SULSELSATU.com, MAKASSAR – Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM), Prof. Dr. Farida Patittingi, secara resmi membuka rangkaian peringatan Dies Natalis ke-65 UNM di Lapangan Tenis Kampus Pascasarjana (PPs) UNM, Jumat (25/06/2026) sore.
Upacara pembukaan yang mengusung tema “65 Tahun Mengabdi: Tangguh, Inovatif, Berdampak bagi Negeri”tersebut dihadiri unsur pimpinan sivitas akademika Universitas Negeri Makassar, mulai dari para wakil rektor, dekan, direktur pascasarjana, ketua lembaga, kepala biro, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, hingga para mitra strategis UNM.
Dalam sambutannya, Prof. Farida Patittingi menegaskan bahwa momentum Dies Natalis bukan sekadar perayaan usia institusi, melainkan ruang untuk menyatukan energi dan semangat seluruh sivitas akademika dalam memperkuat peran UNM sebagai perguruan tinggi yang terus melahirkan sumber daya manusia unggul bagi Indonesia.
“Pada sore hari ini kita menyatukan semangat dan menguatkan energi bersama. Apa yang ditampilkan seluruh delegasi fakultas menunjukkan jati diri Universitas Negeri Makassar yang terus bersemangat, terus berinovasi, dan terus memberikan dampak bagi negeri,” ujar Prof. Farida.
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia pelaksana, pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta para mitra strategis UNM yang selama ini memberikan dukungan terhadap berbagai program pengembangan kampus.
Menurut Prof. Farida, semangat kebersamaan menjadi modal utama bagi UNM untuk menghadapi berbagai tantangan pendidikan tinggi di masa depan.
“Kalau kita bersama, tidak ada yang sulit. Semua bisa dijalankan dengan nyaman dan ringan. Kita semua adalah juara, karena pada hakikatnya seluruh sivitas akademika memiliki peran penting dalam membangun Universitas Negeri Makassar,” katanya.
Prof. Farida menekankan bahwa tema Dies Natalis tahun ini memiliki makna yang sangat relevan dengan arah pengembangan perguruan tinggi saat ini.
Menurutnya, ketangguhan merupakan karakter utama yang harus dimiliki seluruh sivitas akademika untuk mampu menghadirkan inovasi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
“Tangguh adalah karakter. Tangguh berarti memiliki daya tahan dan tidak mudah menyerah. Dari ketangguhan itulah lahir inovasi. Dan inovasi yang kita hasilkan harus berdampak bagi negeri, tidak hanya berhenti pada laporan penelitian semata,” jelasnya.
Ia menambahkan, pendidikan tinggi saat ini dituntut menghasilkan karya nyata yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat dan berkontribusi terhadap pembangunan bangsa.
Karena itu, seluruh aktivitas akademik, penelitian, pengabdian masyarakat, hingga pengembangan kemahasiswaan harus diarahkan pada penciptaan dampak yang terukur.
“UNM harus terus menunjukkan jati dirinya sebagai universitas yang hebat, bukan hanya melalui ilmu pengetahuan, tetapi juga melalui karya-karya yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat,” ujarnya.
Prof. Farida juga mengajak seluruh sivitas akademika menjadikan usia ke-65 tahun sebagai momentum memperkuat optimisme dan semangat transformasi.
Ia mengingatkan bahwa perjalanan panjang UNM selama lebih dari enam dekade telah membuktikan kemampuan institusi tersebut dalam menghadapi berbagai tantangan.
“Dalam statuta UNM tertulis ‘Selalu Jaya dalam Tantangan’. Itu bukan sekadar slogan. Tantangan akan selalu ada, tetapi UNM harus terus eksis, terus tumbuh, dan terus memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Dies Natalis UNM ke-65, Prof. Abdul Saman, mengatakan peringatan tahun ini dirancang sebagai momentum refleksi atas perjalanan panjang pengabdian UNM dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan sumber daya manusia Indonesia.
Menurutnya, berbagai kegiatan telah disiapkan untuk memeriahkan Dies Natalis yang akan berlangsung hingga puncak acara pada 1 Agustus 2026 mendatang.
“Dies Natalis ke-65 ini bertujuan mensyukuri perjalanan pengabdian Universitas Negeri Makassar sekaligus merefleksikan capaian dan kontribusi strategis UNM dalam pembangunan daerah, nasional, maupun global,” kata Prof. Abdul Saman.
Ia menjelaskan rangkaian kegiatan yang akan digelar meliputi bidang olahraga, ilmiah, seni, budaya, keagamaan, sosial, kemahasiswaan, hingga pemberian penghargaan akademik.
Untuk bidang olahraga, panitia menyiapkan berbagai kompetisi seperti tenis lapangan, bulu tangkis antarunit, bola voli, mini soccer, dan joker.
Sementara pada bidang akademik dan ilmiah akan digelar orasi ilmiah, konferensi internasional, seminar nasional, pameran hasil riset dan pengabdian dosen, serta kompetisi pembelajaran inovatif tingkat nasional.
Selain itu, terdapat pula kegiatan seni dan religi seperti lomba menyanyi, paduan suara, dan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat nasional.
Panitia juga menyiapkan berbagai program sosial berupa pelayanan kesehatan, pengobatan gratis, donor darah, hingga kegiatan pengabdian masyarakat.
Pada bidang kemahasiswaan, sejumlah agenda akan dilaksanakan antara lain lomba kebersihan sekretariat organisasi mahasiswa, debat bahasa Indonesia dan Inggris, karya tulis ilmiah, orasi kebangsaan, pemilihan duta kampus, serta berbagai program penguatan karakter mahasiswa.
Rangkaian kegiatan tersebut akan ditutup dengan malam penganugerahan UNM Award sebagai bentuk apresiasi kepada dosen, tenaga kependidikan, peneliti, program studi, guru besar, serta mahasiswa berprestasi di berbagai bidang.
Cek berita dan artikel yang lain di Google News







Komentar