwa emas tersebut diduga berasal dari hasil kejahatan pencurian,” ujar Kombes Feby saat konferensi pers di Mapolda Sulsel, Kamis (11/6/2026).

Menindaklanjuti informasi tersebut, tim Unit Reaksi Cepat (URC) Ditreskrimum Polda Sulsel bersama personel Resmob Polres Bone dan Polres Pangkep melakukan serangkaian penyelidikan serta pengembangan kasus.

Hasilnya, temuan tersebut mengarah dan berkaitan dengan sejumlah kasus pencurian rumah yang selama ini terjadi di berbagai daerah di Sulawesi Selatan.

Baca Juga : 20 Motor Berknalpot Brong di Manggala Makassar Disita Polisi

“Polda Sulsel maupun Polres melakukan pengembangan dan berkoordinasi dengan Polres-Polres jajaran lainnya bahwa dari tahun 2018 hingga tahun 2026 ini marak sekali pencurian, khususnya dengan sasaran rumah dengan sasaran objeknya yaitu berupa uang dan emas,” ujarnya.

Hasil penyelidikan kemudian mengarah kepada seorang pria berinisial JR (36), warga Perumahan Mas Angkasa, Kecamatan Tanralili, Kabupaten Maros.

Saat diperiksa, JR mengakui bahwa emas yang dijualnya merupakan hasil pencurian yang telah dilakukannya dalam kurun waktu 2018 hingga 2026.

Baca Juga : Bupati Gowa Husniah Tersangka Korupsi PBG Tak Ditahan Karena Dianggap Kooperatif

“Berdasarkan keterangan dari JR bahwa emas yang diperoleh itu adalah dari hasil pencurian yang selama ini dilakukan mulai dari tahun 2018 sampai dengan 2026,” beberapa Feby.

Feby mengatakan, berdasarkan hasil penyidikan, JR tercatat telah melakukan aksi pencurian di 33 lokasi berbeda yang tersebar di sembilan kabupaten di Sulawesi Selatan. Akibat perbuatannya, para korban ditaksir mengalami kerugian dengan total mencapai Rp4,6 miliar.

“Untuk tindak lanjut dari perkara ini, Tim Reaksi Cepat Resmob Ditreskrimum Polda Sulsel telah mengembangkan terhadap perbuatan para pelaku, sehingga ditemukan terdapat 33 TKP. Dengan hasil kejahatan atau total kerugian itu berjumlah senilai Rp 4.649.750.000,” ungkapnya.

Baca Juga : Bupati Gowa Husniah Dicekal Polda Sulsel ke Luar Negeri Usai Tersangka Korupsi

Feby menuturkan, JR telah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat dengan Pasal 477 ayat (1) huruf f Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) terkait tindak pidana pencurian dengan pemberatan. Atas perbuatannya, pelaku terancam hukuman penjara paling lama tujuh tahun.

“Atas perbuatannya, JR dijerat Pasal 477 ayat (1) huruf f Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP terkait pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara,” jelasnya.

Selain menangkap pelaku utama JR, polisi juga mengamankan seorang pria berinisial HA di Kabupaten Gowa yang diduga berperan sebagai penadah barang hasil kejahatan.

Baca Juga : Bupati Gowa Husniah Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pemerasan dan Pengurusan PBG

Atas perbuatannya, HA dijerat Pasal 591 KUHP tentang tindak pidana penadahan dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara.

Dalam pengungkapan kasus tersebut, polisi turut menyita sejumlah barang bukti yang diduga berasal dari hasil kejahatan, di antaranya dua unit mobil, enam unit sepeda motor, uang tunai sebesar Rp394 juta, emas batangan, brankas, buku tabungan dan rekening, serta berbagai dokumen dan barang berharga lainnya.

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Penulis : Zulkarnaim
Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Olahraga02 November 2026 19:04
Fazzio Youth Festival 2026 Berakhir, Ini Daftar Pemenangnya
Sejumlah sekolah di Makassar berhasil meraih gelar juara dalam Fazzio Youth Festival (FYF) 2026 yang digelar PT Suracojaya Abadimotor (SJAM) di GOR Un...
Makassar02 November 2026 16:52
Aset Keuangan Syariah Tembus Rp3.300 Triliun, OJK Siapkan Strategi Penguatan
Industri keuangan syariah Indonesia terus menunjukkan perkembangan di tengah ketidakpastian ekonomi global....
Ekonomi02 November 2026 16:25
PLN Bantu 25 Perempuan Pesisir Paotere Kembangkan Usaha Kerajinan Sisik Ikan
PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sulawesi (UIP Sulawesi) membantu meningkatkan kapasitas usaha Kelompok Perempuan Pesisir Paotere melalui progr...
Bisnis02 November 2026 16:18
Pendapatan Telkom Tembus Rp113,5 Triliun hingga Kuartal III 2026
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp113,5 triliun hingga kuartal III 2026....