Logo Sulselsatu

Petani Marbo Krisis Air, Wabup Takalar Janji Benahi Distribusi Air

ridwan ridwan
ridwan ridwan

Kamis, 25 Juni 2026 15:34

istimewa
istimewa

SULSELSATU.com, TAKALAR – Rencana aksi unjuk rasa ratusan petani di Kecamatan Mangarabombang (Marbo), Kabupaten Takalar, akibat krisis air irigasi berhasil diredam setelah Wakil Bupati (Wabup) Takalar, Hengky Yasin, turun langsung menemui warga dan melakukan dialog terbuka, Kamis (25/6/2026).

Aksi yang sebelumnya direncanakan digelar di depan Kantor Bupati Takalar itu dipicu oleh minimnya pasokan air dari Bendungan Pammukkulu yang menyebabkan sejumlah lahan pertanian mengalami kekeringan.

Petani menilai distribusi air ke wilayah hilir, khususnya Mangarabombang, belum berjalan maksimal. Untuk mengetahui akar persoalan, Hengky Yasin terlebih dahulu mengunjungi Kantor Kecamatan Mangarabombang dan berdiskusi dengan unsur pemerintah setempat serta aparat terkait.

Baca Juga : Kanwil Kemenkum Sulsel Ajak Pemkab Takalar Inventarisasi Indikasi Geografis dan Permudah UMKM Lewat Perseroan Perorangan

Pertemuan tersebut dilakukan guna memperoleh gambaran kondisi di lapangan sekaligus menyusun langkah penanganan yang tepat. Dalam pertemuan itu, Camat Marbo, Mappaturung, menyampaikan bahwa kondisi pertanian di wilayahnya sudah sangat memprihatinkan.

Menurutnya, debit air yang mengalir ke areal persawahan sangat kecil sehingga banyak tanaman padi mengalami kekeringan. “diDebit air yang sampai ke wilayah ini sangat kecil hingga petani menjerit kekeringan. Bahkan beberapa warga yang frustrasi telah membakar tanaman padi mereka yang puso,” katanya.

Usai menerima laporan itu, Hengky Yasin bersama Camat Marbo melakukan peninjauan langsung ke sejumlah lokasi terdampak, di antaranya Desa Lengkese dan Desa Bontomanai. Di lokasi tersebut, ia melihat kondisi sawah yang mulai mengering dan tanaman padi yang rusak akibat kurangnya pasokan air.

Baca Juga : Bupati Takalar dan Kakanwil Kemenkum Sepakat Perkuat Posbankum, Layanan Hukum Kini Menjangkau Hingga Desa

Di hadapan para petani, Hengky menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Takalar untuk segera mengevaluasi sistem distribusi air dari Bendungan Pammukkulu. Pemda juga akan berkoordinasi dengan pengelola bendungan agar aliran air dapat didistribusikan secara lebih merata hingga ke wilayah hilir.

Selain persoalan pembagian debit air, pemerintah juga menemukan adanya indikasi kendala pada jaringan irigasi sekunder yang diduga mengalami penyumbatan atau belum berfungsi secara optimal. Karena itu, penanganan akan dilakukan melalui langkah darurat untuk menyelamatkan lahan pertanian yang tersisa serta perbaikan infrastruktur irigasi secara bertahap.

Dialog yang berlangsung secara persuasif tersebut menghasilkan kesepakatan antara pemerintah daerah dan masyarakat. Para petani sepakat menunda rencana demonstrasi dan memberikan kesempatan kepada pemerintah untuk merealisasikan solusi yang telah dijanjikan dalam beberapa hari ke depan.(*)

Cek berita dan artikel yang lain di Google News

Yuk berbagi informasi tentang Sulawesi Selatan dengan join di group whatsapp : Citizen Journalism Sulsel

 Youtube Sulselsatu

 Komentar

 Terbaru

Makassar03 November 2026 09:34
Terima Kunjungan Kapolres Pelabuhan, Andi Syahrum Bahas Pemenuhan Air Bersih di Ujung Tanah dan Sangkarrang
SULSELSATU.com, MAKASSAR – Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar, Andi Syahrum, bersama Plt Direktur Umum, Andi T...
Makassar02 November 2026 21:18
Pelindo Distribusikan Air Bersih ke 8 Kelurahan di Makassar
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 menyalurkan bantuan air bersih kepada warga di delapan kelurahan yang tersebar di Kecamatan Tallo dan Ujun...
Olahraga02 November 2026 19:04
Fazzio Youth Festival 2026 Berakhir, Ini Daftar Pemenangnya
Sejumlah sekolah di Makassar berhasil meraih gelar juara dalam Fazzio Youth Festival (FYF) 2026 yang digelar PT Suracojaya Abadimotor (SJAM) di GOR Un...
Makassar02 November 2026 16:52
Aset Keuangan Syariah Tembus Rp3.307 Triliun, OJK Siapkan Strategi Penguatan
Industri keuangan syariah Indonesia terus menunjukkan perkembangan di tengah ketidakpastian ekonomi global....